
Flint pun membedong Luke dengan kain bedong. Saat dia sedang membedong Luke, tiba tiba dokter Ertus bersama rekan dan perawat masuk ke dalam kamar.
"Selamat pagi pak, ini jadwal terapi CTS untuk ibu Julie. Terapi pertama hari ini jam 9 pagi ya pak." ucap dokter Ertus.
"Baiklah, kalian kembali ke sini jam 9." jawab Flint.
"Baik, pak. Kami permisi." Dokter Ertus bersama rekan dan perawat pun keluar dari kamar.
"Huh..." Flint menarik napas lega karena dia takut keberadaan dokter tadi membangunkan Julie.
Selesai membedongkan Luke, Flint pun memesan makanan untuk sarapan Julie nanti. Julie pun terbangun ketika menyadari Flint tidak di sampingnya.
"Sudah bangun? Tumben agak siang." ucap Flint.
Cup. "Good morning." Flint mengecup kening Julie selagi Julie masih mengumpulkan nyawanya.
"Aku sudah pesan makan untuk sarapan. Jam 9 nanti kamu ada terapi CTS." ucap Flint.
"Ho-oh. Mama papa datang jam berapa?" tanya Julie.
"Tidak tahu, mereka tidak bilang." ucap Flint.
"Baiklah, aku cuci muka dulu ya." Julie beranjak dari ranjang dan segera ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah keluar, dia mendengar Flint berceloteh.
"Masa ruangan VVIP suhu AC nya panas begini. Sudah bayar mahal-mahal. Yang benar saja.. pantas si Luke melepas bedongnya sendiri karena kepanasan." celoteh Flint.
"Eh tidak. Semalam aku yang menaikkan suhunya biar agak hangat." kata Julie.
"Kenapa? Kamu kedinginan? Tanganmu keram karena dingin?" tanya Flint.
"Bukan. Luke tidak mau memakai bedongnya. Sudah berapa kali aku coba, dia tidak mau, jadinya aku naikkan suhu AC nya biar dia tidak kedinginan." kata Julie.
"Oohh pantesan.." jawab Flint.
"Kemarin dia bangun karena lapar. Lalu saat sudah kenyang ternyata dia ee. Ya sudah aku bersihkan. Eh pas mau aku pakaikan bedong, dia malah berontak tidak mau." kata Julie.
"Suka dingin ya anak papa ya.. sama kaya papanya.." ucap Flint kepada Luke.
Lalu suster datang membawakan makanan yang dipesan Flint. "Terima kasih, sus." ucap Flint.
"Sama-sama, saya permisi."
Selepas kepergian suster, Flint dan Julie menyantap sarapan bersama. Flint memesan roti bakar dan piscok untuk sarapannya.
"Sudah lama tidak minum susu." ucap Julie.
"Mau? Kemarin pagi minum kan?" tanya Flint.
"Oh iya. Baru skip semalam tapi rasanya sudah lama sekali." ucap Julie.
"Mau?" tanya Flint.
"Tidak usah deh. Sebentar lagi mau terapi." ucap Julie.
"Piscok nya enak sekali. Tumben kamu beli piscok." tambah Julie.
"Iya dong. Nanti mau makan apa?" tanya Flint.
"Makanan dari rumah sakit beneran hambar ya? Aku belum pernah coba." ucap Julie.
"Lebih baik jangan." ucap Flint.
"Minta Bi Nola buatkan sup saja. Jangan beli dari luar terus." kata Julie.
"Baiklah. Tumben belum ada yang datang." ucap Flint.
"Iya ya."
Tok tok tok. "Selamat pagi, ibu Julie mari kita terapi CTS nya. 5 menit lagi sudah jam 9 sembilan." ucap dokter Ertus.
"Baiklah." jawab Julie.
"Perlu kutemani?" tanya Flint.
"Tidak usah. Kamu di sini saja jaga Luke. Kalau dia lapar, minta suster bawakan susu yang kemarin sudah aku pompa." kata Julie.
"OK, hati-hati." balas Flint.
"Pakai kursi roda ya, bu." ucap suster.
Julie pun dibawa ke ruangan untuk terapi CTS nya dengan kursi roda. Dia dikawal dengan dokter Ertus dan beberapa rekannya serta perawat.
Terapinya tidak membutuhkan waktu yang sangat lama. Paling sekitar 15-30 menit saja. Terapi yang diberikan adalah berupa pijatan dari bahu, lengan sampai pergelangan tangan Julie.
"Sebelumnya apa ibu pernah melakukan aktivitas yang berat dengan tangan kanan ibu?" tanya dokter.
"Biasanya selain makan, apa yang ibu lakukan dengan tangan kanan ibu?" tanya dokter.
"Menggambar." jawab Julie.
"Oh begitu. Ibu masih bisa menggambar tetapi harus sering-sering diregangkan ya bu. Dibiarkan istirahat tangan kanannya bu." kata dokter.
"Iya dok. Semalam saya masih bisa mengganti popok bayi saya." kata Julie.
"Iya sebenarnya CTS tidak berdampak besar pada aktivitas ibu. Namun untuk penderita CTS lainnya, dia akan merasakan tangannya keram, mati rasa itu setelah tangannya bekerja seharian." kata dokter.
"Terapi selanjutnya kapan ya dok?" tanya Julie.
"Lusa, bu. Kalau ada perubahan seperti sudah makin pulih atau makin sakit, kasih tahu kami ya, bu." ucap dokter.
"Iya, dok." jawab Julie.
Sementara itu, di dalam kamar, Flint menjemur Luke dengan sinar matahari dari balik jendela. Flint membuka gordyn dan matahari masuk, walaupun tidak secara langsung. Besok mungkin dia akan menjemur Luke secara langsung di ruangan terbuka.
"Eh anak papa sudah bangun.." ucap Flint.
Luke tersenyum ketika mendengar suara Flint. "Gimana tidurnya sayang? Nyenyak? Iya? Nyenyak ya?" Flint mengajak ngomong Luke.
"Berapa lama gangguin mama tidur? Puas? Iya? Ulu ulu ulu." Flint menghujani ciuman kepada wajahnya.
"Lapar tidak Luke? Susu mau? Mau ya?" Flint segera memanggil suster lewat tombol yang terdapat di kamar VVIP.
Pintu kamar terbuka. "Eh susunya sudah datang. Cepat ya.." ucap Flint kepada Luke. Pas Flint berbalik badan, ternyata yang datang adalah Sara, Key, Liza dan Gio.
"Eh kalian.. Kirain suster." ucap Flint.
"Flint.. tadi kita melihat Julie masuk ke dalam lift dengan kursi roda dan diiringi banyak dokter dan perawat. Julie mau ke mana?" tanya Liza.
"Ohh itu dia lagi terapi." jawab Flint.
"Terapi? Terapi apa?" tanya Gio.
"Terapi.. perut. Terapi perut khusus untuk ibu yang baru melahirkan." jawab Flint.
"Benarkah?" tanya Sara.
"Mmm iyaa.. tidak akan lama kok. Sebentar lagi dia kembali." ucap Flint.
Tok tok tok.. "Ini susunya, pak. Oh ya, apa ibu Julie ingin memompa lagi?" tanya suster.
"Boleh. Dibawa saja alatnya ke sini." jawab Flint.
"Baik pak. Kalau begitu saya permisi."
"Luke mau minum susu ya. Sini mama saja." ucap Sara.
"Enak saja. Aku juga mau nyusuin Luke." ucap Flint.
"Mama nanti saja yang gantiin popoknya kalau dia pipis atau ee." tambah Flint.
"Heleh dasar. Oh ya ini mama bawain sup. Katanya Julie mau?" ucap Sara.
"Iya. Buat aku dibawain juga tidak?" tanya Flint.
"Bawain dong." jawab Sara.
"Eh ini mama juga bawain makanan untuk kalian." kata Liza.
"Oh iya ma terima kasih. Taruh saja di atas meja." ucap Flint.
Tiba tiba Julie pun masuk ke dalam kamar. Melihat para orang tua ada di dalam kamarnya, dengan sigap dia berdiri dari kursi roda.
"Ma, pa." sapa Julie.
"Eh sudah terapinya?" tanya Liza.
Terapi? Mereka semua sudah tahu aku terapi CTS? Flint memberitahu mereka? Flint kan sudah janji untuk tutup mulut! batin Julie.
Julie pun langsung melirik ke arah Flint yang sedang menyusui Luke.
"Terapi? Ah iya sudah." jawab Julie.
"Oh ya, Julie. Ini sup yang kamu minta tadi." kata Sara.
"Oh iya terima kasih, ma. Aku makan sekarang ya." ucap Julie.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.