
Dokter juga mengatakan bahwa berat badan Julie terlalu kecil untuk usia kandungannya. Namun hal itu sudah terlewati, Julie sudah tidak mual-mual lagi, dia sudah bisa memakan dengan porsi yang agak banyak, bahkan dia juga hobi ngemil selagi menjalani rutinitasnya yaitu menggambar.
Meskipun Flint ingin membuat perusahaan fashion / busana, dia masih tidak ingin mendirikan dalam waktu dekat ini karena dia ingin Julie fokus pada kehamilannya saja tidak dengan yang lainnya. Sementara itu, di meja yang biasa Julie gunakan untuk menggambar, kini sudah penuh dengan tumpukan kertas yang sudah dia gambar. Sudah berkali kali dibereskan hingga rapi, namun tetap saja berantakan karena banyaknya.
Ketika Flint melihatnya, dia hanya bisa geleng geleng kepala saja. "Tidak usah dipaksakan (mendirikan perusahaan) sekarang, kamu kan sekarang sedang memegang 3 perusahaan sekaligus. Ayok ke bawah. Aku mau minum susu." ucap Julie.
"Di Young Building aku dibantu oleh Calvin. Di Young Airlines aku dibantu oleh Audy. Di Young Hospital tidak banyak yang harus kulakukan. Secepatnya ya aku akan mendirikan perusahaan busana untukmu." ucap Flint sambil menuruni tangga bersama Julie.
"Bukannya kamu ingin mendirikan Young Culinary? Edgar sudah menunggu lama." ucap Julie berjalan ke sofa dan Flint ke dapur untuk membuatkan susu.
"Itu urusan Edgar dengan Audy. Aku hanya perantara mereka." jawab Flint.
"Aku juga tidak ingin mendirikannya (perusahaan busana) sekarang. Lebih baik kamu fokus pada kehamilanmu saja." sambung Flint seraya menuangkan susu bubuk.
"Kan aku hanya menggambar." ucap Julie dari sofa ruang keluarga.
"Lantas? Nantinya kamu tidak ingin menyaksikan proses pembuatan busananya? Peresmian gedung? Kamu tidak ingin bertemu langsung dengan penjahit busananya? Tidak ingin menghadiri peragaan busana karyamu?" kata Flint sambil menuangkan air panas.
"Oh iya ya, benar juga." jawab Julie.
"Dalam waktu dekat ini memang tidak. Tapi aku dan Calvin tidak sengaja membeli sebuah tanah untuk mendirikan perusahaannya. Calvin juga sudah membuka lowongan kerja untuk para pemjahit. Mungkin 4-5 bulan lagi perusahaannya resmi didirikan." jelas Flint sambil mengaduk susu.
"Terserah saja. Gambarku sudah siap tuh." ucap Julie.
"Kamu ingin menamai perusahaannya apa?" tanya Flint sambil berjalan membawakan susu.
"Tidak tahu. Aku tidak kepikiran 1 nama pun. Kamu saja yang memikirkan itu." jawab Julie.
"Aku sudah kepikiran beberapa nama. Young Scarlette atau Young and Scarlette?" tanya Flint.
"Aku pikir namanya akan Young Fashion." jawab Julie.
Julie meneguk susunya. "Scarlette Young saja? Apa kamu tidak biasa kalau nama 'Young' mu tidak berada di depan?" tanya Julie.
"Benar juga. Kamu kan sekarang sudah menjadi Mrs. Young ya." ucap Flint.
"Tapi terserahmu juga. Young and Scarlette bagus juga." ucap Julie.
Flint terus berpikir sementara Julie menghabiskan susunya. "Sudah habis (susunya). Kamu ingat usia kandunganku sekarang berapa?" tanya Julie.
"Oh iya, ini minggu pertama di bulan ini ya. Besok check up ya." ucap Flint.
"ih bukan itu." kata Julie.
"Lalu? Bukannya besok kamu harus check up?" kata Flint.
"Iya.. tapi kan dokter bilang semoga saja besok sudah bisa mengetahui jenis kelamin si baby." jawab Julie.
"Oh iyaaaa... hampir saja aku lupa. Apapun jenis kelaminnya, semoga dia mewarisi aku sepenuhnya. Sehat sehat ya di dalam.." ucap Flint sambil mengelus perut Julie.
"Dia menendang!" Mata Flint pun melotot tajam ketika merasa kena getaran dari perut Julie. Ini pertama kalinya dia merasakan tendangan dari dalam perut. Tandanya sang bayi merespon usapan Flint barusan.
"Oh iya aku lupa. Baby nya memang sudah bisa menendang tapi tidak sering." ucap Julie.
"Aku jadi ingin merasakan hamil." ucap Flint.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.