
Hai, perkenalkan aku Kesha. Nama lengkapku Kesha Guererro. Kalian mungkin mengenalku sebagai teman SMA nya Flint, atau sebagai mantan kekasih Edgar, atau.. sebagai.. pelakor. Terserah kalian mau mengenalku seperti apa. Tetapi inilah aku.
Aku akan menceritakan kisah hidupku kepada kalian semua. Tapi, harus darimana aku ceritakan? Kisah hidupku yang pahit itu dimulai ketika kita semua sudah menyelesaikan Ujian Nasional. Bahagia bukan main rasanya, setelah 12 tahun aku bersekolah, aku dan teman teman seangkatanku akhirnya tidak bersekolah lagi.
Namun, sedihnya karena kita semua dipisahkan dengan tujuan universitas mereka masing-masing. Awalnya aku belum tahu ke mana tujuanku sedangkan semua teman-temanku sudah tahu, termasuk Edgar. Edgar yang dulu masih menjadi kekasihku, dia mengambil jurusan tata boga di salah satu universitas swasta terbaik di kota itu.
Karena saat itu, aku tidak tahu ke mana tujuanku, aku hanya berharap orang tuaku menguliahkanku di kota yang sama dengan Edgar. Kala itu, aku sangat mencintainya. Bukan karena dia jago masak, bukan karena dia tampan, tapi karena sifat gentleman yang dia miliki. Dia sangat memperlakukan aku sangat lembut, seperti barang antik, atau seperti ratu. Bagaimana aku tidak mencintainya?
Tapi itu semua aku tinggalkan ketika aku tahu kalau aku akan dikuliahkan di Paris. Ya, semuanya kutinggalkan termasuk perasaan cintaku terhadap Edgar. Orang tuaku menguliahkan aku di Paris karena orang tuaku memiliki seorang teman dan temannya itu menjamin kehidupanku saat di Paris nanti asalkan aku mau berpacaran dengan anaknya.
Di hari terakhir aku Ujian Nasional, anak teman orang tuaku itu datang menjemputku dengan mobil mewah. Dari parasnya terlihat seperti orang yang baru memasuki umur kepala 2. Dia bahkan mencium bibirku setelah aku masuk ke dalam mobilnya dan dia memakaikan seatbelt untukku. Aku melihat jelas ada Edgar yang saat itu melihat aksi orang itu. Orang itu menurutku sangat agresif tetapi semakin lama mengenalnya ternyata orang itu sangat mesum.
Orang tuaku hanya mengetahui bakatku di bidang melukis tetapi mereka malah memasukkanku ke perguruan tinggi kesenian. Aku bingung apa yang harus aku lakukan di sana, dan orang tuaku menyuruhku, tidak.. bukan menyuruh, tetapi memaksaku untuk menjadi model saja. Kenapa menjadi model? Karena temannya itu merupakan pemilik usaha di bidang busana.
Kalau aku menjadi model, mereka pikir aku akan berada di tangan yang benar yaitu di tangan temannya itu. Aku tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginan orang tuaku. Sebenarnya aku ingin sekali kabur dan ke negara asalku, tetapi aku tidak punya banyak uang. Untuk uang jajanku saja, mereka memberikan dalam jumlah yang sedikit.
Setelah aku tahu tentang orang tuaku yang menguliahkanku di Paris, tentang aku yang harus berpacaran dengan orang mesum itu, aku merasa hancur. Yang aku pikirkan hanya apakah orang tuaku sedang menjualku? apakah ini yang terbaik untukku? mengapa aku harus mengikuti semua keinginan orang tuaku?
Terlebih saat orang tuaku yang rela meminjam uang dari rentenir hanya untuk menguliahkanku di Paris. Rasanya aku ingin berhenti saja, tapi tidak mungkin. Orang tuaku bahkan sampai meminjam uang dari rentenir.
Untuk kuliah di sana sangatlah tidak murah. Uang pinjaman dari rentenir pun sangat besar, terlebih orang tuaku yang tidak bisa membayar sebelum tenggat waktu, itu mengakibatkan jumlahnya semakin besar.
Aku ingin mencoba membantu orang tuaku, karena kupikir semua ini terjadi karena diriku. Aku mengikuti keinginan mereka. Aku berpacaran dengan anak temannya itu. Anak temannya yang mesum itu.
Saat aku memutuskan untuk berpacaran dengan anaknya itu, dia langsung mengajakku pergi kencan. Di hari pertama kita berpacaran, dia mengajakku kencan di sebuah bar. Padahal berkencan itu bisa dilakukan di tempat lain seperti menonton film bersama, jalan-jalan di tempat yang romantis karena Paris banyak tempat romantisnya.
Dia malah mengajakku ke sebuah bar dan memesan 1 ruangan VVIP. Di ruangan itu hanya ada aku dan dia. Karena aku sudah mengetahui dia orang yang sangat mesum, jujur aku pun bergemeteran berada di ruangan itu. Dari dia yang terus meneguk bir, menuangkan bir ke gelasku sampai dia mencium bibirku.
Ciuman pertama dan keduaku direbut oleh orang mesum itu. Saat dia mencium bibirku, aku merasa sekali nafsu dari orang mesum itu. Nafsu ingin melahap seluruh tubuhku. Bibirku terus menerima serangan dari bibir dia yang terasa pahit itu karena alkoh*l. Sampai aku merasa kehabisan napas, aku melepaskan dia.
Hanya berjarak 1 detik dari aku melepas dia dari bibirku, dia malah mencium leherku. Rasanya sangat geli, tapi jujur itu nikmat. Dia dengan kasarnya memaksaku untuk meminum bir di gelasku. Alhasil birku bertumpahan ke pakaianku.
Dan kalian tahu apa yang dia lakukan? Dia membuka pakaianku dengan sekali tarikan. Lalu menuangkan bir dari botol ke atas tubuhku. Dengan nafsu yang membara, dia menghapus tumpahan bir dengan bibirnya itu. Walaupun kupikir dia sudah setengah mabuk, tetapi tenaganya luar biasa. Aku tidak bisa melepaskan diriku dari tindihannya.
Aku terus memberontak karena dia sudah berani memainkan 2 bukitku. Dia meremasnya, memilin bahkan menggigit put*ngku. Ini sudah tidak benar, aku seperti pelac*r yang dijual oleh orang tuaku.
Seketika dia melepaskan mulutnya dari tubuhku. "Jam berapa kamu pulang kuliah besok?" tanyanya sambil memakaikan kembali pakaianku.
Aku tidak bisa menjawab karena aku sangat takut sekali saat itu. Dia mengulang pertanyaannya dengan menyekokiku bir langsung dari botolnya.
Terpaksa aku menjawabnya dan dia bilang dia akan menjemputku besok karena ingin memberikan aku hadiah. Yang dipikiranku hanya satu, dia memberikan hadiah karena aku sudah bertelanjang dada barusan. Aku merasa diriku hancur, tubuhku sudah tidak suci lagi.
Dan keesokan harinya, dia benar menjemputku dan membawaku ke suatu tempat. Tempat itu seperti penthouse mewah, banyak pelayan dan penjaga di dalam tempat itu. Aku terus menerka-nerka hadiah apa yang akan dia berikan padaku. Dia membawaku masuk ke penthouse itu.
Lalu kalian tahu? Dia langsung menyerbu bibirku, melempar tas yang sedang aku pegang. Jari panjangnya memegang wajahku. Jujur, sentuhan yang dia berikan itu selalu membuatku luluh. Dia tidak menyentuhku secara kasar tetapi dia sangat lembut seperti laki-laki yang gentleman. Tetapi, lelaki gentlemen tidak akan berniat buruk pada wanita, bukan?
Dia membawaku ke sebuah kamar. Kamarnya sangat luas sekali, terdapat ranjang king size, sofa dan tv gantung. Dia segera mendorongku ke atas ranjang. Ah, aku sudah tahu apa yang dia ingin lakukan. Dia menindihku dan membuka pakaianku satu persatu.
"Mana hadiahku?" tanyaku saat dia memegang pengait bra-ku.
"Kamu benar-benar ingin hadiah dariku?" jawab orang mesum itu, seketika tangannya tidak jadi membuka pengait bra-ku. Tangannya menjulur ke bagian bawahku yang masih tertutup cd.
Ahh.. beginikah rasanya melakukan hubungan intim? Bahkan kami belum berhubungan, aku sudah merasakan nikmat dari sentuhannya.
"Aku akan memberikan hadiahnya sekarang. Tutuplah matamu." Dia menutup mataku dengan kain. Kedua tanganku diikat di tiang sisi ranjangnya. Aku menolak berkali-kali namun dia mencengkeram tanganku sangat keras lalu mengikatnya.
Dia membuka pengait bra-ku dan mencicipi kedua bukitku. Tubuhmu menggelinjang hebat saat menerima sentuhannya. Aku benar-benar seperti pelac*r.
Saat sentuhannya berjalan ke bagian bawahku, aku menyilangkan kakiku dengan erat supaya dia tidak membuka cd-ku. Dan kalian tahu? Dia tidak bisa membuka dengan tangannya sendiri tetapi dia mengambil gunting dan menggunting sisi kanan dan kiri cd-ku.
Dia memainkannya seperti sudah ahli. Entah aku wanita keberapa, sentuhannya memang benar-benar meluluhkan wanita. Aku berpasrah diri dengan apa yang dia lakukan kepadaku, kedua tanganku diikat olehnya. Keperawananku direnggut olehnya dan dia bilang ini hadiah. Murah sekali diriku, kan?
Setelah beberapa jam dia memainkan miliknya di dalam intiku, akhirnya dia mencapai klimaksnya. Tubuhnya terjatuh di atas tubuhku. Mulutnya masih aktif memainkan kedua bukitku sambil tangannya membuka penutup mata dan ikatan di tanganku.
"Ini yang pertama bagimu kan? Aku juga." kata orang mesum itu. Aku tidak yakin kalau ini semua yang pertama baginya. Lalu mulutnya mengeluarkan suara lagi.
"Aku hanya ingin bercinta denganmu."
Gosh, apa maksudnya? Dia mengatakan itu seolah-olah aku satu-satunya wanita yang dia cintai.
Ibarat kata pepatah dikasih hati minta jantung, sama dengan laki-laki ini. Dikasih sekali, minta lagi. Dia sering memintaku untuk memuaskan nafsunya bahkan dia tidak mengenal tempat.
Karena aku bersekolah di bidang modelling, aku memutuskan untuk magang di tempatnya dengan menggunakan koneksi antara aku dan dia. Dia merupakan pemimpin di tempat usaha ayahnya dulu.
Bekerja di tempat yang sama, membuatku harus bepergian bersama dia. Bahkan untuk meluruskan gosip miring, dia mengumumkan kalau aku ini kekasihnya kepada semua karyawannya.
Dan karena bekerja di tempat yang sama, laki-laki mesum ini tidak segan-segan menuntaskan hasratnya di dalam mobil di parkiran tempat kita bekerja, atau di ruangan CEO-nya. Kedua tempat itu menjadi saksi bisu percintaan kita.
Sejujurnya dia tidak memperlakukanku seperti seorang pelac*r. Dia memperlakukanku dengan lembut, dia sering memberikan blackcard nya kepadaku untuk berbelanja, dan terkadang aku merasa dia orang yang romantis dan protektif.
Dia selalu membukakan pintu mobil untukku dan tangannya selalu berada di atas supaya aku tidak kejedut, dia sering membawaku ke tempat makan yang romantis atau kalau salah satu dari kita harus lembur, dia memesan makanan dan kita makan di ruangan CEO-nya.
Namun dia sangat tidak suka kalau aku memakai rok span saat bekerja, bahkan dia mengusir orang yang berjenis kelamin laki-laki saat aku sedang gladi bersih pertunjukan busana. Kalau ada laki-laki yang melihat lekuk tubuhku, pasti yang terkena hukuman itu aku. Hukumannya tidak lain adalah di atas ranjang.
Karena dialah, aku menjadi model terkenal di Paris. Banyak perusahaan menawari aku untuk menjadi model mereka, tetapi kembali lagi kepada laki-laki protektif itu. Dialah yang memilih perusahaan mana yang boleh aku ambil tawarannya dan dia tidak segan-segan menolak perusahaan yang tidak boleh aku ambil dengan alasan pemimpinnya itu mesum, suka 'pegang-pegang'.
Entah apa status hubungan kami, yang jelas kita tidak pernah menyatakan perasaan kita kepada satu sama lain. Tidak ada status yang mengikat di antara kita. Aku hanya merasa nyaman dengannya, dan begitu juga dengan dia. Aku rasa dia hanya nyaman dengan tubuhku.
Sampai akhirnya, rentenir mendatangi rumahku saat dia mengantarku ke rumah. Dia bertemu dengan rentenir itu dan aku juga sulit menjelaskan situasi ini. Memang perbulannya aku membayar utang orang tuaku, namun tetap saja itu tidak akan berakhir. Utang orang tuaku terus bertambah karena bunganya.
Akhirnya aku menjelaskan semuanya dari rentenir sampai aku merelakan tubuhku padanya. Terlihat jelas sekali di wajahnya kalau dia merasa bersalah. Dia ingin membayar semua utang dengan rentenir itu, aku berterima kasih padanya. Bahkan sekalipun dia menjual semua pekerjaannya, itu tidak mampu melunasi utangku.
Aku tidak ingin menjadi bebannya lagi. Aku memutuskan akses dia untuk bertemu denganku, aku berhenti dari tempat kerjanya dan kembali ke negara asalku. Dia terus mencariku tetapi dia tidak tahu kalau aku pulang ke negara asalku.
Sesuatu yang berbeda terjadi. Di negara asalku, tidak ada lagi orang yang mengantar-jemputku, makan bersamaku, dan tidak ada lagi orang yang membiayaiku. Aku memulai hidupku yang baru dengan melupakan yang ada di Paris.
Aku menerima posisi desainer utama di tempat Flint bekerja. Karena Flint juga aku menerima gaji tetap yang cukup untukku bertahan hidup namun tetap saja, utang itu tidak pernah lunas.
Sampai akhirnya aku tahu kalau Young Scarlette itu merupakan usaha Flint dan istrinya yaitu Julie. Di hari pertama Julie bekerja, pasangan suami istri itu berjalan melintasi lobi menuju ke ruangan CEO. Aku sungguh iri dengannya. Aku pernah merasakan itu saat aku bekerja dengan laki-laki di Paris itu.
Tapi apa dayaku, kini aku bukan di Paris lagi. Baru beberapa jam Julie bekerja, dia menurunkan posisiku yang jelas gajiku juga akan berkurang. Aku sangat tidak terima dan memberikan perlawanan. Sebelum ada Julie di Young Scarlette, hidupku tentram tentram saja di bawah kepemimpinan Flint.
Dari situlah aku ingin menyingkirkan Julie dan mengembalikan ketentraman di dalam hidupku. Namun tiba-tiba, aku hamil. Tidak lain itu adalah anak dari laki-laki ku yang di Paris itu. Dia tidak mau memakai pengaman saat berhubungan badan denganku jadi akulah yang meminum pil KB.
Sampai tiba di negara asalku, aku lupa meminum pil KB dan tiba-tiba aku hamil. Aku sangat bingung, apa aku harus kembali ke Paris? Tapi otakku tiba-tiba mengeluarkan pikiran yaitu menggunakan kehamilan ini untuk menyingkirkan Julie.
Setiap aku mencoba menyingkirkan Julie, aku selalu gagal. Malah aku yang mendapat kata-kata pedas yang keluar dari mulutnya. Kata-kata yang mampu menjatuhkan aku serendah mungkin. Dan tiba-tiba, aku keguguran. Bayi dari laki-lakiku di Paris meninggal.
Dari aku tiba di rumah sakit, sampai aku tiba di ruangan operasi, aku terus memikirkan laki-laki itu. Bagaimana kalau dia tahu aku hamil anaknya, apa dia akan senang? Bagaimana kalau dia tahu anaknya meninggal? Apa dia akan sedih?
Itulah kisah hidupku yang bisa kuceritakan. Aku memang Kesha yang kalian tahu, dan itulah aku. Aku tidak menyangkal kalau aku ini *******, wanita murahan, dan perusak rumah tangga orang. Tapi kalian tahu? Seberapa besar usahaku untuk merusak rumah tangga mereka, rumah tangga mereka tidak pernah rusak. Ternyata mereka mempunyai fondasi yang kuat.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.