
"Calvin! Aku sudah tahu apa yang harus kulakukan."
Setelah mengatakan hal itu, Flint pun segera pergi tanpa memberitahukan Calvin kemana dia pergi.
Calvin sendiri pun juga tidak tahu keputusan apa yang telah Flint ambil. Kini, yang mengetahui keputusan itu hanya Flint dan Tuhan.
Lain halnya dengan Flint, setelah dia tahu keputusan apa yang akan dia ambil, dia segera melangkahkan kakinya bergegas ke parkiran. Flint menancapkan gas dan menuju ke sebuah tempat.
Rumah Julie. Ya, tempat itu adalah rumah Julie. Setelah menemukan ide yang cemerlang itu, Flint segera ke rumah Julie tanpa membawa Julie nya. Dia kesana seorang diri.
Flint hanya berharap bahwa di rumah itu ada orang tua Julie. Sesampainya di sana, Flint menekan tombol dan dibukakan langsung oleh mamanya Julie, Liza.
"Flint, ada apa? Tumben siang siang begini datang?" sambut Liza.
"Om Gio nya ada tante?"
"Ada, Flint. Mari masuk."
Flint ditempatkan Liza di sebuah ruang tamu sederhana mereka. Liza pun memanggil Gio untuk segera ke ruang tamu.
Kini mereka semua duduk berkumpul di ruang tamu. "Ada apa, Flint? Kamu mencari om?"
"Begini om, aku ke sini mau bicara soal Gold Company."
"Untuk apa dibicarakan, Flint? Perusahaan itu sudah tidak ada."
"Masih ada kok, om."
"Maksudnya apa ya, Flint? Om sama sekali tidak mengerti."
"Jadi gini, om. Saat Om menyerahkan perusahaan itu sebagai jaminan atas semua utang yang om punya, aku menyelamatkan perusahaan itu dengan tujuan nantinya akan kuberikan untuk Julie dan Julie yang akan memilikinya. Namun ternyata, Julie tidak menginginkannya. Dan aku sudah tidak bisa menyimpannya lebih lama lagi.
Untuk itu, aku datang ke sini untuk memberikan langsung Gold Company kepada pemiliknya."
"Jadi perusahaan itu masih ada? Wahh.. syukurlah.. Terima kasih banyak Flint!!"
"Sama sama, om. Segala berkas pemindahan kepemilikan akan Flint urus sepulang dari sini, om.
"Sungguh? Terima kasih ya Flint.. Akhirnya om tidak pengangguran lagi. Om sekarang bingung harus membalasmu dengan apa."
"Aku tidak membutuhkan balasan kok, Om. Aku melakukan ini hanya untuk membantu om dan keluarga."
"Terima kasih ya, Flint. Terima kasih banyak!!"
"Julie belum mengetahui hal ini.."
"Biarkan Julie yang memutuskan saja ingin tetap bekerja di Young Building atau membantu om di Gold Company."
"Iya, om. Ada 1 hal lagi yang ingin aku sampaikan."
"Ada apa, Flint?"
"Beberapa hari yang lalu, aku berencana melamar Julie. Tapi setelah kutahu dia tidak ingin menikah dini, aku mengurungkan niatku untuk melamarnya."
"Oh ya? Ada apa ya dengan anak itu.."
"Dia masih ingin bekerja untuk kalian. Semoga dengan kembalinya Gold Company, Julie akan berubah pikiran dan kami bisa meneruskan hubungan ke jenjang yang lebih serius lagi."
"Terima kasih, Flint. Kamu ada niat serius dengan Julie. Hanya saja dia masih bodoh, tidak bisa melihat keseriusanmu. Om sangat bersyukur sekali anak perempuan satu satunya om, harta om yang paling berharga, akan jatuh kepadamu."
"Sama sama, Om. Itu hal yang ingin Flint sampaikan pada Om hari ini. Karena masih jam kerja, Flint harus kembali ke kantor."
"Oh iya. Iya, Flint. Terima Kasih banyak ya. Tuhan akan membalas kebaikanmu."
"Sama sama, Om. Aku pergi dulu ya."
"Iya hati hati di jalan, Flint."
Baru saja Flint masuk ke dalam mobilnya dan memakai seat-belt. Ponselnya berdering. Ada yang menelepon dia. Flint mengangkatnya dan, "dimana kamu?"
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.