When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Jenis Kelamin



"Aku jadi ingin merasakan hamil." ucap Flint.


Flint memang suami idaman. Setiap pagi dan setiap malam dia tidak pernah absen membuatkan susu untuk Julie. Bahkan pada saat awal kehamilan, Flint pun bisa ikut merasakan yang diderita Julie. Sebelum tidur, dia sering mengelus ngelus perut Julie, mengajak sang bayi berbicara, mencium cium perut Julie. Sudah menjadi ritualnya sebuelum tidur. Idaman sih idaman, tetapi? Ingin hamil juga?


"Yang benar saja, aku baru menemukan laki laki sepertimu. Yang ingin ikut merasakan hamil juga." ucap Julie.


"Aku penasaran rasanya hamil itu bagaimana. Aku bisa memegang perusahaan 3 sekaligus, membawa perusahaan semakin terdepan, menghasilkan ratusan juta perharinya, tapi aku tidak bisa merasakan hamil." ucap Flint.


"Biar aku saja yang hamil. Kalau kamu yang hamil, apa kata dunia? Hahahahah.." ucap Julie.


"Hahahaha sudah yuk kembali ke kamar. Baby nya mau istirahat .." ajak Flint.


Flint dan Julie kembali ke kamarnya. Sebelum tidur, seperti biasa Flint melakukan ritualnya. Dia memposisikan tubuhnya menghadap Julie, mengusap usap perut Julie, mengajak si bayi berbicara. "Dede, nanti mau punya adik berapa?" ucap Flint.


"Hush! Sembarangan! Lahir juga belum.." jawab Julie.


"Sebenernya aku sudah kangen bercinta denganmu. Tapi aku harus bisa menahannya sampai dede bayi lahir. Ya dede ya? Baik baik ya di dalam sana." ucap Flint.


Mendengar ucapan Flint, Julie semakin was-was. Bagaimana kalau Flint tidak bisa menahannya (bercinta) dan malah melampiaskannya ke wanita lain?


"Sabar ya, Flint.. kan aku hamil anak kamu juga.." ucap Julie.


"Tentu.. tidur gih.. sudah malam.." ucap Flint. Flint kemudian mengakhiri ritualnya dengan mengecup kening Julie.


Sampai di pagi hari, mereka sangat bersemangat untuk check up ke dokter kandungan andalan mereka di Young Hospital. Semoga saja hari ini mereka bisa mengetahui jenis kelamin si bayi.


Apapun yang berhubungan dengan Julie dan si bayi, Flint akan melakukan apa saja termasuk jadwal padat dari 3 perusahaan. Tidak segan segan dia menyingkirkan semua jadwal itu untuk pergi check u**p bersama.


"Ada apa kalian? Kok kayaknya seneng banget?" tanya Sara.


"Iya dong.. kita mau check up." ucap Flint.


"Doain ya semoga posisi dedenya pas buat melihat jenis kelaminnya." sambung Flint.


"Wahhh tidak terasa ya.. sudah bulan ke 4 ya??" ucap Sara.


Flint dan Julie tidak berharap banyak tentang apa jenis kelaminnya. Laki laki atau perempuan, dia tetap akan menjadi penerus Young dan tetap menjadi anak darah daging mereka.


"Ma, pa, Audy, aku sama Julie berangkat duluan ya... hiihiihi..." pamit Flint.


"Kabarin ya Flint kalau sudah tahu jenis kelaminnya. Begitu sudah tahu kalian cepat cepat telpon papa." ucap Key.


"Iya pa, tenang saja. Bye all." ucap Flint.


"Hey kenapa kamu antusias sekali?" tanya Sara.


"Cucu pertamaku. Mana bisa tidak antusias." jawab Key.


Sementara itu, Flint dan Julie berangkat ke Young Hospital. Karena rumah sakit itu milik Flint, dokter yang bertugas selama kehamilan Julie itu pun turut "membersihkan" jadwalnya agar bosnya bisa langsung masuk tanpa menunggu antrean yang panjang.


"Selamat datang.. bagaimana ibu, bapak? Sehat?" sapa dokter.


"Sehat dok." jawab Julie.


"Kita periksa baby nya dulu ya." ucap dokter.


Sambil menggerak gerakkan cursor, dokter sambil menjelaskan. "Bayinya sehat.. ini matanya.. ini hidung.. ini mulut... wah ini ada testis dan pen*snya. Bayinya laki laki, bapak, ibu." kata dokter.


"Wah laki laki ya dok?" ucap Flint.


"Iya, pak. Bapak sama ibu maunya apa? laki laki atau perempuan. " tanya dokter.


"Maunya kembar 5 dok.. heheehe.." ucap Flint.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.