When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Laki-Laki Sejati



"Morning all, maaf aku kesiangan pagi ini hehehehe." sapa Flint.


"Flint?" kata Sara.


"Ya, Mom?"


"Kamu terlihat pucat."


"Hah???" kata Flint.


Audy pun bangun dari duduknya dan memegang dahi kakaknya itu. "Wah panas. Kakak demam, Ma!" kata Audy.


"Istirahat saja hari ini, Flint. Tidak usah bekerja." kata Key.


"Iya, sana kamu kembali ke kamarmu. Akan Mama bawakan makanan ke kamarmu." kata Sara.


"Tidak usah. Aku makan di sini saja bersama kalian." jawab Flint.


Mereka makan bersama di meja makan. Namun kali ini Flint makan dengan wajah yang lesu. Aku sakit? Sepertinya semalam aku baik baik saja. Kenapa pagi ini aku mendadak sakit? Apa karena aku ditolak semalam? Mana mungkin aku sakit karena itu. Flint berpikir dalam diamnya.


"Flint? Tidak nafsu makan ya?" tanya Sara.


"Hmm sepertinya begitu, Ma."


"Ya sudah kamu kembali saja ke kamarmu. Mama akan bawakan obat untukmu."


"Ma, Pa, Kak aku berangkat kuliah dulu ya. Istirahat yang banyak Kak supaya cepat sembuh. Bye All." kata Audy.


Flint pun kembali ke kamarnya. Tidak lama kemudiam, Sara datang membawakan obat penurun demam dan disusul oleh Key.


"Minumlah obat ini." kata Sara.


"Baru lamaran semalam, paginya langsung sakit. Ada ada saja kamu, Flint." ledek Key.


Setelah menelan obat pahit itu, "Aku tidak jadi melamarnya." ucap Flint.


"Tidak jadi? Kenapa? Bukannya kamu sudah mantap ingin melamarnya?" kata Key.


"Sebelum aku melamarnya, Julie secara blak-blakan bilang bahwa dia tidak ingin menikah sekarang. Aku sudah tahu jawabannya, jadi untuk apa aku masih melamarnya." jawab Flint.


"Mama bilang juga apa. Ini terlalu cepat untuk Julie." kata Sara.


"Aku hanya ingin menikahinya." jawab Flint.


"Menikah juga harus melihat situasi dan kondisi." jawab Sara.


"Karena semalam, aku jadi tidak tahu kapan aku berani untuk melamarnya, memasangkan cincin ke jari manisnya.." kata Flint.


Sara dan Key sangat kasihan melihat Flint yang sekarang. Tidak biasanya dia terlihat menyedihkan seperti ini.


"Biar waktu yang memberi jawaban atas semua pertanyaanmu, Flint." ucap Sara.


"Mama sama Papa keluar ya." pamit Key.


"Iya. Maaf sudah merepotkan kalian."


"Istirahatlah, Flint. Jangan banyak memikirkan sesuatu. Kalau butuh apa, panggil Mama ya atau bibi dibawah." kata Sara.


"Iya, Ma. Terima Kasih Ma."


Flint pun beristirahat diatas ranjang king size nya itu. Apa karena aku ditolak? Makanya aku jadi sakit? Mana mungkin sih? Semalam aku masih baik baik saja kok. Mungkin karena aku terlalu banyak bekerja.


Tinggg. Bunyi notifikasi pesan yang masuk ke ponsel Flint. Flint pun segera membukanya.


Calvin.


Aku dan Julie sudah sampai di perusahaan. Kamu kapan?


Flint.


Calvin.


Benarkah? Karena ditolak?


Flint.


Apakah mungkin?


Calvin.


Mungkin saja! Seorang laki laki sejati tidak mungkin baik baik saja setelah ditolak lamarannya.


Flint.


Ahahaha tapi itu terlalu berlebihan. Omong-omong, jangan beritahu Julie kalau aku sakit. Bilang saja aku mendadak ada urusan ke luar kota.


Calvin.


Kamu yakin ingin berbohong pada Julie?


Flint.


Iya izinkan aku kali ini saja.


Calvin.


Baiklah, resiko tanggung sendiri.


Flint.


Ok, terima kasih Calvin. Handle perusahaan dulu ya.


Flint pun segera mengabari Julie bahwa diriny tidak bekerja.


Flint.


Sudah sampai?


Julie.


Sudah, baru saja. Kamu?


Flint.


Aku bekerja tapi tidak di perusahaan.


Julie.


Lalu?


Flint.


Aku mendadak ada urusan di luar kota. Maaf baru mengabari.


Julie.


Tidak apa-apa asal kamu baik-baik saja. Jangan lupa makan ^^


Flint.


Baiklah.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.