
"Iya lagian kalo tinggal di rumah baru kan ga enak, sepi, ber 2 doang. Lebih enak di rumah mereka, rame. Kalau gitu kita pulang dulu ya, ma, pa." tambah Julie.
"Eh kamu tidak ingin mengambil barangmu untuk dipindahkan ke rumahku?" tanya Flint.
"Oh iya ya."
Julie pun naik ke kamarnya dan disusul Flint. Dia mengambil apa saja barang yang harus dipindahkan seperti baju, tas, make up, sepatu dan lain lain. Kemudian mereka turun dan pamit pulang.
"Ma aku sama Flint pulang dulu ya." pamit Julie.
"Iya sampai jumpa." kata Liza.
"Hati hati." kata Gio.
Julie dan Flint pun kembali ke rumah dan mendapati Sara, Key dan Audy sedang menonton tv bersama di ruang keluarga.
"Eh kalian sudah pulang." sapa Sara.
"Iya, ma." jawab Flint.
"Flint besok memangnya kamu sudah mulai bekerja?" tanya Key.
"Iya. Young Building sudah merindukanku." jawab Flint.
"Baiklah, besok papa juga akan bekerja."
"Di Young Airlines?"
"Di Young Corporation." jawab Key.
"Jadi papa akan bekerja di 2 tempat?" tanya Flint.
(Young Corporation itu merupakan perusahaan yang terdiri dari Young Building dan Young Airlines serta perusahaan perusahaan lain yang akan dirintis Key atau Flint atau Audy.)
"Iya."
"Coba saja kalau papa bisa. Memangnya tubuh papa bisa dibagi menjadi 2?"
"Ada Calvin dan kamu. Ditambah lagi member baru kita, Audy. Pasti akan terasa mudah."
"Baiklah."
"Tidak pernah penasaran. Tapi kalau dikasih kesempatan, aku tidak mau kalah hebat dengan papa. Aku dan Julie naik dulu."
"Daebak! Kakak memang yang terbaik!" ucap Audy.
"Lihatlah anakmu. Turunan persis dengan dirimu. Dia seperti cloning-an nya kamu." ucap Sara kepada Key.
"Aku merasa seperti bersaing dengan diriku sendiri." ucap Key.
Sementara itu, sesampainya di kamar, Julie tidak betah melihat koper dan barang belanjaannya yang berserakan di lantai. Alhasil, dia membereskan koper dan barang belanjaannya.
"Flint.. bajuku harus ditaruh di mana?" tanya Julie.
"Baju rumah taruh di lemariku. Yang lainnya taruh di ruang walk in closet." jawab Flint.
"Walk in closet nya itu berbagi dengan keluargamu? Atau gimana?"
"Tidak. Di dalam sana ada pintu lagi yang bertulisan nama masing masing. Kamu masuk saja ke pintu yang ada namaku. Sudah kusiapkan tempat untuk barang barangmu."
"Baiklah."
Julie dengan asyiknya merapikan barang barang kepunyaannya. Dia menaruh baju yang harus dicuci ke tempatnya agar dicuci di mesin cuci. Kemudian untuk baju yang dibawa dari rumahnya, dia taruh di walk in closet dengan rapi. Juga dengan perhiasan, sepatu dan tas koleksi miliknya.
Saat sudah tersusun rapi semua, Julie melihat barang barang milik Flint. Memang semuanya bermerek mahal, bahkan jam tangan dan sepatu saja Flint mengoleksi sampai menghabiskan tempat setengah ruangan.
Dia juga melihat jas milik Flint yang dia gunakan saat ke kantor, bermerek dan jumlahnya ratusan itu tergantung rapi dengan berbagai motif warna. Juga dengan dasi yang Flint miliki, tergulung rapi di dalam laci dengan berbagai motif warna. Flint sudah memiliki semuanya. Seandainya dia butuh sesuatu, dia bisa mendapatkannya sendiri secara instan.. gumam Julie.
Julie kembali ke kamar. "Masih belum selesai?" tanya Flint.
"Tinggal baju rumah."
Julie pun membuka lemari pakaian Flint yang ada di dalam kamar. Memang isinya hanya kaos kaos, celana rumahan saja. Julie pun memasukkannya di samping baju Flint. "Tidak menyangka sekarang aku berbagi lemari dengan suami." ucap Julie.
"Jangan kaget kalau di lemarimu bisa ada pakaianku." ucap Flint.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.