When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Tidak Sabar



Sebelum semua orang tahu tentang penyakitku, diriku sendiri lah yang pertama kali mengetahuinya. Dan kepada diriku sendiri lah, aku bisa mencurahkan semua isi hatiku ini. Terima kasih untuk diriku sendiri, mari kita berjuang bersama.


Setelah berjam jam Julie berlarut dalam kesedihan, dia memutuskan untuk bangkit. Dia harus kuat untuk dirinya sendiri. Dia menyeka air matanya sampai hilang. Julie turun ke bawah ingin memasak makan siang nanti.


"Udah, Nyonya. Sini biar saya aja yang masak." kata Bi Nola.


"Tidak apa apa, Bi. Saya lagi pengen masak." ucap Julie.


"Tapi Nyonya kalau kelelahan lagi gimana? Ntar saya yang dimarahin tuan muda loh." kata Bi Nola.


"Tidak Bi. Saya tidak akan kelelahan lagi." ucap Julie.


"Ya sudah tapi saya bantu ya, Nya." kata Bi Nola.


"Tidak mau Bi, mending Bibi kerja yang lain aja." ucap Julie.


"Baik, Nya. Tapi kalau butuh apa panggil saya ya, Nya." kata Bi Nola.


"Iya. Udah sana kerja gih Bi. Saya bisa sendiri." ucap Julie.


"Baik, Nya. Hati hati ya, Nya." kata Bi Nola.


"Iya, Bi." ucap Julie.


Makan siang kali ini Julie memasak ayam goreng dan lalapan. Tidak lupa juga Julie mengulek sambal merah sebagai pelengkap menu makan siangnya itu.


"Eh tuan muda, sudah kembali.." ucap Bi Nola.


"Julie di mana? Oalah di dapur.." Flint bertanya dan menjawabnya sendiri ketika melihat istrinya sedang memasak di dapur.


"Kok kamu masak sayang.. memangnya sudah tidak kelelahan lagi?" tanya Flint yang menghampiri Julie di dapur.


"Tidak kok. Masak yang praktis saja. Kok jam segini sudah di rumah?" jawab Julie.


"Iya lagi ga ada kerjaan di kantor. Oh ya katanya kamu mau kasih liat gambarmu? Aku naik ke kamar ya.." ucap Flint.


Flint pun menurut dan mencoba sambal ulek buatan istrinya. "Sudah pas kok. Ada lagi? Kalau tidak ada aku naik nih." ucap Flint.


"Lebih baik kamu panggil mama, papa, dan Audy untuk turun karena makan siang sudah jadi." kata Julie.


"Oh ya.. baiklah aku panggil mereka." ucap Flint. Flint pun memanggil orang tuanya dan Audy untuk turun. Tetapi Flint berusaha mengintip ke kamarnya barangkali Julie sudah mempersiapkan suatu kejutan untuknya. Namun tidak ada apa apa di kamarnya. Flint kembali turun.


"Wahh pas banget nih kita makan siangnya ayam goreng.." ucap Sara.


"Ada sambal uleknya lagi. Pasti akan diserbu Kakak ini mah." kata Audy.


"Ini kamu ngulek sendiri, Julie?" tanya Sara.


"Iya, ma. Duduk yuk makan." ucap Julie.


Mereka pun makan bersama, baru pertama kalinya mereka menikmati hidangan yang dibuat Julie. Sampai sampai membuat Flint terus menambah sambal uleknya berhubung Flint menyukai pedas.


Plak. Audy menepok tangan Flint saat ingin mengambil sambal. "Udah! Nambah mulu, emangnya Kakak aja yang mau makan?" ucap Audy.


"Hehehehe.."


Keringat Flint sudah membanjiri wajahnya. Tetapi dia tidak berhenti memakan sambal. "Ya ampun Flint, wajah kamu sudah basah begitu." ucap Sara.


"Hehehehe... sudah. Aku sudah selesai. Parah sambalnya enak banget!" ucap Flint sambil mengacungkan 2 jempolnya untuk Julie.


"Sudah makannya? Ayo ke kamar." ajak Flint.


"Ma, pa, Audy, aku sama Julie ke kamar duluan yaa." ucap Flint kemudian segera menarik tangan Julie.


Flint tampaknya sudah tidak sabar. Pulang lebih awal, makan dengan cepat. Bagaimana kalau dia tahu bahwa ini ternyata berita buruk? gumam Julie


Bersambung...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.