
Malam yang pahit itu diakhiri dengan Flint mengantar Julie pulang ke rumahnya dan berkata "Terima Kasih untuk malam ini."
Berterima kasih bukan hanya sekedar ucapan telah diberikan barang atau pertolongan dari orang lain. Berterima kasih merupakan ungkapan syukur dan malam itu, Flint bersyukur atas kejadian pahit yang baru saja dialaminya.
Flint berniat pulang ke rumahnya. Namun, waktu masih menunjukkan pukul 21.30, dia tahu betul bahwa orang tua dan adiknya pasti belum tidur. Dia tidak sanggup mengatakan bahwa dirinya sudah "ditolak". Walaupun tidak terlihat, hatinya itu hancur. Sehancur-hancurnya. Dia memutuskan untuk kembali ke taman tadi yang dimana taman itu menjadi saksi atas "penolakan" yang dia terima beberapa menit yang lalu.
Kembali ke taman itu, namun tidak bersama Julie, melainkan bersama dirinya sendiri alias seorang diri saja. Duduk di tempat yang sama, dia mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan sebuah cincin. Cincin yang sudah dia pilih dengan harapan akan segera melingkar di jari manis milik Julie.
Dia mengamati cincin itu dengan tatapan yang sangat dalam. Dengan pikiran bahwa cincin itu tidak berada di tangannya sekarang, seharusnya cincin itu sudah melingkar di jari manis Julie. Dan malam itu seharusnya bukan menjadi malam yang pahit untuknya. Tidak terasa, air matanya lolos dari pertahanan, menetes dengan perlahan.
Walaupun begitu, dia berusaha menelan pahitnya peristiwa yang baru dia rasakan. Dia berusaha ikhlas dan berkata di dalam hatinya, "Cincin ini kupastikan akan melingkar di jari manismu, Julie. Walaupun bukan sekarang."
Kembali lagi dihadapkan oleh ujian di dalam hubungannya, benar saja kata kebanyakan orang; hidup tidak akan berjalan mulus seperti yang kita harapkan. Sebagus apapun rencana kita, seindah atau semewah apapun rencana kita, itu semua akan kalah dengan rencana Yang Maha Kuasa.
Hidup seorang manusia tidak luput dari ujian ujian yang diberikan olehNya. Begitu juga dengan Flint. Kali ini dia sedang diuji dalam hubungannya, apakah dia tetap setia menunggu Julie atau malah sebaliknya.
Huh kenapa aku merasa sedih sekali. Seharusnya aku senang bahwa kita masih bersama. Come on, Flint. Tidak mungkin aku akan terus bersedih terus seperti ini. Kemana jiwa kewibawaanku yang selama ini terpampang di diriku? ucap Flint dalam hati.
Tinggg. Sebuah pesan masuk ke ponsel mahal Flint.
Calvin.
Apakah berjalan dengan lancar?
Flint.
Tidak.
Calvin.
Tidak menggunakan tangan sakti-ku sih.
Flint.
Hahahaha kalau tahu begini aku menyesal tidak meminta pertolongan tangan saktimu ^^
Calvin.
Disaat yang bersamaan, Julie rupanya mengirim pesan untuk Flint.
Julie.
Sudah tidur?
Flint.
Belum.
Julie.
Sedang apa?
Tidak ada satu pun pesan yang bisa dibalas oleh Flint. Bagaimana bisa dia membalas pesan Calvin dengan menjawab bahwa dia benar ditolak? Begitu juga dengan Julie, bagaimana mungkin dia membalas bahwa kini dia berada di tempat dimana Julie secara tidak langsung menolak untuk menikah?
Tidak sampai 3 menit kemudian, Julie kembali mengirim pesan walaupun pesan sebelumnya belum dibalas Flint, hanya dilihat melalui notifikasi saja.
Julie.
Maafkan aku, aku sudah menyakitimu lagi malam ini. Kesalahanku sebelumnya saja belum kutebus tapi aku sudah membuat kesalahan lagi.
Jangan tidur larut malam, mimpi indah💙.
Flint membaca pesan itu. Sungguh, dia tidak menyalahkan Julie atas apa yang baru saja terjadi.
Flint.
Tidak apa-apa. Tidurlah, besok harus kembali bekerja.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.