When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Maldives 4



"Apa?" tanya Flint dengan ketusnya.


"Aku merasa beruntung saat kamu datang di hidupku. Aku merasa lebih beruntung lagi ketka aku memiliki kamu. Dan aku merasa sangat beruntung ketika kamu selalu memperjuangkan aku."


Mendengar jawab Julie, Flint langsung menaruh alat makan dan segera memegang dadanya, mengusap dadanya. Dia berulang kali menarik nafas.


"Kenapa, Flint?"


"Kamu tau? Aku udah deg deg an setengah mati mendengar ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku. Ternyata kamu hanya bilang itu.."


"Hahahahahah."


"Kamu harus membalasku jika kamu merasa beruntung."


"Aku pasti akan membalasnya."


"Aku mau kamu membalasnya dengan kesetiaanmu dan tetap berada di sisiku sampai mati."


"Mm.. Tenang saja.." Julie mengangguk.


Flint kemudian berdiri. "Mau ke mana?" tanya Julie. Kemudian Flint membungkukkan tubuhnya, memegang kepala Julie dengan kedua tangannya dan mencium kening Julie.


"Don't ever you try to leave me." kata Flint. (jangan pernah kamu coba untuk meninggalkan aku.)


Julie mengiyakan Flint. Kali ini, baru dirasakannya perasaan tidak ingin kehilangan sosok Flint yang kini sudah menjadi suaminya. Sosok yang sudah menjadi pendamping hidupnya. Sosok yang selalu senantiasa menjaga dirinya, membahagiakan dirinya. Sosok yang berkata "Kamu bahagia, itu sudah lebih dari cukup bagiku." kepada dirinya. Dan satu satunya sosok yang ingin dia habiskan hidup bersama sampai ajal menjemputnya.


"Flint.." panggil Julie.


"Mmm..?" Flint menjawab dengan mulutnya yang dipenuhi makanan.


"Thanks for loving me." (terima kasih sudah mencintaiku."


Flint tersenyum dengan matanya yang menyipit. Sambil mengunyah makanan di mulutnya, Flint berkata "Aku senang.. bisa mencintaimu."


Setelah mereka menghabiskan makannya, mereka turun ke bawah yang merupakan pantai. Tidak ada orang karena sudah di pesan Flint. Julie lebih dulu duduk di pasir. Flint datang dengan membawa 1 botol anggur merah dan duduk di sampingnya.


"Belum pas kalau belum minum ini." kata Flint.


Julie hanya tersenyum.


"1 botol anggur merah tidak akan membuat kita mabuk." ucap Flint.


"Aku harus berterima kasih banyak kepadamu. Kamu selalu membahagiakanku dengan caramu sendiri. Dan kamu satu satunya orang yang selalu bisa melakukan itu." ucap Julie.


"Mm betul." Flint meneguk anggur merah. "Kamu harus banyak berterima kasih padaku."


"Katakanlah apa yang kamu inginkan."


"Bukankah sudah kubilang tadi?"


"Tidak ingin yang lain?"


"Tidak. Karena dari kesetiaanmu, aku dapet banyak." Flint kembali meneguk anggur merah.


"Dapet banyak?"


"Dari kesetiaanmu, aku bisa dapet perhatianmu, kasih sayangmu, bahkan aku bisa dapet tubuhmu."


"Untung sudah jadi suami.. Kalau belum, sudah kulempar botol itu ke kepalamu."


"Hihihihi.." Flint menyenderkan kepalanya ke bahu Julie. Julie mengusap usap kepala Flint.


"Ah rasanya aku ingin memperlambat waktu. Supaya bisa terus berlama lama bersamamu di sini." ucap Flint. Dia kembali meneguk anggur merahnya.


"Kamu meneguk terus.. sini berikan padaku."


Flint memberikan botolnya, "jangan banyak banyak."


Julie pun meminumnya. Glek.. glek.. glekk.. 3 tegukan. Flint mengangkat kepalanya. "Ah enak." ucap Julie. Kemudian Flint mencium bibir Flint. "Manis." ucap Flint.


"Ternyata lebih manis jika dari bibirmu." sambung Flint. Kemudian Flint melanjutkan ciumannya itu dan tangannya memegang tangan Julie yang sedang menggenggam botol.


**Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru**.