
Eh tunggu, bukankah seharusnya Julie yang menarik napas dan membuangnya? Kan dia yang sedang sensi, dia yang sedang hamil. Kenapa malah aku yang melakukannya? Apa aku hamil? gumam Flint. Flint mulai gila.
"Flint." panggil Julie yang menyadarkan Flint dari lamunan gilanya itu.
"Em?" jawab Flint.
"Kalau seperti ini, kamu boleh kerja hanya 15 menit saja." ucap Julie.
"Benarkah? Sungguh?" tanya Flint.
"Iya." jawab Julie.
"Yess!!" pekik Flint.
Eh tunggu, kok aku malah senang? Kalau aku boleh kerja 15 menit saja, itu artinya aku harus belanja makanan kesukaan Julie seperti hari ini? gumam Flint.
"Hmm.. Julie.. begini.. hmm.. anu.. kalau aku boleh kerja 15 menit saja, aku harus belanja seperti hari ini?" tanya Flint.
"Tentu saja." jawab Julie.
Plakk. Julie memang tidak menampar Flint menggunakan tangannya, tetapi jawaban Julie bagaikan sebuah tamparan keras bagi Flint.
Gawat.. bisa bangkrut aku kalo begini caranya!!! gumam Flint.
"Hmm.. Julie.. kalau begitu.. kalau aku belanja setiap hari.. uangku.." ucap Flint dengan gagap.
"Apa? Uangmu akan habis? Bukannya suamiku ini Flintstern Young yang memegang 3 perusahaan sekaligus? Bukannya per hari kamu dapat ratusan juta?" ucap Julie.
"Hahahah iya.. benar juga.. tentu saja.. Aku ini Flintstern Young. Uangku tidak akan habis sampai 7 turunan hahahahah." ucap Flint dengan berpura pura bahagia.
3 perusahaan memang di tanganku. Tapi kalau belanja setiap hari? Itu sih namanya pemborosan. Tidak tidak. Aku tidak boleh belanja setiap hari. gumam Flint.
"Eh tapi Julie.. sepertinya aku tidak bisa lagi belanja seperti hari ini. Akan banyak pekerjaan di esok hari. Lusa juga pekerjaanku banyak. Besoknya lagi juga banyak. Hmm gimana ya?" ucap Flint.
"Ya sudah tidak belanja. Bekerja saja." jawab Julie.
"Benarkah?" tanya Flint.
"Iya."
"Sebenarnya aku kapok belanja hari ini. Tapi semua terbayarkan saat melihatmu tersenyum lebar ketika membuka kulkas." ucap Flint.
"Benarkah? Kamu menyesal?" tanya Julie dengan hebohnya.
"Baguslah. Berarti aku berhasil. Kamu tidak boleh membiarkan Calvin bekerja sendirian terus terusan." ucap Julie.
"Siap. Laksanakan." ucap Flint dengan mengangkat tangan sebatas kepala alias memberi hormat.
Sara, Key dan Audy menghampiri mereka yang sudah mengambil tempat duluan di meja makan. Bi Nola dan beberapa ART lainnya pun menyajikan masakan untuk mereka yang sudah siap melahap makanan.
"Oh ya pa. Aku sudah mulai membangun gedung untuk perusahaan baru." ucap Flint.
"Young Culinary?" tanya Key.
"Bukan. Perusahaan mode busana." jawab Flint.
"Hah????" Sara, Key dan Audy terkejut bersamaan.
"Iya. Perusahaan yang bergerak di bidang busana. Aku akan memproduksi busana yang digambar oleh Julie." ucap Flint.
"Kalian bekerja bersama?" tanya Sara.
"Bisa dibilang begitu. Di kamar banyak sekali gambar Julie dan itu bagus bagus semua. Sayang sekali jika tidak aku realisasikan." ucap Flint.
"Wahh ide yang bagus. Sepertinya Flint memang tidak main main dengan perkataannya." ucap Key.
"Maksud papa?" tanya Audy.
"Kamu tidak ingat kakakmu ini pernah bilang dia akan membuat 10 perusahaan agar bisa mempunyai 10 anak." ucap Key.
Uhukk.. uhukk.. uhukk.. hmm.. uhukk... Julie batuk setelah Key mengucapkan kalimat itu. Entah keselek makanan atau karena itu respon spontan tubuhnya.
"Pelan pelan sayang makannya.." ucap Flint sambil memberikan gelas berisi air.
"Iya dong pa. Flintstern Young bukan laki laki yang main main dengan perkataannya." ucap Flint.
"Keturunanku memang tidak salah lagi." ucap Key.
Key dan Flint tos bersama.
Uhuk.. uhukk.. hmm.. Flint beneran akan membuat 10 perusahaan kah? gumam Julie.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.