When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Kandas



Singkat cerita, Julie sudah mengikuti tes masuk kuliah di Harvard University dan hasilnya sesuai dengan keinginannya. Julie berhasil diterima kuliah di Harvard University. Akhirnya, setelah 1 tahun lamanya dia berpacaran jarak jauh dengan Flint, sekarang sudah tidak lagi. Bagi orang yang sedang mengalaminya, pasti tahu betul bagaimana rasanya LDR ini.


Flint dan Julie sedang menyelesaikan kuliahnya bersama. Walaupun Julie mengambil program 3.5 tahun, tetap saja Flint yang akan selesai lebih dahulu. Kehidupan mereka di sana baik baik saja. Setiap pagi Flint dan Julie berangkat kuliah bersama, pulang terkadang tidak bersama. Hubungan mereka tidak banyak gangguan. Hanya terkadang ada beberapa hal hal kecil saja yang membuat mereka kerap berdebat.


Sampai akhirnya, saat dimana Flint sudah menyelesaikan S1 nya selama 4 tahun dan siap kembali ke Indonesie dengan menduduki kursi tinggi di perusahaan ayahnya. Sedangkan Julie masih tersisa 2 semester yakni 1 tahun lagi.


Flint kembali ke negara asalnya dengan membawa gelar cum laude yang sudah dia raih di Harvard University. Key memberi Flint posisi sebagai Presiden di Young Corporation, perusahaan miliknya. Meski demikian, setinggi apapun posisi Flint, tetap Key lah pemiliknya. Di Young Corporation, Key memberikan segalanya yang dia punya, termasuk Calvin, sekretaris kesayangannya itu. Berat sekali bagi Key untuk melepas orang yang dia sayang.


Kedepannya, Flint bekerja dan dibantu oleh Calvin. Tidak hanya meneruskan ayahnya, Flint juga punya strategi sendiri untuk lebih memperluas dan menambah pemasukan perusahaan tanpa membuat perusahaan sedikit goyah.


Disamping itu, Julie dan Flint kembali menjalani LDR seperti dahulu kala yang pernah mereka rasakan juga. Berat sekali untuk Julie ditambah lagi dengan kabar bahwa perusahaan ayahnya itu sedang di ambang kebangkrutan. Gio, ayahnya Julie sedang melakukan pembangunan gedung tingkat atas di sebuah kota, pembangunan itu membutuhkan dana yang besar sehingga mengharuskan Gio untuk meminjam dana dari sana-sini dengan jangka waktu. Jangka waktu pengembalian dana sebentar lagi mencapai masa tenggaknya dan Gio masih tidak mampu membayarnya. Dia hanya bisa memberi jaminan perusahaannya kepada kreditor.


Jalan satu satunya adalah menjual perusahaannya sesuai yang pernah dia pikirkan. Dia berpikir bahwa jalan satu satunya jika tidak bisa mengembalikan dana yaitu menjual perusahaan. Jumlah dana yang dipinjam memang tidak sebesar hutang hutangnya, namun setelah membayar hutang hutangnya, dia berencana ingin memakai sisa penjualan perusahaan dengan merintis usaha baru secara kecil kecilan saja.


Padahal, di sisi lain, ada Julie yang sedang berusaha mati matian menamatkan pendidikannya di negeri seberang. Gio sering mengharapkan Julie untuk segera masuk ke perusahaannya, namun kandas sudah harapan itu. Perusahaan Gio yang sudah dia bangun sejak dia memasuki umur kepala 2, sudah tidak menjadi miliknya lagi disaat dia masih berumur kepala 4.


Julie berusaha mengikuti permintaan ayahnya untuk memasuki perusahaan, sampai sampai dia harus melewatkan cita citanya menjadi dokter. Bagaimana jika Julie tahu bahwa perusahaanku sudah bangkrut? Bagaimana caranya bilang ke Julie? gumam Gio.


Karena sampai saat ini pun, Julie masih tidak tahu bahwa perusahaan ayahnya telah jatuh ke tangan orang lain.