When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Tidak Pantas



"Aku akan melamar Julie malam ini."


"Goddamn. Aku tidak salah dengar, Flint?"


"Tidak."


"Jadi kamu memaksa Julie untuk makan malam di Grand Emerson itu karena kamu ingin melamarnya? Dengan ancang ancang Julie yang harus membayarnya? Oh my God ... "


"Hahahah bukan seperti itu kok .."


"Lalu seperti apa?"


"Tidak tahu."


"Ya! Kamu tidak ingin memberitahukan kepadaku?!?"


"Tidak."


"Ya! Haish.. kamu juga tidak meminta bantuanku?"


"Ti-dak."


"Apa kamu juga sudah tidak lagi menyayangiku seperti sedia kala?"


"Hahahahah tidak."


"Baiklah, detik ini juga aku mengundurkan diri. Izinkan aku untuk pergi dari sisimu."


"Tidak."


"Apakah tidak ada kata selain kata 'tidak' ?"


"Tidak."


"Ya!"


"Sudah hampir jam 7. Aku pergi dulu. See you tomorrow."


"Ya! Bagaimana denganku? Makan apa aku malam ini?" kata Calvin dengan suara yang agak kencang supaya Flint mendengar. Namun langkah kaki Flint sangat cepat sehingga dia tidak mendengar Calvin.


Flint menunggu Julie di lobi utama seperti yang sudah direncanakan sebelumnya. Kedatangan Julie memang agak terlambat. Walaupun begitu, Flint dapat memaklumi Julie karena pekerjaannya.


Tiba tiba Julie pun muncul dari kejauhan dan sedang berjalan menuju mobil mahal Flint.


"Aku tidak mau masuk ke dalam mobilmu kalau kamu ingin membawaku ke hotel yang mahal itu." Julie berbicara dari jendela kaca mobil.


"Tidak. Aku tidak akan membawamu ke tempat itu. Masuklah."


"Janji."


Julie akhirnya masuk ke dalam mobil dan Flint membawanya ke tempat yang ramai penuh jajanan di pinggiran kota.


Di sana, Julie dan Flint makan dengan porsi yang sangat banyak. Karena memang tempatnya penuh dengan jajanan dan mereka tidak bisa menahan diri. Ditambah lagi, dengan harga yang terjangkau dan aroma jajanan yang memancing keributan di perut mereka.


Malam itu, terlihat sekali Flint dan Julie menikmati waktu makan mereka. Mereka makan seperti orang yang sudah tidak makan puluhan tahun.


"Enak kan!! Tidak perlu lagi ke tempat mahal untuk memanjakan perut." ucap Julie.


"Makanlah. Jangan berbicara."


"Aku kira kamu tidak suka tempat ramai seperti ini."


"Tidak suka memang, tapi asalkan bersamamu, aku siap kemana saja. Apalagi.. ke surga"


"Hahahhhah gombalanmu terlalu klasik."


"Aku tidak sedang menggombal."


"..."


"Pipimu merah."


"Itu karena ini pedas!!"


Setelah mereka makan, Flint mengajak Julie untuk berkeliling sebentar. Selain penuh akan jajanan, tempat itu juga penuh dengan penjual yang menjual barang antik. Mereka berdua melihat lihat dan pandangan mereka tertuju kepada sebuah guci kecil.


Guci kecil itu bukan seperti guci pada umumnya. Kalau guci itu disentuh maka akan muncul gambar seorang laki laki dan seorang wanita yang berada di dalam bentuk hati. Merasa takjub dengan guci tersebut, Flint membeli 2 guci tersebut.


Tidak jauh dari tempat itu ada sebuah taman yang sangat sejuk dilihat. Taman itu tampak sunyi, namun dikelilingi lampu taman yang cocok dengan suasana malam itu.


Banyak juga pasangan kekasih yang duduk di bangku taman, menikmati indahnya rembulan yang menyinari malam itu, angin sepoi-sepoi yang berjalan ke sana ke mari.


"Duduk di taman itu yuk." ajak Julie.


"Sudah lama kita tidak berkencan." ucap Flint setelah duduk dan menghirup nafas segar di taman itu.


"Heh! Berkaca lah. Kita bukan umurnya lagi untuk berkencan tau. Sangat tidak pantas lagi untuk berkencan."


"Lantas? Umur seperti kita seharusnya ngapain?"


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.