When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Lukestern Young



"Oh. my. God." ucap Flint dengan muka tampannya yang sedang melongo. Tangisan bayi membuat Julie kembali sadar, keluarga yang hadir di luar sana pun ikut senang mendengarnya.


"Lihat. Kamu bisa. Anak kita sudah lahir." ucap Flint yang tidak henti hentinya mengecup kening Julie.


"Jam 12 lewat 2 menit, selamat bayinya lahir dengan sehat." ucap dokter.


"Beratnya 3.2 kilogram, panjangnya 48 centimeter. Bapak bisa menuliskan nama bayinya di sini." lanjut suster sambil memberikan kertas berisi data bayi kepada Flint.


"Ini." ucap Flint setelah selesai menuliskan nama dan memberikan kertasnya kepada suster.


"Baik. Akta kelahiran bisa diambil saat ibu dan bayi diperbolehkan pulang." balas suster.


Suster memberikan bayi kepada Julie untuk melakukan kontak antar kulit (skin to skin contact) dan mulai menyusui bayi. Ketika tangan Julie sudah menerima bayi dan menggendongnya, perlahan air mata Julie mengalir. Perasaan bahagia sedang menyelimuti seisi ruangan. Bukan hanya sang orang tua yang bahagia, para tim medis pun juga bahagia.


Di samping itu, ternyata air mata Flint banjir membasahi wajahnya ketika melihat anak pertamanya sudah lahir ke dunia. Ada perasaan lega bercampur senang karena tidak perlu repot-repot lagi meladeni Julie yang sensi dan sejujurnya, saat si bayi sudah keluar, kesan pertama Flint adalah bahwa akhirnya dia bisa kembali memuaskan Mijul.


Setelah melakukan skin to skin contact, Julie disarankan untuk istirahat dan bayi akan segera dipindahkan ke box bayi. Julie dipindahkan ke kamar inap VVIP secara suaminya adalah pemilik rumah sakit tersebut.


Para orang tua mereka yang kini sudah menjadi kakek-nenek ikut gemas melihat cucu pertama mereka. Mereka tidak menyangka bahwa sekarang mereka sudah menjadi kakek-nenek karena sudah mempunyai cucu. Begitu juga Audy, masih berstatus sebagai mahasiswi tetapi dia sudah menjadi seorang bibi.


"Congrats, sayang. Kamu sekarang sudah menjadi seorang ibu." ucap Liza.


"Thanks, mom. Aku masih harus belajar banyak." ucap Julie.


"Tenang saja, Julie. Mama pasti bantuin kamu kok." sahut Sara.


"Hehehehe.."


"Mau makan apa?" tanya Flint.


"Apa saja boleh." jawab Julie.


"Bubur mau?" tanya Flint.


"Bubur boleh. Tapi kamu tanya dulu ke yang lain mau makan apa. Aku ngikut aja." jawab Julie.


"Eh tidak usah pikirin kita. Pikirin aja kamu sendiri. Kamu kan habis melahirkan. Kita mah gampang." ucap Sara.


Alhasil Flint menyuruh Calvin segera pergi mencari bubur untuk Julie. Calvin selalu standby di manapun Flint butuhkan apalagi tadi mereka datang bersamaan dan Calvin belum pulang.


"Siapa namanya, Flint?" tanya Sara.


"Luke. Lukestern Young. Artinya memiliki keinginan kuat untuk sukses, penuh semangat." jawab Flint.


"Semoga dia tumbuh sehat sesuai harapan orang tuanya." ucap Liza.


"Amin.."


"Kalau gitu mama papa sama Audy pulang dulu ya, Flint, Julie." pamit Sara.


"Mama sama papa juga pulang ya. Banyak banyak istirahat, sayang." pamit Liza.


"Iya kalian semua hati hati. Jangan lupa makan." ucap Flint.


Sementara Julie hanya menerima kecupan dari orang tuanya dan membalas dengan melambaikan tangan. Dia masih sangat lemas pasca melahirkan. Tenaganya belum terkumpul banyak.


"Masih lemas sekali?" tanya Flint.


Julie hanya menganggukkan kepalanya.


"Sabar ya.. sebentar lagi Calvin datang." ucap Flint sambil mencium kening Julie.


"Aku belum menggendongnya sejak tadi. Aku ingin menggendongnya ya." ucap Flint.


Julie mengangguk.


"Hahaha kamu seperti patung hokb*n. Hanya bisa mengangguk saja." ucap Flint.


Flint mulai mengambil Luke dari box dan menggendongnya perlahan. "Oh my God. Ini pertama kalinya aku menggendong bayi." ucap Flint.


Julie hanya bisa tersenyum.


"Anak papa. Welcome to the world, sayang. Semoga tumbuh persis seperti papa ya." oceh Flint.


"Oh my God. Julie! Dia membuka matanya! Nih lihat nih!" ucap Flint.


"Iya Flint iya. Bayi bisa membuka matanya, Flint. Aku tahu itu." balas Julie.


"Hai sayang. Ini papa sayang.." ucap Flint sambil mengusap pipi Luke.


"Terima kasih kamu sudah lahir dengan selamat ke dunia. Akhir-akhir ini papa tidak bisa memuaskan Mijul. Oh ya kamu mau punya dede lagi ga?" oceh Flint.


"Sembarangan kamu tuh ya. Untung dia belum ngerti apa-apa." sahut Julie.


"Sssttt.. kamu jangan ngomong dulu kan masih lemes." ucap Flint.


"Eh ngomong-ngomong. Mijul udah kangen banget sama kamu." tambah Flint.


"Kamu yakin mau buat dede lagi?" tanya Julie.


Sontak itu membuat Flint terkejut. Tumben-tumbenan Julie menawarkan diri.


"Ga kasian sama punya aku yang baru saja mengeluarkan bayi sepanjang 48 centi dan kamu sudah ingin menghantam Mijul?" tambah Julie.


Glek. Flint menelan air ludahnya. Benar juga.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar. Tok tok tok. Calvin masuk dengan membawa bubur.


"Ini pesanannya tuan." ucap Calvin.


"Terima kasih. Kamu boleh pulang." jawab Flint.


"Selamat, kalian sudah mendahuluiku menjadi orang tua." ucap Calvin.


"Kita tidak mendahului, kamu yang terlalu lama." jawab Flint.


"Jangan buru buru dengan anak kedua. Lihatlah istrimu." ucap Calvin. Rupanya Calvin sempat mendengar percakapan mereka tadi sebelum akhirnya masuk ke dalam.


"Calvin kamu pasti capek sekali. Pulanglah aku beri cuti 1 hari untukmu." jawab Flint.


"OK, bye. Aku pulang. Hubungi aku kalau butuh sesuatu." pamit Calvin.


Flint kembali menaruh Luke di box bayi dan segera menyiapkan bubur untuk Julie.


"Mau aku suapin atau makan sendiri?" tanya Flint.


"Suapin." jawab Julie.


Flint menyengir. "Oekk.. oeekkk.. oeekk.." muncul suara tangisan dari si bayi.


"Tampaknya anakmu tidak mengizinkan aku menyuapimu." ucap Flint.


Flint segera mengambil Luke dari box dan menggendongnya, menenangkan dari tangisnya.


"Apa perlu aku menangis juga biar kamu menyuapi aku?" ucap Julie.


"Jangan dong.. ya sudah aku suapin.." jawab Flint.


Flint menggendong Luke dengan tangan kirinya dan tangan kanannya menyuapi Julie.


"Sampai kapan Mijul harus menunggu lagi?" tanya Flint.


"Tidak tau. Tanya dokter saja." ucap Julie membuang muka.


"Yang benar saja. Masa aku menanyakan hal itu kepada dokter." jawab Flint.


"Ya dede ya.. masa papa nanya begitu ke dokter ya.. iya??" oceh Flint kepada Luke.


Luke tersenyum saat Flint mengajaknya berbicara sambil memainkan pipinya. "Ulu ulu.. anak papa senyum.. seneng ya.. iya??" oceh Flint lalu mencium Luke.


Setelah tinggal beberapa suapan, akhirnya Julie memutuskan untuk makan sendiri tanpa disuapin oleh Flint.


Kling.. sendok yang digunakan Julie jatuh ke lantai. Julie menatap dalam dalam tangan kanannya yang barusan menjatuhkan sendok.


Flint yang sedang asyik menggendong Luke pun kaget ketika mendengar suara jatuhnya sendok. "Sebentar aku hubungi suster untuk membawakan sendok." ucap Flint lalu menekan tombol panggilan.


Sementara Julie masih menatap tangan kanannya. "Kenapa? Masih lemas sekali?" tanya Flint.


Julie terdiam. Matanya masih tertuju pada tangan kanannya.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.