When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Maldives



Malam itu, Julie sudah tidak perawan lagi. Dan dia merasa beruntung bahwa yang mengambil keperawanannya adalah orang yang sangat dia cintai yaitu Flint.


Sesungguhnya perjalanan mereka hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam saja. Namun para awak kabin tidak berani membangunkan Flint dan Julie pada saat mereka sudah mendarat.


Flint dan Julie terlelap sampai pagi dengan posisi yang saling mendekap. Jelas saja mereka tidak terbangun karena mereka memasuki jet jam 12 malam dan mereka tidur jam 4 pagi karena Mijul yang sulit untuk ditidurkan.


Mereka terbangun saat sinar matahari tidak sengaja menembus lewat kaca di jetnya. Julie bangun melihat jam tangan Flint menunjukkan sudah pukul jam 11 pagi. Julie hendak bangun ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. "Mau kemana sayang? Memangnya kamu bisa jalan?" tanya Flint.


"Aahhh.. Flint!! Parah kamu. Sakit sekali ini."


Flint pun tersenyum sumringah mendengar rintihan Julie. "Sini kubantu." Flint pun menggendong tubuh Julie dan membawanya ke kamar mandi. "Jangan lagi ya. Semalaman sudah cukup." was was Julie.


"Iya iya." Flint mencium kening Julie sebelum air meluncur ke tubuh mereka.


Mereka menyelesaikan mandi mereka dan seketika tersadar bahwa sebenarnya mereka sudah sampai dari subuh. Setelah itu mereka cepat cepat keluar dari kamar di jet. Mereka disambut dengan pramugari pramugara serta pilot yang menemani perjalanan mereka.


Flint dan Julie bersarapan di pesawat yang sudah disediakan pramugari/pramugara.


Untuk menempuh Maldives, mereka harus masuk ke pedalaman dan tidak mungkin menggunakan pesawat. Flint dan Julie pun menempuhkan perjalanan panjang dan akhirnya sampai di sebuah tempat yang menjadi penginapan mereka selama 7 hari ke depan.


Sesampainya di tempat penginapan, yang mereka lakukan adalah rebahan lagi di atas ranjang. "Apakah kamu benar benar tidak bisa berjalan sayang?" tanya Flint setelah Julie merebahkan tubuhnya.


"Menurutmu saja." jawab Julie.


Lagi lagi Flint tertawa terbahak bahak mendengar jawaban Julie. Buru buru dia peluk istrinya itu. "Maafkan aku istriku."


Mendengar Flint memanggilnya istri, adem sekali hati Julie dibuatnya. "Segera berkembang lah Flint junior." sambung Flint.


Di penginapan mereka terdapat jacuzzi yaitu perendaman air hangat. Julie sangat senang berlama lama di sana dan disusul Flint. Mereka berendam mesra di sana. Menikmati honeymoon mereka seolah olah dunia serasa milik mereka berdua.


"Habis ini ke Paris yuk." ajak Flint.


"Hah?? Serius? Ke Paris?"


"Iya."


"Kenapa senang sekali?"


"Terakhir aku ke Paris itu saat umurku 5 tahun. Aku kangen sekali sama tempat itu."


"Liburan? Atau sekolah?"


"Ya liburan lah. Ngapain jauh jauh sekolah ke Paris."


"Kamu ingat Kesha?"


"Ingat. Teman sekelasmu kan?"


"Iya. Dia ke Paris untuk melanjutkan sekolah melukis."


"Oohh.. kamu juga ke Amerika kan untuk melanjutkan sekolah."


"Iya. Kesha mantannya Edgar."


"Oohhh mantannya Edgar toh. Mereka putus karena Kesha ke Paris?"


"Sepertinya begitu. Kesha yang memutuskan Edgar, tapi Edgar melihat Kesha bermesraan dengan laki laki lain sebelum ke Paris."


"Oohh.. kasihan Edgar. Semoga dia dapat yang lebih baik lagi."


"Bagaimana dengan Audy? Kamu setuju tidak?"


Mata Julie kian melotot tajam. "Cocok."


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.