
"Ambigu sekali. Tapi yang jelas aku membutuhkan kamu bukan perusahaanmu."
————————————————————————
"Bagaimana? Sudah siap?"
Flint menjemput Julie untuk berangkat ke kantor di hari pertama Julie bekerja. Walaupun Flint sendiri yang menginginkan Julie untuk bekerja di perusahaannya, dia tidak bermaksud merekrut Julie hanya untuk memperbaiki hubungannya.
Ada rencana sendiri yang sudah dipikirkan dan dipertimbangkan oleh Flint untuk Julie. Dan dia membutuhkan Julie untuk mewujudkan rencananya itu. Kira kira apa rencananya?
"Sudah siap kok. Apa kamu tidak telat jika harus menjemputku seperti ini?"
"Tidak. Kamu kan orangnya tepat waktu. Aku juga orangnya tepat waktu. Jadi kita cocok."
"Hah. Apaan sih. Kok jadi cocok. Ga nyambung sekali."
"Nyambung dong. Kan kita memiliki persamaan. Itu sebabnya kita cocok."
"Tapi kan aku tidak sedang membicarakan kita cocok atau tidak."
"Tapi kan kita cocok."
"Aku tidak ingin kamu memutuskanku dengan alasan yang tidak masuk akal seperti kemarin waktu."sambung Flint lalu mengambil 1 tangan Julie dan mencium punggung tangan Julie yang putih mulus itu. Sementara 1 tangan Flint memegang setir mobil.
"Iya, Flint. Maafkan atas keegoisanku kemarin."
————————————————————————
Setibanya CV Julie di tangan Manajemen HRD di perusahaan Young Building, Julie lulus tes tahap pertama. Masih ada 2 tes lagi yang perlu diikuti Julie. Flint dan Julie sama sekali tidak ingin Julie memasuki perusahaan ternama itu dengan koneksi.
Walaupun mereka memiliki hubungan asmara, tetap saja mereka tidak ingin hubungan itu dijadikan alasan untuk mereka bertindak "curang". Julie memasuki perusahaan Flint sesuai dengan peraturan yang ada, tidak ada bantuan dari Flint.
Setelah memasuki ruangan untuk melaksanakan tes tahap kedua, bulu kuduk Julie seketika berdiri. Dia merinding.
Tes tahap kedua adalah wawancara. Ada 4 orang yang memberi penilaian terhadap tes wawancara tersebut. Orang orang tersebut adalah Presiden Young Building yaitu Flintstern Young, Ketua Tim Manajemen HRD dan dibantu oleh 2 asisten.
Dalam tes wawancara ini ke 4 orang bebas memberikan pertanyaan kepada calon karyawan namun biasanya hanya ketua HRD lah yang memberi pertanyaan sedangkan 3 orang lainnya menilai secara penuh.
Dari sekian banyak pertanyaan, ada beberapa pertanyaan yang menyuri perhatian Flint sebagai Presiden di perusahaannya itu.
"Mengapa kamu memilih bekerja di perusahaan ini? Padahal kamu bisa bekerja di perusahaan di tempat kamu berkuliah."
"Saya memang bisa bekerja di kota saya berkuliah, namun Young Building lah yang sudah saya incar sedari SMA bahkan saya sering berandai-andai akan bekerja di sini."
"Apa yang membuat kamu mengincar Young Building?"
"Karena Young Building merupakan perusahaan ternama dan sudah dikenal di pelosok dunia."
"Jika Young Building tidak punya nama, apakah kamu masih ingin mengincarnya?"
"Tidak."
"Mengapa?"
"Baiklah. Posisi apa yang kamu incar?"
"Karena saya pernah bergelut di bidang ekonomi akuntansi, maka posisi yang saya incar adalah di bidang keuangan."
"Baiklah. Walaupun saya yang mengelola orang, tetap saja keputusan ada di pimpinan perusahaan."
"Kamu yakin kamu mampu mengelola keuangan di perusahaan ini?" sahut Flint.
"Saya yakin saya mampu."
"Saya menerima kamu bekerja di perusahaan ini. Sampai bertemu lagi." jawab Flint dan segera meninggalkan ruangan.
"Selamat Julie. Kamu diterima bekerja di sini. Masih ada 1 tes lagi, jadi sekarang kamu boleh pulang dan mempersiapkan tes terakhir berupa presentasi besok." kata ketua Tim HRD.
"Baik, bu. Terima kasih atas bantuannya bu."
Julie pun bergegas keluar dari ruangan dan turun ke bawah. Tersisa 1 tes lagi untuk dirinya, yaitu presentasi dan dia ingin segera pulang dan menyiapkan bahan dan materi untuk presentasi besok. Di saat ketenangannya berjalan menuju pintu keluar, Flint menghampiri dan berjalan di samping Julie.
"Selamat nona manis, kamu berhasil melewati tes yang kedua."
"Hihi terima kasih tuan muda." nyengir Julie.
"Tapi tadi aku dengar bahwa kamu tidak akan mengincar perusahaan ini kalau tidak terkenal, betulkah?"
"Betul."
"Jadi kamu juga tidak akan mengincarku kalau aku tidak punya 'nama' ? Woho ho aku tidak menyangka jalan pikiranmu, sayangku."
"Mungkin kamu lupa karena sudah hampir 5 tahun lamanya. Biar ku perjelas. Kamu yang mengincarku, bukan aku."
"Woah. woah. Tinggi sekali percaya dirimu, pacarku. Lalu, mengapa kamu menerimaku?"
Julie menghentikan langkahnya. "Kalau aku bilang itu spontanitas yang tidak diinginkan, bagaimana?"
"Spontanitas yang tidak diinginkan?" nada Flint meninggi heran.
"Bukankah dulu kamu nembak aku secara spontan, sayang?"
"Iya tapi kan aku bilang hanya becanda."
"Artinya kamu tidak menginginkan itu bukan? Sama seperti diriku. Setelah kupikir pikir, kenapa aku bisa menerimamu? Dan semakin hari perasaanku semakin bertambah."
"Jangan berkata seperti itu. Aku masih belum punya anak."
"Hah????"
"Kata katamu bisa membunuhku. Kalau aku mati, siapa yang meneruskanku?"
"Kecuali kalau kamu mau kita buat anak sekarang." bisik Flint tepat di telinga Julie. Perkataan Flint berhasil membuat bulu kuduk Julie berdiri tegap alias merinding.