
"Aku akan mencobanya. Thankyou, Mom."
"Lanjutlah beristirahat. Eh iya, kok Julie tidak datang kerumah disaat kamu sakit?"
"Aku tidak bilang kalau aku sakit. Aku bilang aku ke luar kota."
"Untuk apa kamu berbohong, Flint.."
"Tidak apa-apa. Hanya tidak ingin dia tahu kalau aku sakit."
"Emm.. Mama kembali dulu.."
"Ok, Mom. By the way, thankyou."
"Oh ya.. jangan sampai kamu berpindah hati karena Julie sekarang sudah menolakmu."
"Mana mungkin, Ma. Tenang saja.."
"Baiklah kalau begitu, istirahatlah, Mama kembali dulu."
Tidak lama kemudian, masuk notifikasi pesan ke ponsel Flint.
Calvin.
Apakah besok bekerja?
Flint.
Apakah tidak terlalu cepat untuk seseorang ke luar kota dalam sehari?
Calvin.
Apakah kamu bersedia aku mengantar-jemput kekasihmu terus menerus?
Flint.
Apakah kamu malas?
Calvin.
Bukannya itu kamu?
Flint.
Aku ingin kerja. Tapi apa tidak terlalu cepat, kan aku bilang ke Julie aku ke luar kota.
Calvin.
Tidak. Bilang saja hanya sebentar dan menggunakan jetmu itu.
Flint.
Baiklah, aku bekerja besok. Bagaimana perusahaan hari ini?
Calvin.
Kondusif seperti biasanya.
Flint.
Baiklah.
Calvin.
Flint?
Flint.
Ya?
Calvin.
Kamu benar benar ditolakkah?
Flint.
Untuk apa aku bohong.
Calvin.
Flint bingung dengan isi pesan Calvin yang terakhir. Bukankah aku sudah bilang kalau aku akan bekerja besok? Kata kata Calvin seperti teka teki yang harus aku pecahkan. Bukan teka tekinya yang pecah, malah kepalaku yang akan pecah memikirkannya. gumam Flint.
Flint pun mengirim pesan untuk Julie sebelum tidurnya.
Flint.
Sudah tidur?
Julie.
Belum.
Flint.
Sedang apa?
Julie.
Membaca buku.
Flint.
Besok pagi aku akan menjemputmu ke kantor.
Julie.
Kamu sudah kembali?
Flint.
Sudah.
Julie.
Cepat sekali?
Flint tidam menjawab pesan Julie yang terakhir. Dia segera pergi ke pulau kapuk.
(*pulau kapuk \= tidur)
Sampai keesokan harinya, Flint sudah bisa beraktivitas secara normal kembali. Dia bangun pagi seperti biasa, mandi, bersiap siap, dan sarapan bersama anggota keluarganya.
"Kamu yakin akan bekerja hari ini, Flint? Tidak ingin istirahat sehari lagi?" tanya Key.
"Yakin, Pa. Aku sudah rindu ruanganku."
"Eleh.."
"Pa, Ma kira kira kalau Audy kerja di perusahaan Papa, Audy cocoknya jadi apa?" celetuk Audy.
Informasi sedikit bahwa Audy lulus dengan nilai yang tinggi, dia mendapat peringkat ke 2 se provinsi sehingga dia mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Selain itu, dia juga tidak kesulitan untuk masuk ke perguruan tinggi yang dia inginkan. Akhirnya Audy memutuskan untuk memasuki perguruan tinggi Prasetiya Mulia University dengen mengambil jurusan Finance Management.
"Baru semester ke 2 kamu sudah memikirkan pekerjaan.." kata Flint.
"Hehehehe... apa aku tidak ada tempat di Young Building?" tanya Audy.
"Tidak." jawab Flint.
"Yahh... baiklah.." jawab Audy dengan kecewa.
"Flint.. bagaimana dengan Young Airlines? Sudah sampai mana?" tanya Key.
"Pembangunan sudah 80%. Diperkirakan 2 bulan lagi tempat perusahaan Young Airlines akan resmi dibuka. Untuk bandara masih 70% dan saat ini pesawat yang kita miliki sudah ada 5000 pesawat yang terdiri dari 2500 kelas ekonomi, 1500 kelas bisnis dan 1000 kelas first class."
"Baiklah. Young Airlines menjadi tanggung jawabmu, pengendalian keuangan serahkan pada Audy." kata Key.
"Baiklah. Nice to work with you, Sist." (Senang bisa bekerja dengan kamu, adik perempuan)
(*Sist \= sister)
Jika diingat ingat kembali, Key pernah melakukan pernikahan bisnis dengan anak perempuan dari Silky Airlines dengan tujuan untuk mempermudah proses membangun bandara dan maskapai penerbangan. Key sangat menginginkan perusahaannya memiliki cabang yang lainnya termasuk Young Airlines. Sebelumnya, proyek pembangunan gedung untuk perusahaan dan bandara sempat tertunda karena Key bersikeras ingin bercerai Vela Silky. Dan proyek tersebut berjalan dengan lambat sebelum Flint masuk ke dunia perusahaan.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.