
"Baiklah jadi kita bawa pulang ya."
Sepulang dari Ponts des Arts (jembatan gembok cinta), mereka mengakhiri "petualangan" hari itu dengan makan. "Paris terkenal dengan ratatouille nya. Sudah pernah coba?" tanya Julie.
"Belum, ayo kita coba."
Flint dan Julie akhirnya mendatangi salah satu restoran dan memilih ratatouille sebagai menu makan malam mereka. "Sudah aku bilang, makanan di sini itu enak enak." ujar Flint. Saking enaknya, Flint sampai menambah 1 porsi lagi untuk perutnya yang tidak kenal kenyang.
Selesainya makan, mereka berjalan kaki, menikmati udara malam itu, suasana malam yang belum pernah mereka rasakan, dingin tapi segar. Mereka benar benar menikmati masa berdua mereka sebelum nantinya bertiga. Saat di negara asalnya, mereka jarang menaiki kendaraan umum, tetapi beda dengan di Paris. Setiap ingin ke suatu tempat, mereka pasti menaiki kendaraan umum atau tidak jalan kaki saja.
Memang memakan waktu lebih lama, namun sepertinya mereka menginginkan hal itu agar bisa berlama lama "berkencan". Sampai tiba di hotel, Julie pun memilih untuk mandi setelah seharian berada di luar. Sedangkan Flint, sambil menunggu Julie mandi, dia pergi ke ruang gym. Karena dia dengar dari Julie kalau ratatouille itu mengandung 100-300 kalori dan dia tadi makan 2 porsi.
Tentu saja dia tidak ingin kehilangan tubuh sixpack nya yang selama ini sudah dia jaga. Di ruang gym, tidak banyak orang di sana, paling hanya 5-6 orang saja. Walaupun merasa canggung karena dirinya merupakan orang asing, tapi demi bentuk tubuhnya dan terakhir ngegym itu sebelum dia berangkah menikah, Flint akhirnya mengesampingkan rasa canggungnya itu.
Saat dirinya sudah asyik ngegym sampai keringat bercucuran di seluruh tubuhnya, tiba tiba ada segerombolan wanita mendatanginya.
"Hey, man. Do you need a friend?" (hey, man. Apakah kamu membutuhkan seorang teman?)
"Just alone?" (Sendirian saja?)
"Where are you come from?" (Dari mana kamu datang?)
"Your body is so sexy. I like it." (tubuhmu sangat seksi. Aku menyukainya.)
"Wanna sleep in my bed tonight?" (ingin tidur di ranjangku malam ini?
"oh, i'm sorry. I'm married." ucap Flint sambil menunjukkan jari manisnya. Flint pun beranjak pergi namun wanita wanita itu menahannya. (oh, maafkan aku. Aku sudah menikah.) Dengan cara centil seperti menempelkan 2 bukit ke dada bidang Flint.
"I like you no matter you are married or not." kata salah satu wanita. (aku menyukaimu tidak peduli kamu sudah menikah atau tidak.)
Wanita yang lain ikut menggodanya seperti memamerkan kedua pahanya, meraba permukaan kulit Flint.
Selesai mandi, Julie pun hendak menjemput Flint di ruang gym agar Flint tahu bahwa dirinya sudah selesai mandi dan sekarang gilirannya. Julie membawa 1 botol air minum dan handuk untuk Flint. Sesampainya di ruang gym, dari kejauhan Julie sudah melihat suaminya sedang digoda wanita asing. Dicengkeram kuat kuat barang yang berada di genggamannya. Kemudian dia melangkah mendekat suaminya.
Kedatangan Julie membuat mulut Flint ternganga dan matanya terbelalak. Flint takut akan menimbulkan kesalahpahaman.
Semakin besar mulut Flint yang ternganga setelah mendengar reaksi Julie.
"Sorry, yo**ur husband is trying to tempt us." (maaf, suamimu mencoba menggoda kami.)
"I'm very sure he won't do that. If you think so, i'm sorry, you are wrong, he is not teasing you all." (aku sangat yakin dia tidak akan melakukan itu. Jika kamu berpikir begitu, aku minta maaf kamu salah. Dia tidak sedang menggoda kalian semua.)
"Oh look at you, you need to take a bath, honey. Let's go back to the bedroom." ucap Julie sambil berpura pura mengelap keringat Flint dengan handuk yang dia bawa. (oh lihatlah dirimu, kamu harus mandi, sayang. Ayo kembali ke kamar.)
Julie membawa Flint keluar dari ruang gym. "Sayang, ini tidak seperti yang kamu pikiran. Aku cum.." Flint berusaha menjelaskan ketika mereka berjalan ke sebuah lift.
"Tentu saja aku tahu kamu tidak mungkin menggoda mereka. Ini minumlah." Mereka memasuki lift yang kosong, tidak ada seorangpun selain mereka.
"Tadi kamu sangat luar biasa. Aku saja sulit untuk keluar dari sana dan kamu seperti pahlawan yang membawaku keluar dari sana."
Julie tersenyum. "I hope so. You are a hero for me and i am a hero for you. We a hero for each other." (aku berharap demikian. Kamu seorang pahlawan bagiku dan aku seorang pahlawan bagimu. Kita pahlawan untuk satu sama lain.)
Flint memeluk Julie dan mencium kening Julie berkali kali.
"Iiiihhhh pergiiii. Kamu lupa? Aku baru saja mandi dan tubuhmu masih berkeringat." Julie mendorong dorong tubuh Flint namun apa daya, Flint memeluk erat tubuhnya, tenaganya kalah dengan tenaga suaminya itu.
"Tinggal mandi lagi. Apa susahnya?"
"Capeee.."
"Ya sudah aku yang mandiin."
"Iiihhhh.."
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.