When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Kamar Flint



Tangisannya berhenti ketika Julie mendengar kegaduhan dari lantai bawah. Ada apa? tanyanya dalam hati.


Julie akhirnya menaruh asal struk tersebut, mematikan kembali lampu yang dia nyalakan dan keluar dari kamar Flint. Dia segera menuju ke sumber asal suara kegaduhan itu..


Julie menuruni tangga dengan perlahan dan hati hati, karena jujur saja, penglihatannya buram dan kepalanya masih terasa pusing. Pelan pelan, Julie berjalan menuju ruang tamu yang merupakan asal sumber kegaduhan. Dan...


Julie menutup mulutnya sendiri. Dia masih tidak percaya bahwa Flint telat kembali. Flint kini sedang berpelukan satu persatu dengan keluarganya. Selepas itu, Flint menghampiri Julie yang sedang berdiri dari kejauhan seperti patung dengan menutup mulutnya.


Flint merentangkan tangannya untuk memeluk Julie. Julie pun masuk ke dalam dekapan Flint dan memeluk dengan sangat erat sebagai tanda tidak ingin membiarkan Flint pergi.


"Oh, I should go. We should go." ucap Liza setelah melihat anaknya sedang melepas rindunya kepada sang kekasih. (aku harus pergi. Kita harus pergi)


"Oh yeah. Kita harus pergi." ucap Sara. Sara, Key, Audy, Liza dan Gio pergi meninggalkan mereka berdua. Liza dan Gio kembali ke rumahnya, Sara dan Key kembali ke kamarnya, Audy pun juga ke kamar.


"I'm back, Julie. I'm fine." ucap Flint dengan mengelus kepala dan punggung Julie. (Aku kembali, Julie. Aku baik baik saja.)


Julie menangis tetapi bukan karena sedih melainkan karena bersyukur bahwa tunangannya itu selamat dan kembali. "Don't cry anymore, Julie. I'm here." ucap Flint menenangkan Julie yang sedari tadi belum bisa mengontrol air matanya. (Jangan menangis lagi, Julie. Aku di sini.)


"Aku takut kamu pergi dan tidak akan kembali lagi." jawab Julie.


"No, no. Jangan takut, aku tidak akan pergi." ucap Flint.


Bibir Flint menyosor menuju bibir Julie. Dihisap dan dilumat habis bibir Flint. Flint ******* bibir Julie dengan nafsu yang membara, karena saking rindu dengan tunangannya. Sampai sampai ciuman itu menimbulkan suara.


Tangannya menangkup wajah Julie. Kepalanya tidak berhenti bergoyang dari kanan ke kiri lalu ke kanan lagi begitu seterusnya sampai mereka hampir kehabisan nafas.


"Jangan pergi lagi. Aku mencintaimu." ucap Julie.


"Oh my God, sudah berapa banyak air mata yang dikeluarkan dari mata ini?" ucap Flint sambil mengelus mata Julie.


"Kamulah penyebabnya."


Flint pun mengangkat kedua kaki Julie dan kembali mencium bibir Julie. Kedua tangan Julie melingkar mesra di leher Flint sambil membalas ciuman Flint. Sambil bibir mereka yang beradu tidak ingin mengalah, Flint berjalan, menaiki tangga perlahan dan masuk ke dalam kamarnya.


"Ini kamarku. Kamu belum pernah melihatnya kan?" tanya Flint kepada Julie yang masih berada dalam gendongannya.


"Kamu salah. Sebelum kamu datang, aku sudah memasuki kamar ini."


"Kamu tahu? Kalau kamu sudah memasuki kamar ini, kamu akan sulit keluar dari kamar ini." ucap Flint dan kembali menciumi bibir Julie. Flint menduduki Julie di atas ranjang king size nya yang putih bersih.


Sambil ******* habis bibir Julie, Flint membuka kancing kemejanya satu persatu dan membuangnya asal. Kemudian direbahkannya Julie di atas ranjangnya itu. "Rokmu pendek sekali, sayang."


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.