When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Hotel



Edgar masuk ke ruangan mereka. "Hey, kata Calvin kamu berbicara dengan Kesha? Apa yang kamu bicarakan?" tanya Flint.


"Aku memastikan apa dia masih Kesha atau bukan. Lalu aku menanyakan kehidupannya di Paris. Terakhir aku menyuruhnya berhenti." jawab Edgar.


"Kehidupannya di Paris sangat menderita. Aku yakin itu." sambung Edgar.


"Kehidupannya menderita kenapa dia seolah-olah marah kepadaku?" ucap Flint.


"Dia pasti akan melakukan hal aneh lagi kan?" tanya Julie.


"Pasti. Oh ya, datanglah ke bar Drunker malam ini. Teman SMA kita akan ngumpul di sana." ucap Edgar kepada Flint.


"Baiklah." kata Flint.


"Aku pergi, bye. Jangan lupa datang." pamit Edgar.


"Iya, hati-hati."


"Hehehehe.. nanti malam aku akan pergi ke..." ucap Flint kepada Julie.


"Kamu pikir aku tuli?" jawab Julie.


"Bolehkan aku pergi?" tanya Flint.


"Oh sayangku. Kamu sudah bilang akan pergi tapi baru sekarang minta izin padaku?" kata Julie.


"Heheheheh... ke bar. Ngumpul sama temen-temen." ucap Flint.


"Jangan bawa mobil." kata Julie.


"OK nanti aku minta Pak John mengantar-jemputku." ucap Flint.


"Ada Kesha di sana?" tanya Julie.


"Tidak tahu. Seharusnya sih ada." jawab Flint.


"Hati-hati. Aku tidak ingin film drama menjadi kenyataan. Awas saja kalau Kesha tiba-tiba datang ke rumah untuk meminta pertanggung-jawaban darimu alias hamil." kata Julie.


"Iya tenang saja. Drama tetaplah drama, tidak akan menjadi kenyataan." balas Flint.


"Awas saja ya, Flint. Kalau sampai itu terjadi, aku cabut kukumu satu persatu." kata Julie.


Tibalah di jam pertemuan Flint dengan teman-teman lamanya di bar Drunker. "Hati-hati. Jangan minum terlalu banyak." ucap Julie.


"Iya sayang." jawab Flint.


Flint pergi diantar oleh Pak John. "Nanti jemput lagi di tempat ini saat saya telepon ya pak." ucap Flint.


"Baik, tuan." kata Pak John.


Flint masuk ke dalam bar dan ternyata sudah banyak teman-temannya yang berkumpul.


"Bos besar datang!"


"Bagaimana kabarmu, Flint?"


"Wah tidak kusangka dulu kamu menjadi orang yang paling pintar di antara kita, sekarang kamu menjadi orang terkaya di antara kita."


"Bahkan di umurnya yang masih seperempat abad, dia sudah memiliki penerusnya."


"Hahahah ya begitulah.." jawab Flint.


"Bahkan Edgar belum menemukan pengganti, kamu sudah memiliki anak, Flint."


"Hahahah Edgar sudah memiliki pengganti kok, ya kan, Ed?" kata Flint.


"Benarkah? Siapa?"


"Baguslah kalau tidak sama Kesha lagi."


"Betul, kamu pantas dapat yang lebih dari Kesha, Ed."


"Omong-omong, apa Kesha akan datang?"


"Memangnya dia mempunyai uang? Hahahha"


"Kesha bekerja di perusahaan aku dan istriku." jawab Flint.


"Benarkah? Tetap saja, gajinya perbulan habis untuk membayar utang orang tuanya."


"Memang orang tuanya punya hutang apa?" tanya Edgar.


"Hutang dengan rentenir.."


"Seramnya..."


"Ternyata orangtuanya menyekolahkan Kesha di Paris dengan uang pinjam dari rentenir.."


"Oh ya? Kalian tahu darimana?" tanya Flint.


"Orang tua Kesha dulu berteman dengan orang tuaku."


"Kesha sendiri tidak tahu kalau dia kuliah dengan uang rentenir."


"Ada gosip.. kalau Kesha itu menjadi model karena hasil 'bekerja' dengan pengusaha busana."


"Benarkah?" tanya Edgar.


"Uang hasil kerjanya dengan pengusaha itu juga tidak sedikit. Bahkan utangnya sudah lunas separuh."


"Tetapi tubuhnya sudah tidak suci lagi."


Tiba-tiba mereka semua berhenti bergosip karena Kesha tiba-tiba masuk ke dalam ruangan di bar.


"Apa aku terlambat?" tanya Kesha.


"Ah tidak."


Mereka semua menghentikan bergosipnya dan meminum bir. "Bersulang!"


"Cheers."


Sudah tidak tahu berapa botol bir yang mereka habiskan, hampir semuanya sudah tidak sadarkan diri. Bahkan Flint dan Edgar saja sudah sedikit mabuk.


"Hey, Ed. Apa kamu membawa mobil?" tanya Flint.


"Tidak. Aku tadi naik taksi." jawab Edgar.


"Aku sepertinya akan memesan hotel di sebelah. Mau ikut?" tanya Flint.


"Baiklah ayo. Kita tidur di hotel saja." ucap Edgar.


Flint dan Edgar saling merangkul saat berjalan menuju hotel. Mereka berdua berjalan dengan sempoyongan. "Jangan goyang-goyang." ucap Flint.


"Tubuhmu berat sekali." kata Edgar.


"Jalan yang benar." ucap Flint.


Sesampainya di hotel, Flint dan Edgar pun memesan 1 kamar untuk mereka berdua. Flint yang memegang kunci kamar, setelah membukanya, Edgar pun segera masuk duluan sedangkan Flint ingin mengunci kembali pintunya.


Namun kuncinya terjatuh ke lantai, karena Flint mabuk, dia mengira pintunya sudah terkunci. Edgar malah tersungkur di lantai. Dia pikir karpet bulu itu adalah ranjang.


"Hahah dasar bodoh. Baiklah aku tidur di ranjang sendiri." ucap Flint.


Flint pun menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. "Oh ya Julie."


Flint segera mengorek sakunya untuk mencari ponsel. Tangannya menekan tombol video call. "Halo sayang. Aku dan Edgar sekarang ada di hotel. Lihatlah si bodoh ini, dia mengira karpet itu adalah ranjang." kata Flint.


"Kamu mabuk ya!" balas Julie.


"Aku hanya minum sedikit kok heheheh. Aku dan Edgar malam ini tidur di sini.." kata Flint.


"Katakan apa nama hotelnya. Aku akan meminta Pak John menjemputmu." ucap Julie.


"Di samping bar Drunker. Aku ngantuk sekali. Aku tidur dulu ya. Selamat malam. Muuuwaaachhh..." Flint mencium layar ponselnya lalu matanya terpejam.


"Menyebalkan sekali laki-laki ini!" ucap Julie.


————————————————————


Pagi-pagi sekali, Julie sudah bersiap-siap. "Kenapa pagi sekali, Julie?" tanya Sara.


"Aku dan Pak John ingin menjemput Flint, ma. Dia semalam menginap di hotel karena mabuk." jawab Julie.


"Kebiasaan anak itu. Ya sudah hati-hati. Luke di mana?" tanya Sara.


"Di kamarku, ma. Dia masih tidur. Aku pergi dulu ya." jawab Julie.


"Iya hati-hati."


Julie dan Pak John segera berangkat ke hotel di sebelah persis bar Drunker. "Pak John tunggu di sini saja ya. Saya akan masuk ke dalam." ucap Julie.


"Baik, Nya."


Julie langsung masuk ke dalam hotel dan mencari kamar Flint. Ketika membuka pintu, dia melihat pemandangan yang tidak menyenangkan. "Sudah kuduga ini akan terjadi." ucap Julie.


Flint, Edgar dan Kesha. Mereka bertiga dikejutkan ketika Flint menyadari pakaiannya yang sudah terbuka setengah dada sedangkan Kesha... kalian tahu sendiri apa yang terjadi pada Kesha. Dirinya tidak memakai pakaian sehelai pun ketika Flint mendapati Kesha tidur di sampingnya.


"Flint?" panggil Julie.


Mereka bertiga kembali terkejut ketika melihat Julie datang. "Ju.. julie?"


"Ada apa ini?" tanya Julie.


Flint segera memakai kemejanya lalu menghampiri Julie yang berada di dekat lemari. "Julie.. julie.. ini tidak seperti drama yang kamu pikir." ucap Flint.


"Kenapa Kesha bertelanj*ng?" tanya Julie.


"Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saat aku bangun, ada dia di sampingku." ucap Flint.


"Jangan-jangan... kalian...?"


"Tidak tidak. Tidak seperti yang kamu pikirkan." ucap Flint.


Julie berlari keluar dari kamar hotel.


"Jangan memperparah hidupmu yang sudah kacau balau itu Kesha. Ingat itu!" ucap Edgar kepada Kesha lalu ikut mengejar Julie.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.