When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Marah



Maafkan saya tuan. Saya terpaksa karena nyonya muda sendiri yang meminta saya untuk merahasiakannya. Maafkan saya tuan. Saya merasa sangat bersalah. ucap Pak John di dalam hatinya.


Flint pun kembali ke kamarnya, menemani Julie tidur. Dia masih memikirkan tingkah Julie tadi saat memeluknya. Ini termasuk tindakan yang aneh tetapi wajar wajar saja jika Julie sedang kelelahan. Namun apa yang membuat Julie kelelahan? Bukannya dia hanya mengantarkan makan siang untukku? Dia juga tidak tidur larut malam, bangun juga tidak terlalu pagi. Apa karena menggambar? Tidak mungkin. Menggambar tidak akan membuat dia kelelahan seperti ini. Tapi karena apa? Apa ada sesuatu yang dia sembunyikan dariku? Tapi apa? Flint berpikir keras.


Tiba tiba Julie terbangun dari tidurnya. Melihat Flint sedang duduk di sampingnya, Julie memeluk perut Flint layaknya sebuah guling. "Sudah bangun?" tanya Flint sambil membenarkan rambut Julie.


"Em." Julie mengiyakan.


"Bagaimana kondisimu? Masih lelah?" tanya Flint.


"Sudah tidak." jawab Julie.


"Memangnya seharian kamu ngapain saja sampai membuat tubuhmu kelelahan begitu?" tanya Flint.


Deg. Apa yang harus kujawab???


"Tidak tahu. Tiba tiba aku merasa lelah." jawab Julie mengasal.


"Apa jangan jangan kamu anemia?" tanya Flint.


"Tidak. Aku tidak anemia. Di keluargaku juga tidak ada yang memiliki penyakit anemia." jawan Julie.


"Kamu kan tidak tahu. Lebih baik kita mengeceknya ke rumah sakit." kata Flint.


"Eh tidak usah. Aku sudah tidak apa apa kok." kata Julie.


"Bener?" tanya Flint.


"Iya.." jawab Julie.


"Eh sudah malam ya?" Julie segera bangkit dari tidurnya.


"Belum, sebentar lagi. Siapa tahu kamu mau makan. Kan abis tidur biasanya laper." ucap Flint.


"Oohh tidak. Aku belum laper." jawab Julie.


"Nanti mau makan di kamar saja? Biar aku ambilkan." tanya Flint.


"Tidak, tidak usah." jawab Julie.


"Yakin sudah baik baik saja?" tanya Flint.


"Iiiiiyaaaa." jawab Julie.


"Baiklah. Kalau kamu merasa ada yang tidak enak cepat beritahu aku. Kamu tidak boleh sakit sup.."


"Supaya aku bisa hamil? Kenapa sih Flint kamu selalu memikirkan anak? Belum genap 1 bulan kita menikah. Kamu sudah ingin punya anak. Aku capek Flint, aku capek. Kamu selalu menekanku untuk segera memiliki anak. Selalu saja anak yang ada di pikiranmu. Sedangkan aku sendiri takut kalau aku tidak bisa memberikanmu anak. Apa kamu tidak memikirkan itu? Bukannya kamu bilang kita harus menikmati waktu kita berdua terlebih dahulu?" Julie memotong pembicaraan Flint. Emosinya sedang meledak saat itu. Dia sangat marah dan saking marahnya dia menangis. Sara, Key, Audy yang berada di bawah pun bisa mendengar.


"Julie.. hey.. maafkan aku.. maafkan aku.. aku salah.. hey.. Julie.." Flint berusaha menggapai Julie tetapi Julie terus menghindar. Hatinya benar benar kacau sekarang. Sebenarnya ini semua bukan salah Flint. Akunya saja yang tidak bisa memberikan anak untuknya. Dan aku malah marah kepadanya. ucap Julie dalam hati.


Julie menyeka air matanya. "Lupakan. Maafkan aku sudah marah kepadamu." ucap Julie lalu kembali ke ranjang. Dia kembali membaringkan tubuhnya di sana, menutup tubuhnya dengan selimut serapat mungkin.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.