
"Tenang saja, usb itu berisi bukti kejahatanmu. Baguslah kalau kamu menghancurkan usb itu. Aku harap kamu tidak melakukan tindak kejahatan lagi." sambung Julie.
Kesha pun berbalik badan dan berjalan ke luar. "Bagaimana kalau aku masih menyimpan cadangannya? Kenapa kamu bodoh sekali?" ucap Julie.
Kesha menghentikan langkahnya. "Tidak perlu khawatir, aku tidak mengapa-apakan cadangan itu kalau kamu berhenti mengganggu hidupku dan Flint." sambung Julie.
Kesha melanjutkan kembali langkah kakinya. "Jangan lupa dengan tagihan biaya rumah sakitmu." kata Julie.
"Operasi saja sudah mahal, ditambah lagi berada di ruangan VIP. Biaya rumah sakitmu itu sama dengan gajimu 10 bulan. Bagaimana?" sambung Julie.
"Potong saja gajiku!" ucap Kesha lalu keluar dari ruangan Julie.
—————————————————————
Segerombol orang dengan berpakaian rapi memakai jas hitam, kemeja putih, dasi hitam datang ke gedung perusahaan Young Scarlette.
"Kami dari Kejaksaan kota Jacarta distrik 11. Mohon bukakan akses untuk kami." kata salah satu orang sambil menunjukkan nametag yang berisi identitasnya.
Para tim keamanan pun dibuat bingung dengan kehadiran orang yang mengaku dari Kejaksaan. Tapi mereka tidak punya pilihan lain selain membukakan akses menuju lift.
Dari kejauhan, Calvin melihat ada segerombolan orang berpakaian rapi datang ke Young Scarlette. Calvin buru-buru datang ke ruangan Flint dan Julie untuk memberikan informasi tersebut. Sontak Julie berdiri dari duduknya ketika mendengar informasi tersebut.
"Apa lagi ini?" ucap Flint.
Tok tok tok. "Tolong buka pintunya. Bapak Flint dan ibu Julie, saya tahu anda ada di dalam."
"Buka saja pintunya." perintah Julie.
Calvin pun membukakan pintu untuk mereka.
"Kami dari Kejaksaan kota Jacarta distrik 11. Kami ingin memeriksa bapak Flint dan ibu Julie atas kasus kematian seorang fotografer karena kecelakaan lalu lintas. Mohon ikut kami." ucap seorang jaksa.
Sementara tim kejaksaan yang lainnya mengambil berkas-berkas yang ada di ruangan Julie. "Pastikan kalian mengambil berkas yang sesuai dengan kasus ini." perintah seorang jaksa.
Julie dan Flint ikut pergi dengan tim Kejaksaan. "Sudah kubilang, jangan mengikuti permainannya Kesha." ucap Flint.
"Diamlah. Kalau mereka mengambil berkas yang ada di ruanganku, pasti mereka melihat usb yang berisi kejahatan Kesha." kata Julie.
Flint dan Julie kemudian dibawa ke ruangan yang berbeda. Jaksa menginterogasi mereka secara bergiliran yang dimulai dari Flint terlebih dahulu.
"Bapak Flint, apa anda mengenal dia?" tanya Jaksa sambil memberikan foto laki-laki yang diyakini itu adalah fotografer suruhan Kesha.
"Tidak." jawab Flint.
"Kalau 2 orang ini? Anda mengenalnya kan?" tanya Jaksa sambil memberikan foto 2 orang laki-laki yaitu anak buah Flint yang ditugaskan mengambil chip.
"Ya, saya mengenalnya." jawab Flint.
"Siapa dia?" tanya Jaksa.
"Anak buahku." jawab Flint.
"Anak buah anda telah membunuh seorang fotografer. Apa itu termasuk perintah anda?" tanya Jaksa.
"Tidak." jawab Flint.
"Lalu mengapa anak buah anda mengejar mobil yang ditumpangi fotografer ini?" tanya Jaksa.
"Ceritanya panjang." jawab Flint.
"Ceritakan saja." kata Jaksa.
"Fotografer itu telah memotret aku dan salah satu karyawanku. Kalau sampai fotonya tersebar, tentu itu akan merugikanku." ucap Flint.
"Lalu anda menyuruh anak buah anda untuk membunuh fotografer itu supaya bukti perselingkuhan anda tidak tersebar, ya kan?" tanya Jaksa.
"Lakukanlah tugas seorang jaksa yang benar. Menyidik, bukan menuduh." jawab Flint.
"Saya sedang menyidik anda. Saya bicara fakta, bukan menuduh anda. Mohon bantuan anda dalam penyidikan kasus ini." kata Jaksa.
"Intinya saya tidak menyuruh anak buah saya untuk membunuh fotografer itu dan saya tidak berselingkuh." ucap Flint.
"Kalau anda tidak berselingkuh, kenapa anda takut sekali kalau foto itu tersebar?" tanya Jaksa.
"Lagi pula memangnya anda tidak membaca berita? Perempuan yang anda maksud selingkuhan saya juga sudah mengaku kalau dia tidak berselingkuh dengan saya. Bahkan dialah yang lebih ada sangkut pautnya dengan fotografer itu. Fotografer itu adalah orang suruhannya.
Wanita itulah yang pantas anda selidiki!" sambung Flint.
"Baiklah, saya mengerti. Nikmati makanan anda." kata jaksa dan keluar dari ruangan.
Jaksa tersebut berpindah ke ruangan Julie. "Apa anda sudah siap untuk menjawab pertanyaan dari saya?" tanya jaksa.
"Anda masih tidak menemukan apapun dari suami saya? Makanya anda juga menginterogasi saya?" jawab Julie.
"Ada 2 orang yang saya temukan terlibat. Kedua orang itu harus saya interogasi." kata Jaksa.
"Baiklah. Berikan pertanyaan anda yang anda sendiri tidak bisa menemukan jawabannya." ucap Julie.
"Apa anda mengenal orang ini?" tanya Jaksa sambil memberikan foto Tino (Tino adalah fotografer suruhan Kesha yang tewas.)
"Tidak." jawab Julie.
"Lalu, kalau 2 orang ini? Anda pasti mengenalnya, kan?" tanya Jaksa.
"Tidak. Saya tidak mengenalnya, saya hanya tahu kalau 2 orang ini adalah anak buah suami saya." jawab Julie.
"Itu sama saja anda mengenalnya." kata jaksa.
"Tidak. Kami tidak pernah berjabat tangan sebagai tanda perkenalan. Saya tidak tahu nama mereka siapa, umur mereka berapa, mereka tinggal dimana. Saya tidak tahu." ucap Julie.
"Baiklah baiklah. Anda tahu, fotografer ini tewas saat anak buah suami anda mengejar mobil yang dikendarai fotografer ini." kata Jaksa.
"Ya, saya mengetahui itu." ucap Julie.
"Lantas apa anda tahu mengapa anak buah suami anda mengejar mobil yang dikendarai fotografer ini?" tanya Jaksa.
"Karena saya memberikan perintah untuk mengambil chip yang ada di dalam kamera fotografer itu." jawab Julie.
"Anda yang memberikan perintah?" tanya Jaksa.
"Tentu saja." jawab Julie.
Jaksa itu mengingat-ingat jawaban Flint tadi yang mengatakan kalau dia tidak menyuruh anak buahnya untuk membunuh fotografer itu.
"Apa perintah yang anda berikan?" tanya jaksa.
"Hmm apa ya. Saya tidak yakin. Mungkin saya menyuruhnya mengambil foto yang dia potret atau ambil memory kameranya atau hancurkan kameranya. Antara itu, pokoknya berhubungan dengan foto yang ada di kameranya." jawab Julie.
"Mengapa anda ingin sekali menghilangkan foto yang ada di dalam kameranya?" tanya jaksa.
"Seorang jaksa tidak akan mengerti dunia bisnis. Kalau foto itu tersebar, saham perusahaan saya dan suami saya akan turun. Keuntungan yang kamu dapat akan berkurang." jawab Julie.
Jawabannya sama dengan suaminya. batin jaksa.
"Baiklah saya mengerti. Kalau begitu, saya permisi. Nikmati makanan anda." kata jaksa.
"Bapak jaksa." panggil Julie.
"Boleh saya tahu kenapa anda pikir saya dan suami saya terlibat dalam kasus ini!" tanya Julie.
"Dari bukti yang ada, anak buah suami anda terlibat dalam tewasnya fotografer ini." jawab Jaksa.
"Pastikan anda tidak keliru dalam menyelidiki kasus orang meninggal ini. Kalau terbukti saya dan suami saya tidak terlibat, saya akan pastikan anda tidak akan bisa mengenakan jubah seorang jaksa lagi." kata Julie.
"Saya permisi." pamit jaksa.
"Apa saya dan suami saya akan berada di balik jeruji besi (penjara) ?" tanya Julie ketika jaksa sudah memegang gagang pintu.
"Ya, untuk sementara, sampai kami menemukan pelaku yang sebenarnya." jawab Jaksa.
"B*rengsek!" pekik Julie.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.