
Air mata Julie terus mengalir membasahi pipinya sejak dia mendengar berita tentang tunangannya itu. Kini, dia tidak berhenti menatap ponselnya. Dia berharap akan muncul nama Flint di layar ponselnya itu. Terakhir kali kamu bilang kamu padaku akan mengabariku dan akan segera kembali. Aku percaya padamu, Flint. Aku percaya dengan semua perkataanmu kepadaku. Aku akan tetap menunggu kabar dan kembalinya kamu, Flint. gumam Julie.
Badan Julie kian melemas karena menangis ber jam jam dan pasalnya, terakhir kali dia mengisi perutnya itu saat sarapan sebelum ke kantor di pagi hari. Banyak orang sudah menyuruh Julie untuk makan setidaknya sedikit namun Julie menolak. Dia menjawab dengan tersedu sedu "Flint juga belum makan."
Kini langit mulai gelap. Matahari sudah selesai menjalankan tugasnya. Belum ada kabar terbaru mengenai Flint dan Calvin. Tidak henti hentinya Key menelpon anak buahnya yang sedang melakukan pencarian.
"Sampai detik ini, kami masih belum menemukan tuan Flint dan Calvin. Kami sudah mencari di setiap inchi disekitar tempat jatuhnya pesawat. Namun kami tidak menemukan adanya manusia di sana." kata anak buah Key.
Dengan berat hati Key menyampaikan informasi itu kepada mereka semua yang bersedih. Dan semakin meledaklah tangisan para kaum hawa. "Aku benar benar menyesal sudah membiarkan dia masuk ke dalam pesawat itu. Sungguh, aku benar benar menyesal." Key kembali mengeluarkan kata kata itu.
Flint, baru beberapa jam kamu meninggalkan aku, dan aku sudah tidak sanggup menahan kesedihan ini. Bagaimana kalau kamu meninggalkan aku untuk selama lamanya? Bagaimana dengan kenangan kita yang pernah ada? gumam Julie.
Aku merindukan suaranya yang mengatakan "I love you, Mom" kepadaku dan menciumku seperti aku adalah istrinya. Apakah aku tidak akan pernah bisa mendapatkan perlakuan seperti itu lagi? Apakah itu akan hanya menjadi kenangan? gumam Sara.
Orang orang bangga dengan kehadiran Flint meski mereka tidak mengenal Flint. Dan aku sebagai ayahnya lebih bangga lagi bahwa kenyataannya dia merupakan anakku. Tapi sekarang, apakah benar kebanggaanku itu sudah benar benar pergi dan tidak akan kembali? gumam Key.
Apakah aku benar benar akan menjadi anak tunggal? Apa kakak benar benar pergi dan tidak akan kembali? Lalu siapa yang akan membantuku di perusahaan? Siapa yang akan menyayangiku layaknya seorang Kakak? gumam Audy.
Biasanya setiap ada masalah, Key mengandalkan Calvin. Namun kali ini, Calvin ikut di dalamnya. Siapa lagi orang yang harus diandalkan? Akankah ada orang yang bisa diandalkan seperti Key mengandalkan Calvin?
Masing masing dari mereka hanya berharap akan ada keajaiban turun untuk mereka. Mungkin keajaiban yang berupa Flint dan Calvin kembali ke rumah tempat mereka bersedih sekarang. Kira-kira apakah masih adakah harapan Flint dan Calvin untuk kembali?
"Julie.. kita harus pulang.." bisik Liza agar tidak memecahkan suasana.
"Aku ingin ke kamar Flint sebentar. Bolehkah?" jawab Julie.
"Boleh, Julie. Naik saja, ada di sebelah kanan." jawab Sara ketika mendengar ucapan Julie.
Julie pun naik ke lantai 2 dan ke kamar Flint sesuai petunjuk Sara. Dia membuka pintu kamar Flint perlahan. Gelap.. Julie menyalakan lampu yang berada tidak jauh dari pintu itu. Dan..
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.