When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Di Atap



Julie tidak pernah seperti ini. Seandainya telat, dia bilang habis dari toilet, dari toilet pun tidak pernah selama ini. ucap Flint di dalam hatinya. Flint tidak henti hentinya melirik jam di tangannya itu. Sampai dia menyerah, dia akhirnya menelepon Calvin.


"Calvin, coba kamu cari Julie di ruangannya. Kalau tidak ada coba di kantin. Ah tidak, pokoknya kamu cari dia di seluruh sudut perusahaan ini." ucap Flint yang tidak sabaran.


"Ba.." jawab Calvin yang terpotong karena sudah dimatikan oleh Flint. Hahaha, untuk apa aku capek capek mengelilingi 1 perusahaan bak negara Rusia ini kalau aku pemegang seluruh CCTV di perusahaan ini, hahahaah. ucap Calvin dengan ketawa jahatnya.


"Baiklah.. kita lihat CCTV di ruangannya. Oh tidak ada. Mari sekarang ke kantin. Oh tidak ada juga. Baiklah sekarang kita mulai dulu dari kepergiannya meninggalkan ruangan pacar tercintanya.. Benar dia memasuki lift. Hmm, seharusnya dia berada di ruangannya. Ah tidak! dia tidak turun di lantai dia bekerja. Hah, di lantai berapakah ini. Sebentar di zoom dulu. Hah, lantai 8? Bukannya dia bekerja di lantai 11? Ok mari kita lihat dulu apa yang bisa dia lakukan di lantai 8. Dia masih di lantai 8 sampai detik ini! Aku harus menghubungi bosku." Calvin berbicara sendiri. Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan. Atau, sudah lama tidak ada teman mengobrol?


"Halo, Flint! Sejak meninggalkan ruanganmu, Julie pergi ke lantai 8 sampai detik ini!" kata Calvin.


Setelah Flint mendengar hal itu, dia memutuskan teleponnya dengan Calvin tanpa mengucapkan satu kata pun.


"Huh, bilang terimakasih kek atau apa. Ini langsung dimatiin." eluh Calvin.


Sementara itu, setelah mendengar kabar tentang keberadaan Julie, Flint berlari meninggalkan parkiran menuju ke lantai 8. Walaupun sudah menggunakan lift, tetap saja dia merasa lama sekali untuk menggapai Julie. Rasanya dia ingin mengganti lift nya dengan lift yang memiliki kecepatan super.


Akhirnya setelah penantiannya yang panjang, lift yang ditumpangi Flint pun sampai di tujuan yaitu lantai 8. Dia berjalan dengan kepalanya yang tidak berhenti menengok ke kiri ataupun ke kanan untuk mencari Julie. Dan sampai lah pula matanya itu ke sosok wanita yang sedang berdiri membelakanginya. Flint mempercepat langkahnya itu.


Dia memutar tubuh Julie dan menanyakan banyak hal yang sudah memutar isi otaknya.


"Akhirnya aku menemukanmu. Sedang apa kamu di sini? Kenapa kamu tidak..." ucap Flint terhenti ketika melihat mata Julie yang terlihat seperti habis menangis. Julie menangis?


"Julie? Kenapa kamu menangis? Hey, kasih tahu padaku. Apa yang terjadi?" sambung Flint.


Julie tidak mampu menjawab 1 pertanyaan apapun dari Flint. Dia hanya bisa memeluk erat tubuh kekasihnya itu dan tidak sengaja air matanya lolos dari pertahanan.


"Hey.. Julie.. kamu kenapa? Kasih tahu aku.." ucap Flint.


"Aku bukan wanita penggoda kan?"


"Apa maksudmu?"


Flint melihat wajah kekasihnya yang penuh dengan air mata. Terlihat menyedihkan. "Ya iyalah Julie. Kamu bukan wanita seperti itu. Ada apa? Katakan padaku."


Flint membawa Julie ke atap yang tidak jauh dijangkau jika dari ruangannya. Mungkin pikirnya Julie akan merasa lebih baik di sana. Perlahan lahan, Flint tanyakan kembali pertanyaannya yang belum Julie jawab.


"Ceritakan padaku, Julie. Aku tahu ada sesuatu yang terjadi padamu."


"Aku hanya mendengar bahwa aku wanita penggoda yang menggodamu untuk bekerja di sini dan mendapatkan perlakuan khusus darimu."


"Kamu mendengarnya dari siapa?"


"Entahlah. Hanya gosip."


"Dimana kamu mendengarnya?"


"Dimana pun langkah kakiku berada. Aku mendengarnya."


"Kurang ajar!"


"Seharusnya aku tidak menangis karena tidak ada yang tahu juga hubungan kita seperti apa. Namun jika dipikir lagi, aku memang terlihat seperti wanita penggoda yang menggodamu untuk bekerja di sini."


"Omong kosong! Aku benci mendengar itu, Julie."


Flint mengeluarkan ponselnya dari saku celana. "Calvin! Urus segera orang orang yang sudah menggosipi Julie! Aku tidak mau tahu! Buat mereka kapok akan hal ini." perintah Flint di telepon.


"Kamu tidak harus melakukan itu." sahut Julie.


"Aku tidak suka ada sarang gosip di perusahaanku. Bahkan ini sudah jelas saat era papaku dulu. Aku tidak akan tinggal diam, Julie."