
Tanpa curiga, Julie pun turun hendak mengambil air dingin di dalam kulkas. Namun saat membuka kulkas, jrrerengg.. isi kulkasnya seperti surga. Beraneka ragam es krim, coklat, youghurt di dalam sana. "Heol.. daebakk!!!" pekik Julie.
Melihat pemandangan indah isi kulkasnya, Julie berlari menghampiri Flint di kamar. "Kamu membeli itu semua?" tanya Julie.
"Eh kok lari lari.. nanti kalo jatuh gimana? Ada baby loh di perutmu." jawab Flint.
"Kamu beli semua yang ada di kulkas?" tanya Julie.
"Iya.. semuanya aku beli khusus untuk istriku. " Belum selesai Flint berbicara, Julie sudah menuruni tangga untuk memakan coklat yang Flint beli. "Oh ya, aku beli itu semua inisiatif sendiri loh, hanya bermodal otak saja." sambung Flint.
"Lah mana orangnya... memang, niat baik tidak boleh diumbar. Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu.." Flint berbicara sendiri.
"Mana yang harus aku makan terlebih dahulu ya.." ucap Julie ketika melihat berbagai macam coklat yang tersedia di dalam kulkas.
"Ah aku makan yang ini dulu saja. Kalau youghurtnya.. hmm.. yang ini saja deh.." ucap Julie mengambil 1 batang coklat dan 1 botol youghurt.
"Jangan banyak banyak, Nya, makannya. Nanti kenyang, bentar lagi mau makan malam lho.." ucap Bi Nola.
"Iya Bi.. tenang saja.." jawab Julie.
Tidak lama kemudian, Flint keluar dari kamarnya dan turun menghampiri Julie yang asyik mengemil di ruang makan.
"Happy mommy, happy tummy." ucap Flint.
"Jadi tadi kamu ke supermarket?" tanya Julie.
"Iya." jawab Flint.
"Sendirian?" tanya Julie.
"Iya." jawab Flint.
"Kamu bawa turun hp kamu ga?" tanya Julie.
Julie membuka ponsel tersebut dan mengetuk layar seperti mencari sesuatu. "Sudah kuduga." ucap Julie kemudian.
"Kenapa?" tanya Flint.
Flint melihat layar ponselnya. Matanya maju sampai ingin keluar. Banyak artikel muncul tentang dirinya yang pergi ke supermarket tadi. Sampai sampai topik tentang dirinya menduduki jajaran 5 teratas. Tidak bosan bosannya penulis artikel menulis tentang dirinya, dan apapun topik dirinya selalu menjadi perbincangan hangat.
Mulut Julie pun berkomat kamit sambil membaca artikel. "Suami idaman.. memang dia itu suami idaman, tapi dia itu milikku.. Haish!! Tidak baik mengingini milik orang lain tau?!.. Apa-apaan ini? Kenapa lebay sekali? Memang tidak pernah melihat seorang laki laki berbelanja apa?"
"Eh.. tidak begitu.. artikel ini mengandung unsur melebih-lebihkan. Sudah, tidak usah dibaca." ucap Flint sambil mengambil ponselnya yang digenggam Julie.
Julie meneguk habis youghurtnya. "Ingat kata dokter, emosionalmu berpengaruh terhadap bayi." ucap Flint mengingatkan.
"Aku tidak marah." ucap Julie.
"Tapi?" tanya Flint.
"Aku senang." jawab Julie.
"Sungguh???" tanya Flint.
"Aku senang hanya sampai isi kulkas itu kosong. Setelah itu, kamu tau sendiri.." ucap Julie.
Ggrrr.. Sabar.. Flint.. Sabar... Julie sedang hamil.. Wanita hamil memang sensian.. Sabar... Aku hanya perlu memastikan bahwa kulkas itu tidak kosong.. Sabar.. Sabar.. Flint menguatkan dirinya sendiri. Dia menarik napas dalam dalam dan membuangnya. Menarik napas lagi, kemudian membuangnya. Dia lakukan itu berkali kali.
Eh tunggu, bukankah seharusnya Julie yang menarik napas dan membuangnya? Kan dia yang sedang sensi, dia yang sedang hamil. Kenapa malah aku yang melakukannya? Apa aku hamil? gumam Flint. Flint mulai gila.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.