When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Tabah



Sekarang Flint sudah mengetahui semuanya. Walaupun dia tidak bicara secara langsung bahwa dia kecewa, aku tahu betul terdapat kesedihan yang luar biasa di hati Flint. Aku belum bisa memberikan seorang anak untuknya, tidak tahu juga nanti apakah bisa. Yang jelas, aku bersyukur sekarang bahwa suamiku itu adalah Flint. Dia memberikanku kekuatan lebih untuk menerima kenyataan ini.


"Besok seharusnya aku melakukan kemoterapi." ucap Julie.


"Aku akan membawamu ke rumah sakit yang lebih terpercaya." kata Flint.


"Tidurlah. Kamu harus banyak istirahat." tambah Flint.


Setelah Julie tertidur pulas, Flint duduk ke meja dan mengamati hasil usg Julie. Dia masih tidak percaya dengan apa yang berada di depan matanya. Dia berharap itu salah. Sangat berat untuknya menghadapi kenyataan pahit ini. Dia memang tidak masalah kalau harus menunda punya anak, tapi bagaimana kalau rahim Julie tidak bisa menghasilkan anak nantinya?


Aku pikir setelah kita menikah, semuanya akan selesai. Aku akan hidup bahagia dengan Julie, merawat dan membesarkan anak bersama, menua bersama. Tapi ternyata tidak. Takdir berkata lain. Masalah muncul di usia pernikahan kami yang masih seumur jagung. Masalah yang tergolong berat untuk kami. Untuk aku yang menginginkan penerus Young dan untuk Julie yang berusaha memenuhi keinginanku.


Julie benar. Ini memang sangat berat untuk menerima kenyataan. Apalagi dirinya. Dia sendiri yang mengidap kanker ini. Seharusnya dia jauh lebih lemah dariku dan aku harus siap berada di sampingnya untuk menguatkan dia. Bukannya aku malah ikut lemah juga. Tapi aku tidak akan tinggal diam. Aku akan mencari dokter terbaik di dunia yang bisa menyembuhkan kanker Julie. Aku tidak akan membiarkan Julie terus merasakan sakit.


Flint memegang kertas usg itu dan melepaskannya kasar. Dia menyenderkan bahunya di senderan kursi. Dia kembali memegang kertas usg itu dan kembali melepaskan kasar. Beberapa kali dia ulangi tingkahnya itu. Identitas Julie tidak salah. Julie Scarlette Gray. 22 tahun. Perempuan. Alamat benar. Flint berusaha mencari kesalahan dalam hasil pemeriksaan itu. Tapi tidak ada 1 pun kesalahan yang ditemukan.


Dia kembali membaca identitas Julie. Tapi tetap saja dia tidak menemukan kesalahan. Ya Tuhan. Kalau seandainya ini hanya prank semata yang Julie berikan untukku, cepatlah buat dia sadar bahwa ini tidak lucu untukku. Tapi jika benar ini kenyataannya, aku akan menerimanya dengan lapang dada. Aku tahu Engkau maha pemurah dan maha pendengar. Aku yakin Engkau akan mendengarkan permohonanku. Kalau Engkau sudah memberikan penyakit ini ke tubuh Julie, bisakah aku meminta Engkau untuk mencabutnya kembali? Aku memohon kepadaMu dari hati yang paling dalam dan hanya kepadaMu-lah aku memohon dan meminta pertolongan.


Aku tahu Engkau tidak mungkin memberikan cobaan di luar batas kemampuan setiap manusia. Aku dan Julie akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa menghadapi cobaan ini tanpa keputusasaan tapi tolong segera bawa kami keluar dari cobaan ini. Aku dan Julie ingin hidup sehat sentosa, terbebas dari penyakit, segera dikaruniai anak dan menua bersama. Jadi aku memohon kepadaMu, berikan kami kesempatan untuk itu. Flint berdoa di dalam hatinya.


Flint sudah lebih tabah dari sebelumnya. Pelan pelan, dia menelan kenyataan yang pahit. Flint memasukkan kembali hasil pemeriksaan Julie ke dalam map besar. Dan dia baru sadar bahwa rumah sakit tempat Julie memeriksa perutnya itu di rumah sakit Medika.


"Medika? Sedang membalaskan dendamnya padaku atau apa?" Flint segera bangkit berdiri dari kursinya, merapikan kembali kemejanya dan akan kembali ke kantor.


"Flint? Kamu mau ke mana?" Julie terbangun.


"Julie.. aku harus ke kantor sekarang. Tidak akan lama. Jaga dirimu." ucap Flint kemudian mengecup kening Julie.


"Aku pergi." ucap Flint dan melangkah pergi dari kamar.


Ada urusan apa yang membuatnya buru buru ke kantor? gumam Julie.


Bersambung...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.