When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Malam Yang Pahit



"Lantas? Umur seperti kita seharusnya ngapain?"


"Apa maksudmu? Aku baru saja bekerja. Baru saja menamatkan kuliah."


"Kenapa? Banyak kok yang baru lulus langsung menikah."


"Mana mungkin kalau aku menikah sekarang."


"Kenapa tidak mungkin? Kamu masih bisa bekerja setelah menikah."


"Flint.."


"Ya?"


"Kamu sudah ingin menikah?"


"Iya, hmm.. maksudku.."


"Kamu sudah siap untuk menikah?"


"Kenapa tidak? Aku sudah mapan. Uangku sudah cukup untuk menikah."


"Tapi menikah bukan soal uang. Menikah itu mempersatukan 2 orang yang berbeda. Mempersatukan 2 keluarga, mempersatukan 2 kepribadian, dan mempersatukan 2 hati."


"Tapi untuk saat ini, secepat ini, aku masih belum siap, Flint.. Orang tuaku masih membutuhkan aku, kamu tahu itu."


Flint menarik nafas panjang dan menghembuskannya seperti orang yang sedang berpasrah dengan keadaan. Malam itu, malam yang sudah dia nanti nantikan, ingin melamar sang kekasihnya itu, malah menjadi malam yang tidak diinginkan. Sama sekali tidak diinginkan. Dia mengurungkan kembali niatnya untuk melamar sang kekasih tanpa sepengetahuan kekasihnya.


"Maafkan aku Flint, lagi-lagi, aku menyakitimu." ucap Julie lagi.


Suasana malam itu sangat hening. Hanya terdengar angin yang berlarian, air yang mengalir dan kicauan burung. Malam itu sungguh bukan malam yang diharapkan oleh Flint. Atau para laki laki lain yang bernasib sama dengan Flint.


Suasana canggung ikut masuk ke dalam mereka. Tidak sepantasnya sepasang kekasih yang sudah menjalin hubungan selama 5 tahun itu bisa merasakan suasana canggung seperti mereka. Tidak tahu apa yang harus dijawab, Flint lebih memilih untuk diam. Karena dia juga tidak bisa menyalahkan kekasihnya, mungkin dia saja yang terlalu terburu buru, begitu pikirnya.


"Baiklah, aku mengerti. Maafkan aku yang terlalu terburu buru dalam hal ini. Tapi 1 hal yang harus kamu ketahui, i've loved you from 5 years ago, still love you until now, and will always love you in the future until the end of my life. I promise to you, tonight, married or not I will always love you. Remember my words tonight, Julie. I love you. Really, really love you." (Aku sudah mencintaimu dari 5 tahun yang lalu, dan masih mencintaimu sampai detik ini, dan akan selalu mencintaimu kedepannya sampai akhir hayat hidupku. Aku berjanji kepadamu malam ini, menikah atau tidak aku akan tetap mencintaimu. Ingat kata kataku malam ini, Julie. Aku mencintaimu. Sangat, sangat mencintaimu.)


Flint memberanikan diri mengucap sepatah-dua patah kata. Namun dia tidak mampu mengontrol dirinya sehingga dia mengucapkan lebih dari yang dia pikirkan. Flint merangkul Julie dan mencium kening Julie. Dia berusaha ikhlas atas apa yang telah terjadi malam itu.


Malam itu rasanya seperti mimpi buruk untuk Flint tapi itu sangat nyata, dia mampu merasakan pahitnya "ditolak" walaupun belum menyatakan lamarannya. Malam yang pahit itu diakhiri dengan Flint mengantar Julie pulang ke rumahnya dan berkata "Terima Kasih untuk malam ini."


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.