
"Tidak, Flint. Aku tidak marah padamu. Aku marah dengan diriku sendiri!" ucap Julie.
"Ke.. kenapa?" tanya Flint.
"Sudah aku mau tidur." ucap Julie lalu membaringkan tubuhnya di ranjang dan memasukkan kakinya ke dalam selimut.
"Aku merasa ada yang kamu sembunyikan dari aku." ucap Flint.
"Tidak ada apa-apa. Tidurlah. Sudah malam." ucap Julie.
"Baiklah." ucap Flint. Flint hendak mengecup kening Julie namun Julie menghindarinya.
"Selamat malam, aku mencintaimu." ucap Flint.
Lagi lagi air mata Julie lolos dari pertahanan. Maafkan aku, Flint. Maafkan aku. ucap Julie.
Matahari mulai menampakkan dirinya, menerangi seluruh belahan bumi. Hari baru telah dimulai untuk semua umat manusia. Julie pun terbangun dari tidurnya.
"Sudah bangun?" tanya Flint yang sedang memakai kemeja.
Julie segera bangkit berdiri dari ranjang. Dia menghampiri Flint dan memeluknya dari belakang.
"Ada apa Julie?" tanya Flint.
"Maafin aku.." jawab Julie.
Flint memutar tubuhnya. "Maafin aku juga ya.." ucap Flint.
Pagi itu mereka mengawali harinya dengan berbaikan. Mereka turun bersama untuk sarapan. "Julie, sudah baikan?" tanya Sara.
"Sudah, ma." jawab Julie.
"Hari ini pada makan siang di rumah kan?" tanya Sara.
"Iya." jawab Flint.
"Baiklah."
"Aku berangkat ke kantor dulu ya." pamit Flint. Seperti biasa, Julie mengantar Flint sampai ke depan. "Istirahat yang banyak ya. Jangan sampai kelelahan seperti kemarin." ucap Flint.
"Iya." jawab Julie
"Kalau ada apa apa segera kabari aku." ucap Flint lagi.
"Iyaaa." jawab Julie.
"Aku pergi dulu."
"Iya hati hati. Jangan ngebut bawa mobilnya."
"Iyaaa.. Sudah sana berangkat."
"Daaahhh.."
"Daahhh hati hati."
Saat mobil Flint sudah meninggalkan rumah, Julie kembali masuk ke dalam. Kemudian dia memutuskan untuk mandi. Tidak sengaja dia melihat tubuhnya di kaca. Ada sedikit perbedaan di bagian perutnya. Perutnya terlihat sedikit membesar dari biasanya. Apa karena aku habis makan? pikir Julie.
Julie segera menyelesaikan mandinya. Setelah menyelesaikan mandinya, dia menghubungi dokternya. "Halo, dok. Saya Julie, pasien yang mengidap kanker rahim."
"Halo, iya Bu Julie. Ada apa?"
"Begini dok. Saya merasa perut saya memiliki perbedaan. Perut saya lebih membesar dari yang biasanya, dok. Tapi memang saya baru saja sarapan."
"Apa biasanya perut Ibu agak membesar ketika baru makan?"
"Kalau makan banyak sih iya dok, tetapi tadi saya tidak makan banyak."
"Menurut perkiraan saya, mungkin tumbuh benjolan atau biasa yang disebut tumor di dalam rahim ibu. Namun sekali lagi, ini hanya perkiraan saja ya bu. Kita tidak tahu kalau belum memeriksanya secara langsung."
Julie terdiam. Air matanya turun membasahi pipi.
"Halo, Ibu? Apa ibu masih di sana?"
"I..iya, dok."
"Baik bu, apa perut ibu terasa sakit?"
"Tidak, dok."
"Coba ibu tekan pelan pelan di seluruh bagian perut ibu. Apakah sakit?"
"Mm tidak dok."
"Baiklah, coba tunggu beberapa jam lagi, kita lihat apakah perut ibu mengecil atau tidak. Ibu bisa kembali menghubungi saya lagi setelah itu."
"Baik, dok. Terima kasih."
"Sama sama ibu, kalau ada apa apa, jangan sungkan untuk menghubungi saya. Saya setiap hari juga ada di rumah sakit kok bu, ibu bisa datang kapan saja."
"Iya terima kasih ya dok."
Tumor??? Belum saja aku melakukan pengobatan untuk kanker, dan sekarang sudah ada tumor???
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.