
"Sekali. Sekali saja kok."
"Ya? Boleh ya?"
"Janji sekali aja abis itu udah."
Julie pun mengiyakan keinginan suaminya itu. Toh, mereka sudah sah menjadi suami istri. Mereka pun ke kamar, tetapi belum sampai pintu tertutup, Flint sudah melahap bibir Julie. Lalu dia membuka kemejanya dan kaos yang menutupi tubuh Julie.
Flint kemudian merebahkan Julie di ranjang, mulutnya asyik melahap bibir Julie sedangkan tangannya sibuk mencari pengait bra dan segera melepas bra yang menutupi 2 bukit sintal milik Julie. Dari bibir turun ke leher. Di dalam kegiatan bercintanya, Flint tidak lupa memberi tanda kepemilikan di sana.
Kemudian dimainkanlah 2 bukit sintal itu, memilin milin dengan jarinya, satunya lagi dia mainkan bersama lidahnya. Setelah puas bermain di sana, Flint pun turun ke bawah. Dia membuka celana Julie sampai tidak meninggalkan sisa.
Dimainkanlah inti Julie dengan lidahnya yang perkasa itu sampai membuat Julie mengerang hebat. Tidak basa basi lagi, Flint segera membuka gasper nya dan menurunkan celananya. Terpampang jelas keberadaan Mijul di sana. Kemudian dia memasukkan Mijul ke dalam inti Julie. "Aaahhh.." erang Julie.
"Jul..lie.. kita sudah sering melakukannyaa... kenapa punyamu... masih sempit sekali... ahahhh... ahh..." Flint berbicara terpenggal penggal.
Tidak mampu menjawab Flint, Julie hanya bisa mengerang, sesekali menggigit bibirnya saat Flint memaju-mundurkan Mijul. Dan akhirnya, "Aaahhh..." Mereka sampai di titik klimaksnya.
"Bercinta di siang hari, boleh juga." ucap Flint. "Lagi ya?" tambah Flint.
"Kerjanya kapan?" ucap Julie.
"Ya udah aku kerja sekarang. Tapi nanti malem lagi ya?" Flint bernegosiasi.
"Tenang saja, kapanpun kamu mau."
"Yes!"
Flint pun bangun dan segera memakai kembali pakaiannya. Begitu juga dengan Julie. "Oh jadi ini gambar kamu." ucap Flint ketika melihat hasil gambar Julie di meja.
"Iya. Bagus tidak?"
"Istriku memang berbakat dalam bidang apapun."
"Kamu juga."
"Kamu baru saja memuji kemampuanku di ranjang barusan?"
"Eh?"
"Kamu ingin lagi sayang?"
"Eh? Mana ada? Sudah sana bekerja." Julie membenarkan kerah kemeja Flint. "Kamu kok jarang pakai dasi sih?" sambung Julie.
"Iya aku pakai dasi kalau acara formal saja atau kedatangan tamu."
"Malas mengikatnya."
"Ya ampun kodemu itu loh."
"Aku tidak sedang memberikan kode. Aku benar malas mengikatnya. Kecuali kalau kamu mau mengikatnya untukku, tidak apa apa."
"Sudah sana pergi bekerja."
"Baiklah." Flint pun turun dan diantarkan Julie.
Saat sudah sampai pintu, "Sampai jumpa." Flint mencium kening Julie.
"Hati hati di jalan. Jangan ngebut. Jangan lupa pesananku." ucap Julie.
"Iya sayang."
Flint pun mengemudikan mobil dan meninggalkan pekarangan rumah. Selepas kepergian Flint, Julie pun hendak masuk kembali ke dalam rumah. Baru saja dia masuk dan menutup pintu, kedua mertuanya itu pulang ke rumah.
"Mama, papa. Flint baru saja kembali ke kantor." sapa Julie.
"Iya lama ya nungguin kita? Tadi kita mampir dulu ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan." jawab Sara.
"Oh pantes saja kalian lama pulangnya."
"Eh, Julie. Perasaan tadi pagi Mama tidak melihat itu." ucap Sara sambil menunjuk ke leher Julie yang ada tanda kepemilikan dari Flint.
Gosh, Flint!!! Kepergok.. Gimana ini? Malu sekali huhuhu!!
"Jangan terlalu jujur seperti itu, Sara. Flint kan segera ingin meneruskan keturunan Young. Kalau kamu mau, aku bisa memberikannya." sahut Key.
"Eheheh, ma, pa, aku kembali ke kamar dulu ya!" ucap Julie kemudian berlari kecil meninggalkan mereka.
"Semoga saja perut Julie cepat berisi." ucap Sara.
"Amin." jawab Key.
Sesampainya di kamar, Julie menutup pintunya rapat rapat. Kemudian menarik napas dan bersender di pintu. "Huh.. huh.. huh.. kepergok mama papa. Malu sekali!!! Awas aja kamu Flint." ucap Julie dengan menggertakkan gigi.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.