
Begitulah cara Flint dan Julie menjalani hari harinya saat berada di benua yang berbeda. Sesuai perkataan Flint yang mengatakan bahwa Flint akan pulang dan merayakan momen momen tertentu bersama seperti natal, tahun baru, wisuda Julie, Flint benar pulang bahkan sebelum hari ibu, Flint sudah tiba dirumahnya yang di Indonesie.
Suasana rumah Flint masih hangat seperti dulu, ditambah lagi teman teman Flint, Julie berkunjung kerumah Flint untuk melepas rindu mereka karena sudah setengah tahun lebih tidak bertemu sekaligus merayakan natal. Mereka semua sangat senang dan bersyukur karena Flint hadir ditengah tengah mereka dalam momen penting itu.
Begitu juga dengan Flint. Dia bersyukur karena bisa melewati momen penting itu bersama keluarga, Julie, dan teman yang lengkap. Hidupnya tidak pernah merasa sesempurna ini. Mereka meneguk wine bersama diruang keluarga rumah Flint setelah sesi tukar menukar kado.
"Hey Flint. Gimana kuliah di Harvard? Cerita dong." kata salah satu teman Flint.
"Tidak enak." jawab Flint.
"Serius?! Kenapa??" tanya salah satu teman Flint.
"Jauh dari kalian semua." jawab Flint.
"Hahaaaahahaha" penuh suara tawa diruangan tersebut karena candaan Flint.
"Serius lah Flint, kamu tidak pernah selucu ini dulu." kata salah satu teman Flint.
"Hahahha. Iya begitulah. Ada enaknya ada juga tidaknya. Enaknya ya universitasnya bagus, orang orangnya pada ramah, fasilitasnya lengkap. Kalo ga enaknya ya jauh dari kalian, kangen masa sekolah dulu, masih bisa becanda, main main, trus disana isinya orang orang yang selalu dimana mana belajar dengan penuh ambisi sedangkan aku belajar nya biasa aja, ga dimana mana harus belajar, gitu."
"Ya begitulah. Orang yang kuliah disana pasti orang yang serius belajar. Selamat berjuang sampai 4 tahun kedepan. Apa kamu ingin kuliah sampai S2 ?" kata salah satu teman Flint.
"Mungkin aku akan melanjutkan S2 disana, sambil menunggu Julie lulus. Namun aku rasanya sekarang sudah tidak sabar mau ikut gabung ke perusahaan Papa. Jadi lihat situasi dan kondisi nya saja nanti." jawab Flint.
"Kamu jadi kan ke Harvard?" tanya Flint kepada Julie.
"Jadi, Flint. Oh yaa nanti kalau ada pengumuman soal daftar atau tes gitu kasih tau aku ya." jawab Julie.
"Iya, paling 4 bulan lagi." jawab Flint.
"Oh ya sepertinya aku harus berpacaran dulu dengan Julie setelah sekian lama. Nikmatilah waktu kalian." sahut Flint sambil membawa Julie ke balkon rumah Flint.
"Adakah kata diatas kata siap? Itulah kata yang tepat untuk menjawab pertanyaanmu. Rasanya aku ingin ujian besok lalu ke Harvard bersamamu." jawab Julie.
"Hahahaa hebat sekali pacarku ini." jawab Flint sambil mengusap kepala Julie.
"Flint. Kamu bilang kamu akan S2 sambil menungguku? Itupun kalau kamu lagi tidak ingin langsung ke perusahaan?"
"Iya, benar. Kenapa?"
"Aku akan mengambil program 3,5 tahun di Harvard nanti. Supaya kamu tidak perlu menungguku dan bisa langsung ke perusahaan Papamu."
"Hahahaha tidak Julie. Aku S2 nanti supaya dapat ilmu lebih banyak lagi. Kalau soal menunggumu, itu seperti bonus untukku."
"Iya. Tapi aku tau kamu mau, sangat ingin sekali bisa langsung terjun ke perusahaan Papamu. Dan aku gamau kamu S2 karena menungguku."
"Aku S2 bukan menunggumu Julie. Karena aku ingin dapat ilmu lebih banyak lagi. Kalau soal menunggumu, kan aku udah bilang kalau itu seperti bonus dari S2 ku."
"Terserah apa katamu. Yang jelas nanti aku ingin mengambil program kuliah 3,5 tahun."
"Jangan Julie. Aku gamau kamu keteteran nantinya. Soal S2 itu masih aku pertimbangkan. Karena memang aku ingin cepat ke perusahaan Papa."
"Kamu S2 atau tidak aku akan tetap mengambil program 3,5 tahun."
"Juliee...."
"Aku benar benar ingin memutuskan sesuatu didalam hidupku. Dan inilah keputusanku. Aku benar benar ingin kuliah 3,5 tahun."
"Baiklah, Julie. Aku tidak akan menghalangimu dalam memutuskan sesuatu. Tapi jika kamu sudah memutuskan sesuatu, aku harap kamu bersungguh sungguh."
"Iyaa. Aku bersungguh sungguh akan hal ini."