When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Kakak dan Adik



"Setelah 22 tahun Kakak hidup, Kakak baru tahu arti nama Kakak sendiri."


"Hahahaha.. eh Kak, tujuanku ke sini itu untuk membahas calon pekerjaanku bukan membahas arti nama orang."


"Baiklah.. sekitar 2 bulan lagi, gedung perusahaan dan bandara sudah resmi digunakan. Itu artinya Young Airlines siap beroperasi. Apa kamu mau mulai bekerja saat hari itu tiba?"


"Sejujurnya itu masih terlalu cepat untukku. Aku masih belum tahu banyak tentang cara mengendali keuangan."


"Kamu kan akan bekerja sebagai pengendali keuangan di Young Airlines. Kamu hanya perlu meningkatkan kualitas pesawatmu agar bisa bersaing dengan pesawat pesawat yang sudah menduduki peringkat atas. Itu langkah pertama yang Kakak rencanakan bersama Calvin sebelumnya."


"Apa aku bisa melakukannya?"


"Kenapa tidak bisa? Untuk melakukan sesuatu itu tidak dilihat dari umur. Coba beritahu Kakak apa yang sudah kamu pelajari selama 2 semester kuliahmu."


"Tidak banyak. Baru teori teori dari tokoh ekonomi dunia."


"Teori itu bisa saja kamu terapkan di Young Airlines. Kakak juga bisa sampai di detik ini karena buku buku yang pernah Kakak baca."


"...."


"Papa kita itu orang yang hebat. Dan percayalah, kehebatannya itu menurun kepada kita."


"Tapi orang sepertiku kan harus banyak belajar dulu."


"Kamu akan membiarkan Kakak menjalankan Young Airlines sampai kamu selesai kuliah nanti?"


"Mungkin."


"Bagaimana mungkin? Sebentar lagi Kakak akan meluncurkan berita bahwa Young Airlines menjadi milikmu."


"Aku takut sekali, Kak. Bagaimana kau aku tidak bisa? Bagaimana kalau akhirnya gagal? Aku akan menjatuhkan perusahaan kalian yang sudah kalian bangun dengan susah payah."


"Kenapa harus takut? Kamu memiliki Kakak yang hebat. Papa yang hebat. Mama yang hebat. Kita semua ahli dalam ekonomi. Kita bisa membantumu setiap saat."


"Tapi 2 bulan lagi, Kak. Bagaimana kalau Kakak yang sedang kuliah semester 2 lalu mendadak harus bekerja mengendali keuangan perusahaan sendiri?"


"Dengan senang hati Kakak akan bekerja."


"Lagipula kan aku masih kuliah. Bagaimana bisa aku memegang perusahaan?"


"Kan Kakak sudah bilang. Ada Kakak yang akan membantumu disaat kamu sedang kuliah."


"..."


"..."


"Kamu mencoba saja belum.. Bekerja dengan memengang perusahaan itu merupakan pekerjaan yang sangat seru tahu. Memang banyak sekali masalah berdatangan, tapi kalau tidak ada masalah, pekerjaan ini terasa flat. Itulah yang membuat pekerjaan ini seru." Flint terus membujuk Julie.


"..."


"Apalagi namamu sendiri kan artinya itu kuat dan mulia. Kakak yakin kamu juga akan kuat menghadapi masalah di perusahaan nanti. Dan kamu akan menjadi pemimpin yang mulia nantinya."


"Baiklah, Kak. Aku akan memegang Young Airlines saat hari itu telah tiba."


"Akhirnya, Audy. Kamu memang cocok untuk memegang Young Airlines."


"Benarkah? Terima kasih, Kak. Kalau begitu aku pulang dulu. Pak John menungguku di parkiran."


"Tenang saja, Audy. Kakak akan selalu berada di sampingmu."


"Terima Kasih, Kak."


Audy pun berjalan menuju pintu ruangan Flint. Pintu itu sudah terbuka sebelum Audy mendekatinya. Tiba tiba, Flint menyebut namanya.


"Audy."


"Ya, Kak?"


"Apa kamu sudah mempunyai pacar?"


"Belum. Tidak usah mengejekku."


"Baiklah."


Audy kembali melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan itu. Flint mengamati kepergian Audy sampai semakin lama punggung Audy pun sudah tidak terlihat.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.