
"Goodnight, wifey. I love you." ucap Flint. Kali ini tidak mengecup kening Julie, melainkan mengecup bukit sintal Julie yang sudah penuh tanda merah merah karena Flint.
Mereka pun terlelap dengan posisi yang saling berpelukan sampai pagi hari. Sinar matahari berhasil menerobos ke dalam tirai jendela. Julie terbangun karenanya. Melihat posisi mereka yang saling berpelukan membuat Julie sulit bergerak.
"Flint.. bangun.. sudah pagi.." Julie membangunkan Flint tetapi Flint masih tidak mau bangun.
"5 menit lagi.."
"Bangun.. kerja.."
"Kan aku bosnya.."
"Mana katanya mau buat 8 perusahaan lagi. Kalo pemales begini, kapan jadinya?"
Mendengar ucapan Julie membuat Flint merasa ditantang. Dia bangkit dari tidurnya. "Ok. 8 perusahaan. Lihat saja." ucap Flint kemudian masuk ke kamar mandi.
Julie berhasil membangunkan Flint yang pemalas itu. Dia dengan pagi hari seperti bemusuhan. Julie mengambil bajunya yang berserakan kemudian memakainya.
Dia berinisiatif untuk membawakan baju yang akan digunakan Flint saat bekerja dari ruang walk in closet nya. Julie mengambil kemeja dan jasnya. Kemudian memilih dasi yang cocok serta jam tangannya. Dia kembali ke kamarnya dengan membawakan perlengkapan yang dia pilih.
Sesampainya di kamar, ponsel Flint berdering. Calvin meneleponnya. "Flint.. Calvin menelponmu.." kata Julie.
Tidak lama kemudian, Flint keluar dari kamar mandi. Dia menelepon balik Calvin dengan loud-speaker sambil Julie memakaikan baju kantornya.
"Ada apa, Calvin?" tanya Flint.
"Ada meeting 1 jam lagi. Kau di mana?"
"Masih di rumah."
"Cepatlah. 1 jam lagi."
"Ya, ya. Baiklah."
Flint memutuskan teleponnya. "Sarapan keburu tidak ya?" tanya Flint.
"Keburu. Santai saja." ucap Julie sambil mengikat dasi.
"Kamu mengambil dasi hari ini. Pas sekali aku ada meeting."
"Iya lah. Pintar kan aku? Eh Flint kalau aku tidak sarapan di bawah gimana?"
"Kenapa? Kamu sakit?"
"Tidak. Kamu lihatlah leher aku. Masih terlihat jelas merah merahnya."
"Hahhahaha karena itu?"
"Iya.."
"Hmm aku sih tidak tau. Tapi aku pernah dimarahi karena tidak ikut sarapan di bawah."
"Aku malu banget nih gimana.."
"Ya udah biarin lah mau gimana. Mereka juga pasti ngerti."
"Eh udah yuk ke bawah. Aku buru buru nih."
"Eh sabar aku tutupin dulu pake concealer. Kamu turun duluan aja."
"Kamu turun ya. Awas kalo ga turun."
"Iya."
Julie mencoba menutupi tanda merah di lehernya dengan concealer dan ternyata berhasil ketutup. Akhirnya dengan hati yang lega dia turun ke bawah. "Good morning.." sapa Flint ketika melihat Sara, Key dan Audy sudah duduk di meja makan.
"Morning.. dimakan nih rotinya. Julie mana?" ucap Sara.
"Sebentar lagi juga turun. Lagi ganti baju." jawab Flint.
Tidak lama kemudian, Julie turun dan menarik kursi di samping Flint.
"Aku ada meeting pagi ini. Jadi tidak bisa lama lama sarapannya." ucap Flint.
"Iya mama sama papa juga mau jalan ke taman." ucap Sara.
"Oh aku juga. Hari ini ada kelas pagi." sahut Audy.
"Baiklah kita semua tidak bisa berlama lama sarapannya. I'm done. Aku berangkat dulu ya. Bye all." ucap Flint.
Julie mengantar Flint ke depan pintu. "Aku pergi dulu. Kalau ada apa apa hubungi aku. Jaga diri baik baik, tidak ada orang di rumah." pesan Flint.
"Iyaaa."
"Nanti aku telepon kamu saat meeting selesai."
"Iya. Makan siang ke rumah atau aku bawakan ke sana?"
"Lihat nanti dulu deh. Belum tahu meeting nya selesai jam berapa."
"Baiklah."
"Bye. Jaga diri baik baik, i love you." Flint mengecup kening Julie dan masuk ke dalam mobil.
"Hatk hati."
Mobil Flint sudah meninggalkan rumah. "Julie.. mama sama papa juga pergi dulu ya." ucap Sara.
"Iya ma, hati hati."
"Kak aku juga mau ke kampus. Kakak tidak apa apa kan sendiri di rumah?" kata Audy.
"Iya tidak apa apa kok. Hati hati ya." ucap Audy.
Setelah semuanya pergi, Julie kembali masuk ke dalam rumah dan membereskan meja makan. Kok tiba tiba rasanya aneh ya.. gumam Julie.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.