When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Terungkap



Flint menarik dagu Julie, mendekatkan wajah mereka. Kemudian, Flint mencium bibir Julie. Julie pun menerima ciuman Flint itu dan membalasnya beberapa kali. Bibir mereka saling beradu. Mereka terhanyut dalam ciuman mereka itu.


———————————————————


Pipi mereka berdua merah merona. Seperti 2 sejoli yang sedang dimabuk cinta. Sangat tidak cocok sebutan itu untuk mereka berdua yang sudah berpacaran 5 tahun.


"A.. akk.. aku akan kembali ke ruanganku." ucap Julie gelagapan.


"Jangan!" Flint menarik tangan Julie disaat Julie hendak melangkah keluar.


"Kenapa?"


"Tidak apa-apa."


"Oh emm kamu belum makan siang kan. Ayo kita makan siang."


"Sekarang?"


"Iya. Pesan saja. Media sedang ramai membicarakan kita."


———————————————————


Calvin masuk ke ruangan Flint sesaat mereka sudah menyelesaikan makan siangnya. Calvin datang membawa berkas arsip data data perusahaan kecil menengah yang diambil alih oleh Flint.


"Flint.. ini aku bawakan berkas arsip data perusahaan yang sudah menjadi milikmu. Kurasa sudah cukup lama kamu menelantarkannya. Dan sekarang sudah waktunya kamu merencanakan apa yang akan kamu lakukan terhadap perusahaan perusahaan itu." jelas Calvin.


"Oh pantas saja saat aku melihat data keuangan, banyak data pengeluaran yang digunakan untuk mengambil alih beberapa perusahaan." sahut Julie.


"Iya, Julie. Sejak Flint membelinya, tidak ada rencana lagi setelah itu. Ada beberapa perusahaan terlantar. Untuk itu aku membawakannya kesini."


"Julie, bagaimana keuangan perusahaan Young Building sekarang? Apa cukup untuk mendanai perusahaan perusahaan terlantar ini untuk ku kembangkan?" tanya Flint.


"Coba kulihat. Ada berapa perusahaan?"


"Ooh.. tidak. Hmm jadi totalnya ada 7 Julie. Bagaimana? Cukup tidak?" sahut Flint yang segera mengambil semua berkas yang berada di tangan Julie.


"Flint.. apa Gold Company di sini adalah perusahaan papa aku?" tanya Julie.


Mulut Flint terkatup, tidak mampu mengeluarkan 1 kata pun untuk menjawab pertanyaan Julie. Begitu juga dengan Calvin. Mereka hanya bisa bertatap tatapan tanpa ada yang menjawab.


"Iya kan Flint? Itu perusahaan papa aku kan? Yang sudah bangkrut? Ternyata kamu selamatkan?" ulang Julie.


"I.. iya.. itu perusahaan papa kamu."


"Kenapa kamu tidak beri tahu aku? Kenapa Flint? Untuk apa juga kamu selamatkan? Untuk apa?"


"Karena aku pikir kamu berpotensi dalam memimpin perusahaan. Jadi aku selamatkan perusahaan papamu yang akhirnya jatuh ke tanganmu."


"Tapi kenapa kamu tidak memberi tahu aku?"


"A..aku.."


Julie melangkah pergi keluar dari ruangan Flint. Langkahnya begitu cepat sehingga Flint tidak sempat menghadangnya.


"Jangan pernah bahas pekerjaan saat aku berada dengan Julie." perintah Flint yang pada akhirnya pergi meninggalkan ruangan itu juga.


"Apa salahku? Bukankah seharusnya dia berterima kasih padaku karena kalau bukan karena aku, tidak akan terungkap hal ini. Hmm aneh aneh saja pasangan zaman now...


Lalu sekarang bagaimana? Aku ditinggal lagi?? Baiklah baiklah. Flint.. aku tunggu saja perintahmu. Palingan kamu menyuruhku untuk mengubah kepemilikan perusahaan Gold Company." Calvin berbicara sendiri tanpa seorang pun mendengarnya.


——————————————————————


Flint mencari Julie selepas pergi dari ruangannya. Langkah Julie terlalu cepat, sampai sampai Flint tidak melihat lagi keberadaan Julie. Flint pergi ke ruangan Julie, namun tidak ada. Flint mencoba ke atap, namun tidak ada juga. Flint mencoba menelepon Julie namun dia sendiri tersadar bahwa Julie meninggalkan ponselnya di ruangan Flint tadi.


"Kemana lagi aku harus mencarimu, Julie?" gumam Flint.