
"Iya, pak. Bapak sama ibu maunya apa? laki laki atau perempuan. " tanya dokter.
"Maunya kembar 5 dok.. heheehe.." ucap Flint.
Mendengar hal itu, dokter pun merinding geli dan hanya berpura pura tersenyum saja. "Tidak usah didengarkan. Pemimpin rumah sakit ini sudah gila. Flint sepertinya kamu harus mendirikan rumah sakit jiwa juga untuk dirimu berobat." ucap Julie.
"Hush!" pekik Flint.
"Ini vitaminnya. Diminum rutin ya bu. Sampai ketemu lagi bulan depan.." ucap dokter sambil memberikan resep.
Flint dan Julie keluar dari ruangan dan segera menebus vitamin. "Oh ya, lupa kabarin papa." ucap Flint.
Flint segera mengetik pesan untuk Key.
Flint.
Laki-laki.
Tidak lama kemudian, hanya berselang beberapa detik, muncul notifikasi pesan dari Calvin.
Calvin.
Cepatlah ke kantor. Ini mengenai perusahaan busana.
Membaca pesan itu, Flint mengernyitkan dahinya. "Ada apa?" kata Flint.
"Hah? Ada apa, Flint?" sahut Julie.
"Ah tidak tidak. Ayo ambil vitaminnya." ucap Flint terburu buru. Flint segera mengantarkan Julie ke rumah, "Bilang mama papa, aku tidak masuk terlebih dahulu. Aku langsung ke kantor." ucap Flint.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya Julie.
"Masih belum tahu. Kamu masuklah ke rumah. Selalu hati hati ya, perutmu sudah buncit." ucap Flint.
"Ok.. aku tau kamu sedang buru buru, tapi jangan mengebut." ucap Julie.
"Iya sayang." Cup. "Sekarang masuklah." ucap Flint. "Nanti siang aku makan di rumah." lanjut Flint.
"Ok, Bye." Julie melambaikan tangannya dan Flint melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.
"Semoga tidak terjadi apa apa." ucap Julie lalu masuk ke dalam.
Rupanya kepulangan Julie disambut hangat oleh Sara dan Key. Julie mengira Sara dan Key ada di kamar mereka tapi ternyata di ruang keluarga.
"Wah cucu pertama mama laki laki nih.." ucap Sara.
"Hehehe iya ma." jawab Julie.
"Oh ya, Flint mana?" tanya Sara.
"Ohhh.. eh ya Julie.. kamu alergi ikan salmon tidak?" tanya Sara.
"Tidak, ma. Ada apa?" Julie bertanya balik.
"Dulu pas mama hamil Flint dan Audy, mama hampir setiap hari makan ikan salmon yang sudah dimasak. Katanya bagus untuk otak si bayi.." ucap Sara.
"Hahahah tidak salah lagi kualitas otak Flint.." jawab Julie.
"Heyy Flint sekarang itu karena keturunan dari aku. 10% hanya dari ikan salmon." sahut Key yang tidak terima.
"Sudah Julie kamu naik saja ke kamarmu. Nanti mama buatin ikan salmonnya ya." ucap Sara.
"Tidak merepotkan kan, Ma?" tanya Julie.
"Tidak lah, sudah naik sana." ucap Sara.
Julie pun naik ke kamar.
Sementara itu, setelah membaca pesan dari Calvin, otak Flint terus saja berpikir keras. Menurutnya, tidak ada yang harus dibahas mengenai perusahaan busana karena memang Flint masih menunda untuk mendirikan perusahaan itu.
Sesampainya di kantor, Flint dengan cepat menaiki lift menuju lantai 60.
"Ada apa, Calvin?" tanya Flint.
"Sebaiknya kita bicarakan di ruanganmu." ucap Calvin.
Mereka berdua segera bergegas ke ruangan Flint.
"Kamu tahu, tanah yang kita inginkan, sebentar lagi akan dibeli orang lain." ucap Calvin.
Flint mengernyitkan dahinya. "Hah?" katanya.
"Iya. Kamu tahu tanah itu sudah strategis untuk didirikan perusahaan busana. Itu sudah sangat tepat, mana mungkin kita melepasnya begitu saja." jawab Calvin.
"Aku tidak akan melepasnya." ucap Flint.
"Kamu harus membelinya." kata Calvin.
"Sekarang? Hey kan kamu tahu Julie sekarang sedang hamil. Aku tidak mau sekarang." ucap Flint.
"Kalau tidak sekarang, kamu harus melepaskan tanah itu. Itu saja yang ingin aku sampaikan. Aku pergi." kata Calvin seraya meninggalkan ruangan.
"Aaargghhh..." erang Flint. Flint duduk di bangku kerjanya. Otaknya kembali bekerja untuk memikirkan solusi yang tepat dalam masalah ini. Tidak mungkin aku melepas tanah itu. Tapi kalau beli sekarang? Hmm... Otak... berpikirlah..
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.