
"Keinginan keempatnya itu yang terakhir. Akan aku pastikan setelah itu dia tidak akan bisa meminta lagi." ucap Julie.
"Aaargghhh.. Julie.. Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Flint.
"Kapan 'perjalanan bisnis' itu dimulai?" tanya Julie.
"Besok." jawab Flint.
"Sampai?" tanya Julie.
"Lusa siang aku akan kembali." jawab Flint.
"Baiklah." kata Julie.
"Baiklah???" tanya Flint.
"Mainkan saja peranmu. Hanya 1 hari saja. Tidak sulit kan?" tanya Julie
"Sulit kalau lawan peranku itu Kesha." jawab Flint.
"Oh ya? Kamu pernah bilang kalau kamu suka hal yang sulit-sulit. Semoga berhasil." ucap Julie.
"Kamu rela aku tinggal seatap dengannya? Tidur bersama dia? Kamu sudah tidak sayang lagi ya sama aku?" tanya Flint.
"Aku tahu kamu tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Di apartemen Kesha kan ada dua kamar." jawab Julie.
"Oh ya Flint. Di sana kan ada alat penyadap, kalau bisa kamu jebak Kesha dengan pertanyaan-pertanyaan. Siapa tahu kita akan mendapat kartu emas lagi." sambung Julie.
"Akan kuusahakan. Tapi bukannya seorang aktor itu memiliki script untuk memainkan perannya?" tanya Flint.
"Kamu menyuruhku untuk membuat script? Tidak ada, tidak bisa. Aku sudah sibuk. Mainkan peranmu secara alami saja. Buktikan padaku kalau kamu tidak bodoh jika berhadapan dengan Kesha." jawab Julie.
"Nanti aku yang akan dengar penyadap suaranya." sambung Julie.
"Baiklah." kata Flint.
———————————————————
Malam telah tiba, Julie merapikan barang yang akan dibawa Flint nanti sedangkan Flint bermain dengan Luke.
"Kamu sungguh ingin aku pergi?" tanya Flint.
"Bukan begitu tapi ini demi menyelesaikan masalah dengan Kesha." jawab Julie.
"Aku hanya memasukkan 1 setel pakaian. Dalam 1 hari pastikan kamu sudah mengorek banyak tentang Kesha, OK?" sambung Julie.
"Ya ya ya ya." jawab Flint.
"Aku juga sudah memasukkan berkas penting perusahaan seperti akta pendirian perusahaan Young Building sama Young Airlines. Nanti di depan Kesha, kamu pura pura sedang bekerja lalu berkas penting ini dibiarkan berserakan biar dia melihat." kata Julie.
"Hey kenapa kamu masukkin itu? Jangan. Ngapain, jangan. Itu lebih dari penting tahu? Kalau dia ambil lalu menjualnya, bisa hancur bisnisku." ucap Flint.
"Tenang, ini yang palsu kok. Coba saja kamu lihat. Tanda tangannya itu tanda tanganmu. Sedangkan kedua perusahaan itu aslinya kan pakai tanda tangan papamu." kata Julie.
"Huft syukurlah. Kalau dia melihat bagaimana?" ucap Flint.
"Setelah berpura-pura bekerja kamu harus berpura-pura tidur. Jangan lupa untuk masukkan lagi semua berkasnya ke dalam tas. Kalau Kesha mengambil berkasnya, pasti dia berhenti mengganggu kita. Dia akan berusaha mengambil alih perusahaan dengan berkas palsu itu." kata Julie.
"Pintarnya istriku. Sini aku cium dulu." ucap Flint.
"Tapi nanti apakah kamu bisa tidur tanpa aku cium?" tanya Flint.
"Bisalah. Kenapa tidak?" jawab Julie.
"Tidak ingat terakhir kali kamu tidak bisa tidur saat aku melakukan perjalanan bisnis? Eh paginya malah melahirkan." kata Flint.
"Hahahahah tenang saja. Lusa pagi kamu harus kembali. Telat beberapa jam saja akan aku potong kakimu." ucap Julie.
"Kamu dengar, Luke? Mamamu begitu kejam. Tapi papa cinta." kata Flint kepada Luke.
————————————————————
"Kali ini kamu akan melakukan perjalanan bisnis ke mana?" tanya Sara.
"Tidak jauh hanya 1 hari. Ke Bekasih." jawab Flint.
"Oohh 1 hari doang. Perjalanan bisnis apa kok 1 hari doang?" tanya Sara.
"Itu ma aku minta bantuan Flint untuk melihat apakah di sana kainnya bagus atau tidak untuk busanaku. Kalau aku sendiri yang pergi kan tidak mungkin, ada Luke yang masih butuh aku." jawab Julie.
"Ooohhh." kata Sara.
"Kalau begitu aku pergi dulu ya. Calvin sudah menunggu." ucap Flint.
"Aku antar ya ke depan." kata Julie.
"Kesha mengambil cuti selama 3 hari." ucap Julie ketika sudah sampai di depan.
"2 hari pasti bersamaku. Tapi 1 harinya?" kata Flint.
"Itu yang harus kamu cari tahu." ucap Julie.
"Baiklah. Dengarkan terus penyadap suaranya." kata Flint.
"Iya." ucap Julie.
"Ke mana-mana minta Pak John untuk mengantarmu." kata Flint.
"Iya. Pergi sana. Kabari aku kalau sudah sampai." ucap Julie.
Cup. "Aku pergi." kata Flint.
Baru selangkah berjalan, Flint kembali lagi.
"Dasar. Sudah sana pergi." ucap Julie.
Mereka pun berpisah untuk sementara. Setelah kepergian Flint, Julie pun langsung bersiap menuju kantor. Di dalam mobil, dia sudah memasang earpods dan mendengarkan suara di apartemen Kesha.
Sesampainya di kantor pun Julie masih memasang earpods nya. Semua pegawai terkejut karena tidak biasanya Julie memakai earpods selagi di kantor.
Flint.. apa kamu tidak butuh babysitter? kata Kesha.
Untuk anakku? Tidak. Aku dan Julie bisa mengurusnya sendiri. kata Flint.
Apa kamu tidak kasihan dengan mamamu? Dia sudah merawatmu dari kecil dan sekarang harus merawat anakmu juga. kata Kesha.
Memangnya kenapa? Kamu ada kenalan seorang babysitter dan ingin memperkerjakan untukku? kata Flint.
"Bagus, Flint." ucap Julie ketika mendengar percakapan mereka melalui earpods.
Ada. Kamu ingin memakainya? kata Kesha.
Bawakan dia ke kantor. Nanti akan kuberitahu ke Julie. kata Flint.
"Bagus, bagus." ucap Julie.
Baiklah. kata Kesha.
Babysitter itu siapamu? Temanmu? kata Flint.
Mmm.. dia.. iya dia temanku. kata Kesha.
Teman dari mana? Dari Paris? Tidak mungkin kan. kata Flint.
Dia tetanggaku dulu. kata Kesha.
Ohh. Aku ingin memeriksa beberapa berkas pekerjaan dulu. kata Flint.
Kamu membawa itu semua ke sini? kata Kesha.
Hey perjalanan bisnis itu untuk bekerja. Bukan untuk liburan. kata Flint.
Kenapa kamu membawa akta pendirian perusahaan juga? kata Kesha.
Hey bodoh. Akta pendirian perusahaan itu sangat penting. Jika seseorang mengambil ini dariku, habis sudah, aku tidak mempunyai apa-apa lagi. kata Flint.
"Bagus, Flint. Bagus. Teruskan, Flint." ucap Julie.
Oohhh. kata Kesha
Aku akan tidur di kamar itu. Jangan menggangguku. Oh ya, tolong bereskan semua kertas-kertas ini dan masukkan kembali ke dalam tasku. Moodku terlalu buruk untuk bekerja. kata Flint.
Ya, baiklah. kata Kesha.
"Well done, Flint." ucap Julie.
"Julie, ada yang ingin bertemu denganmu." kata Calvin saat masuk ke ruangan Julie.
"Siapa?" tanya Julie.
Orang yang ingin bertemu Julie pun masuk. "Si.. siapa Anda?" tanya Julie.
"Saya diberitahu kalau nona membutuhkan babysitter." kata orang itu.
"Ooohhh baiklah. Darimana Anda berasal?" tanya Julie.
"Dari sini juga. Saya tinggal di belakang stasiun." jawab si babysitter.
"Oohh baiklah, sebentar ya." kata Julie.
Julie pun segera meminta Pak John menjemputnya.
"Calvin, hubungi aku kalau ada sesuatu. Aku akan pulang dulu." kata Julie.
"Baiklah." jawab Calvin.
Julie bersama babysitter pulang ke rumah dengan mobil yang dijemput oleh Pak John.
"Ma, ini babysitter baru untuk Luke. Nanti mama akan dibantu sama dia." ucap Julie.
"Oohhh iya.. Luke nya lagi tidur." kata Sara.
"Oh ya, sus, kamu pulang hari ya soalnya tidak ada kamar lagi di sini." ucap Julie.
"Iya tidak apa-apa, Nya." jawab babysitter.
"Selama tidak ada saya, kamu jangan masuk ke kamar ya. Nanti semua kebutuhan Luke akan saya bawa ke luar." ucap Julie.
"Iya, Nya." jawab babysitter.
"Ma, ayo beberes untuk makan siang." Julie mengajak Sara ke dapur. Di sana sudah ada Bi Nola yang sedang memasak.
"Ma, bi, tolong awasi babysitter itu ya selama aku tidak di rumah. Kata Flint dia sudah bekerja 6 tahun lebih tapi aku tetap saja masih was-was." kata Julie berbisik-bisik.
"Iya, Nya tenang saja." jawab Bi Nola.
"Memangnya kamu dan Flint dapat dia dari mana? Bukannya kalian tidak mau memakai babysitter?" tanya Sara.
"Iya, Flint dapat dari temannya. Awalnya tidak mau tetapi Flint menyuruh untuk pakai saja. Tolong diawasi ya, ma." kata Julie.
"Iya tenang saja." kata Sara.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.