
Perlahan Flint mendekatkan mulutnya ke telinga Julie, "Sudah kubilang, akan sulit untuk keluar dari kamar ini kalau kamu sudah memasukinya." bisik Flint. Flint tersenyum licik, saking bahagianya hari ini. Dia tidak bekerja ke kantor dan ditemani Julie seharian di kamar.
"Kamu tidak lapar?" tanya Julie.
"Tidak. Sudah kenyang bermain dengan itumu."
Julie mencubit Flint tanpa ampun. "Aahh.. ahh.. lepas.."
"Aku lapar."
"Baiklah baiklah kita ke bawah."
Flint dan Julie bergerak ke arah pintu. Ketika membuka pintu kamarnya, mereka dikejutkan dengan kehadiran ART yang di tangannya sudah ada nampan berisi makanan.
"Katanya tuan Flint sama nona belum sarapan. Nyonya sama tuan besar pergi katanya ada pekerjaan. Kalo nona Audy pergi kuliah." kata ART.
"Baru saja kita mau turun. Terima kasih ya mbak." jawab Flint.
"Iya saya permisi dulu."
Flint kembali menutup pintu kamarnya dan bersiap melahap makanan yang dibawakan ART nya.
"Julie, hari ini kita jadi fitting ya. Sorean." ucap Flint di sela sela makannya.
"Ok."
"Aku juga sudah mencari wedding organizer. Kita serahkan saja semuanya ke mereka."
"Kamu sudah mencari gedung?"
"Gampang. Calvin pasti tahu banyak tentang gedung yang cocok."
"Calvin orang yang sangat handal ya. Beruntung kamu bisa memilikinya."
"Oh ya, kamu mau honeymoon ke mana?"
"Ke mana ya? Oh ya, aku ingin ke Maldives. Kita honeymoon ke sana saja."
"Baiklah. Kamu masih ingin kerja di Young Building? Tidak ingin membantu papamu di Gold Company?"
"Bolehkah?"
"Kenapa tidak."
"Kamu sudah mencarikan penggantiku di Young Building?"
"Belum. Aku akan serahkan ke Calvin."
"Aku akan membantu papa di Gold Company."
"Baiklah tidak apa apa. Kalau butuh bantuan kamu bisa meminta bantuanku."
"Kita akan sulit bertemu."
"Tidak masalah."
"Flint.."
"Ya?"
"Setelah menikah, apa aku masih bisa bekerja?"
"Tidak tahu. Menurutmu?"
"Aku ragu kamu akan mengizinkanku."
"Aku anak satu satunya, Flint. Kamu tahu itu."
"Iya, aku tahu. Aku tidak punya pilihan lain selain mengizinkanmu, kan?"
"Iya."
"Jadi untuk apa kamu bertanya?"
"Hanya ingin tahu isi pikiranmu."
"Kalau ingin bekerja, kamu tidak boleh lupa dengan kewajibanmu sebagai seorang istri."
"Siap, Yang Mulia!"
"Jadi, kapan kita akan menikah?"
"Tanggal berapa ya yang bagus?"
"Besok."
"Besok???? Yang benar saja."
"Hahahaha.. bagaimana kalau 2 minggu lagi?"
"Apakah bisa?"
"Bisa lah. Kamu siap?"
"Kenapa tidak?"
"Hahahaha aku suka dirimu yang seperti ini. Eh bukannya ada yang pernah bilang padaku kalau dia tidak ingin menikah dini?"
"Siapa ya?"
"Kamu!"
"Benarkah? Aku tidak mengingatnya. Yang kuingat adalah aku mencintaimu. Sangat sangat sangat mencintaimu."
"Wanitaku sekarang sudah pintar menggombal ya!"
"Hahaha habiskanlah makananmu."
"Kalau sudah menikah nanti, kita akan tinggal di rumahku."
"Rumahmu? Kamu mempunyai rumah?"
"Iya belum lama ini aku membelinya."
"Benarkah?"
"Iya nanti sepulang fitting aku akan membawamu ke sana."
"Kulihat lihat, sepertinya kamu sudah siap sekali menikah ya. Mulai dari rumah, wedding organizer, honeymoon."
"Iya aku sudah sangat siap sekali menikah. Kamu juga harus siap saat malam pertama tiba."
Gggrrrr. Bulu kuduk Julie berdiri.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.
Hai guys, Author baru saja menyisipkan 1 episode yang berjudul "Terima Kasih". Jangan lupa dibaca ya, guys🤗