
"Iya aku sudah sangat siap sekali menikah. Kamu juga harus siap saat malam pertama tiba."
Gggrrrr. Bulu kuduk Julie berdiri.
Selesai sarapan, Flint dan Julie pun bermanja manja di atas ranjang. Tidak banyak yang mereka lakukan, hanya membahas percakapan yang random atau tidak membahas pernikahan yang akan digelar 2 minggu lagi.
Di rumah itu cuma ada mereka, ART dan satpam. Hingga petang, Sara dan Key belum kembali dari pekerjaan, begitu juga Audy masih kuliah.
Saking gabutnya di rumah, Flint dan Julie akhirnya memutuskan untuk bersiap siap menuju tempat fitting gaun yang sudah dipesan Flint.
Sesuai keinginan, Julie mencoba sebuah gaun putih yang bernuansa LED. Melihat calon istrinya dengan berbalutan gaun indah itu, jantung Flint terasa mau copot. Tidak menyangka, wanita cantik dengan balutan gaun LED itu akan menjadi istrinya. Julie tampak sempurna dengan perpaduan gaun LED itu seolah olah kesempurnaan ditakdirkan untuknya seorang.
"Oh my God. Tidak henti hentinya aku bersyukur memilikimu." ucap Flint yang sebelumnya mulutnya ternganga melihat penampilan Flint.
"Kamu juga tampak sempurna dengan jas itu." balas Julie.
Selesai fitting, Julie dan Flint mencari tempat makan. Sudah menjadi sebuah keharusan untuk Flint yang pecinta makan. Ke mana mana akan mencari makan, padahal sebelum pergi mereka sudah disuguhkan spaghetti oleh ART.
"Setelah makan aku akan membawamu ke rumahku." ucap Flint.
"Jauh tidak?"
"Tidak jauh dari Young Building."
"Baiklah."
Setelah makan Flint pun membawa Julie ke rumah yang baru dimilikinya itu. Julie sudah menduga rumah baru Flint akan berada di dalam komplek perumahan elit dan benar saja. Tidak sembarang orang bisa memasuki komplek itu, keamanannya sangat terjamin. Sampailah mereka di rumah Flint. Pagar terbuka otomatis setelah selesai men-scan plat mobil Flint.
Untuk menuju ke parkiran pun seperti akan memarkir mobil di sebuah mall. Flint tidak langsung memarkirkan mobil di pekarangan, tetapi setelah pagar terbuka, Flint pun turun ke bawah seperti mall mall pada umumnya. Dan sudah berjejer mobil sport Flint yang mahal itu.
Selesai memarkirnya, mereka ke luar dari mobil. "Kamu bisa memilih mobil yang kamu inginkan." ucap Flint.
"Benarkah? Bukannya calon suamiku tidak membiarkanku mengemudi sendiri?"
"Benar juga."
Dan untuk masuk ke rumah dari parkiran pun tersedia lift yang dapat langsung sampai ke rumah. Sesampainya di dalam rumah, Julie meneliti seluruh ruangan dengan mata indahnya. Ini rumah? Ini lebih pantas disebut istana.
Sudah ada 5 pelayan yang menyambut kedatangan Flint dan Julie. Flint tidak suka memiliki banyak pelayan karena jelas itu akan menganggu privasi rumah tangganya kelak.
Flint membawa Julie berjalan lebih lurus lagi, "Itu ruang makan, dan di dalamnya ada dapur."
Flint membawa Julie memasuki lift untuk ke lantai 2. "Memangnya tidak ada tangga?" sahut Julie.
"Ada. Tapi aku malas menaiki tangga."
Sesampainya di lantai 2, "Ini kamar kita." Flint membuka pintu kamar. Dan ya, ukurannya seperti sebuah landasan helikopter. Apakah itu terlalu berlebihan? Tapi kamar itu benar benar besar.
Design kamarnya tidak berbeda jauh dari kamar Flint di rumah orang tuanya. Setelah membuka pintu, terdapat ranjang king size, di sisi kiri ranjang hanya ada kaca jendela yang ditutupi gordyn seperti di rumah orang tuanya. Di depan ranjang ada sofa empuk dan di hadapan sofa ada TV yang melengkung.
Yang membedakan kamar Flint di rumah barunya dan di rumah orang tuanya adalah di sisi kanan Flint terdapat 2 pintu. 1 pintu untuk kamar mandi dan 1 pintunya lagi adalah walk in closet yang sudah diisi pakaian Flint. Walk in closet tersebut juga tidak kalah besar. Mungkin para pelayan akan kelelahan untuk menyapu dan mengepel ruangan itu, karena selain besar, walk in closet itu juga berbelok belok sampai ke dalam sekali. Mewah.
Di samping kedua pintu itu ada sebuah pintu yang berukuran lebih kecil. Setelah membuka pintu, kita harus menuruni tangga yang itu merupakan ruang kerja Flint. Meja dan kursi kerja sudah tertata rapi. Tempat itu dikelilingi rak buku bak perpustakaan. Flint tahu Julie suka membaca buku, itulah sebabnya Flint menyediakan buku dalam jumlah yang besar.
Setelah menelusuri kamar Flint, Flint membawa Julie keluar, "Itu kamar anak anak nanti." ucap Flint.
Julie melihat kamar itu tidak hanya 1-2 saja tetapi 5. "Lima???" Julie terkejut kejut.
"Hehehehe."
Julie melirik sebuah tangga yang menjadi penghubung lantai 1 dan lantai 2, lantai 2 dan lantai 3. Tangga berbentuk melengkung, keramiknya sebagian ditutup dengan red carpet. Pegangan tangganya pun terbuat dari emas. Ini benar benar seperti istana.
Flint membawa Julie ke lantai 3. Lantai 3 tidak banyak ruangan. Hanya rooftop yang dibatasi dengan kaca. Terdapat kolam renang dengan air yang jernih. "Kolam renang juga ada di lantai dasar." ucap Flint.
Kemudian Flint membawa Julie ke bagian belakang. Terdapat rumput rumput yang menjadi dasar kaki. Dan sudah ada teropong, tempat duduk bak di pantai. Setahu Julie lantai 3 di rumah orang tuanya itu juga terdapat teropong seperti di rumah baru Flint.
"Mama suka melihat ke luar angkasa dengan teropong. Karenanya, aku jadi suka." ucap Flint.
Flint membawa Julie ke lantai 1. Setelah lelah mengelilingi rumah yang besar seperti istana itu, Flint membawa ke ruang keluarga untuk beristirahat. Pelayan membawakan minuman dan cemilan yang pas untuk mereka saat itu.
"Ini lebih tepat disebut sebagai istana. Bukan rumah." ucap Julie.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.