When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Percintaan



"Flint.. bolehkan aku pergi bekerja ke perusahaan? Masalah Luke kamu tidak usah khawatir. Bi Nola memiliki teman yang bisa mengurus bayi. Aku juga akan memompa ASI untuk persediaan Luke selama aku tidak ada. Aku juga akan pulang ke rumah saat jam makan siang dan aku tidak pulang di atas jam 4 sore. Bagaimana? Bolehkan?" ucap Julie.


"Bener?" tanya Flint.


"Iya benar." jawab Julie.


"Baiklah." ucap Flint.


"Boleh?" tanya Julie.


"Iya boleh. Lalu adiknya Luke, kapan?" kata Flint.


Waduh! batin Julie.


"Aku sudah memegang 3 perusahaan dan 1 rumah sakit nih tapi anak kita baru 1." sambung Flint.


Waduh! batin Julie.


"Lagi pula nanti kalau kamu kelelahan, tidak bagus untuk tubuhmu. Sel ****** yang masuk akan sulit berkembang." sambung Flint.


Waduh! batin Julie ketiga kalinya.


"Waduh.. kapan ya Flint . heehehe.. lagi pula Luke kan masih berusia 7 bulan.." kata Julie.


"Sudah... bikin saja dulu.. kan belum tentu bikin langsung jadi.." ucap Flint. Setelah mengucapkan itu, bibir Flint langsung menyosor ke leher Julie.


"Emm Luke." ucap Julie.


Dengan menarik napas sebal, Flint terpaksa berhenti dan membawa Luke ke kamar orang tuanya.


"Ma, pa. Aku titip Luke sebentar ya." ucap Flint.


"Mau ke mana?" tanya Sara.


"Tidak ke mana-mana." jawab Flint.


"Lantas?"


"Mau buat adik buat Luke." jawab Flint.


Key yang mendengar percakapan mereka, auto kesal karena merasa dikalahkan. Lalu Flint kembali ke kamarnya.


Dia kembali mencumbui istrinya. "Emmhh.. pintu."


Flint kembali berdecik sebal. Dia lupa menutup rapat pintu kamarnya. Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Flint menutup pintu dengan cepat dan menjelajahi tubuh Julie.


Mereka berciuman hingga Flint mulai membaringkan Julie ke ranjang dengan posisi Flint yang berada di atas Julie. Ciuman mereka menjadi ciuman yang menggairahkan.


Perlahan Flint pindah ke leher Julie. Meninggalkan tanda di sana.


"Emhh.."


Lenguh Julie tak tertahan ketika dia merasakan tangan Flint sedang memijat salah satu bukit sintalnya. Julie hanya mampu memejamkan matanya ketika merasakan sentuhan-sentuhan khas Flint.


Sudah tidak tahu berapa kali Flint memberikan sentuhan-sentuhan khusus ke tubuh Julie, yang jelas Julie selalu terbuai seolah-olah ini yang pertama kalinya. Sampai dia tidak menyadari bahwa dirinya sudah polos tanpa pakaian.


Tangan Flint mulai meraba bagian tubuh bawah Julie, mulai dari paha sampai ke paha dalam dan terus bergerak meraba bagian kulit Julie yang sudah lembab dan berlendir. Lalu dimasukannyalah jari ke dalam lubang yang mampu memberikan kenikmatan itu.


"Emmhhh.. Flint ahh"


Flint menutup mulut Julie dengan ciuman bibirnya agar desahan Julie tertahan di dalam mulut. Julie bahkan sampai terengah-engah karena harus merasakan jari Flint yang bermain di dalam sana.


Ketika Julie sudah mencapai klimaksnya, Flint segera memasukkan Mijul ke dalam lubang kenikmatan kaum pria. "Ahhh.."


Sudah sering melakukan hubungan intim, tapi Julie masih merasakan sakit jika lubangnya itu dimasuki Mijul.


Julie mulai merasakan kenikmatan ketika bagian bawah tubuhnya terus bergerak berirama. Desahan kian keluar dari mulut Julie. Mendengar desahan Julie, membuat Flint semakin nafsu. Mereka benar-benar menikmati percintaan itu.


Waktu berjalan terus. Setengah jam, satu jam, dua jam sudah berlalu. Tetapi Flint tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengalami klimaks. Berbagai gaya sudah dia terapkan. Napas Julie semakin tersengal-sengal.


"Terakhir sayang. Aku akan menyelesaikannya sekarang." ucap Flint. Flint merengkuh tubuh Julie dengan lebih erat. Kemudian dia mulai mempercepat laju goyangannya. Desahan Julie kian mencuat sedangkan Flint mengerang keras.


Flint mempercepat laju goyangan tubuhnya, semakin cepat hingga akhirnya dia menghentakkan tubuhnya kuat-kuat. Menyirami Julie dengan cairan yang dipercaya bisa membuat perut Julie membesar berisikan janin.


Flint mengerang. Dia memeluk tubuh Julie dengan erat, menciumi setiap inci kulit Julie. Kemudian Flint menutupi tubuh Julie dengan selimut. "Makaciii i lov you." ucap Flint dengan gemasnya. Cup. Flint mencium kening Julie. "Mimpi indah." ucap Flint.


"Aku tidur. Jangan lupa ambil Luke." ucap Julie.


"Iya." jawab Flint. Flint kemudian memakaikan jubah tidur Julie, hanya jubahnya saja, tidak dengan dalamannya supaya pikirnya kalau dia mau lagi, gampang bukanya.


Lalu dia memakai jubah tidurnya sendiri dan mengambil Luke dari kamar orang tuanya.


"Sudah." jawab Flint.


"Payah. Cepat sekali." sahut Key.


"Terima kasih sudah mau dititipkan. Aku akan membalasnya dengan memberikan kalian cucu yang banyak." ucap Flint tanpa meladeni ayahnya.


Kemudian Flint membawa Luke dan kembali ke kamarnya. Menaruh Luke di atas box nya dan dia pun juga berbaring tidur di samping istrinya yang sudah tertidur duluan.


Tepat jam 6 pagi alarm berbunyi, Julie pun terbangun dengan posisi mulut Flint yang nangkring di put*ngnya. Menyadari pergerakan istrinya, Flint ikut terbangun. "Susumu manis. Pantas saja Luke suka nambah eheheh.." ucap Flint.


Cup. "Good morning. Gimana? Masih ingin pergi bekerja?" sambung Flint.


"Masih." jawab Julie sambil menuruni ranjang.


"Bagaimana kalau kita mandi bersama? Supaya tidak terlambat." kata Flint.


"Aku mandinya tidak lama." ucap Julie.


"Kenapa ci suaminya ditolak mulu." kata Flint dengan berusaha melucu.


"Mau aku dulu yang mandi atau kamu?" tanya Julie.


"Kok jutek banget sih? Ga inget semalam kamu udah aku buat terbang sampai langit ketujuh?" kata Flint.


Julie mencubit Flint dengan keras. "Aku mandi duluan!" ucap Julie.


Tidak lama setelah Julie masuk ke kamar mandi, ada yang mengetuk pintu kamar Flint.


Tok tok tok. "Eh Bi Nola. Kenapa Bi?" tanya Flint.


"Teman saya yang akan menjadi babysitter nya tuan kecil sudah datang." jawab Bi Nola.


"Oh ya sudah. Julie nya lagi mandi." kata Flint.


"Baik, tuan. Saya tunggu di bawah ya." ucap Bi Nola.


"Iya Bi."


Setelah Julie keluar dari kamar mandi, Flint memberitahukan bahwa babysitter nya sudah datang.


"Memangnya kamu tidak takut Luke diapa-apain? Dia orang asing loh." ucap Flint.


"Ada mama, ada papa di rumah." kata Julie.


"Tapi tetap saja." ucap Flint.


"Apa Luke aku bawa saja ke kantor?" tanya Julie.


"Ya lebih baik kamu bawa saja. Dari pada terjadi apa-apa." jawab Flint.


"Ya sudah. Nanti aku bilang saja tidak jadi memakai babysitter. Mending sekarang kamu mandi." kata Julie.


Sembari menunggu Flint mandi, Julie berganti pakaian menjadi pakaian kerja, memoleskan make up dan mengemaskan keperluan Luke untuk dibawa ke kantor. Setelah keduanya sudah siap, mereka turun ke bawah.


"Nyonya, ini teman saya yang menjadi babysitter untuk tuan kecil." kata Bi Nola.


"Oh.. Datangnya dari mana?" tanya Julie ke babysitter.


"Siduarjo, nyonya." jawab babysitter.


"Ohh begitu.. kerja jadi babysitter sudah berapa lama?" tanya Julie.


"Baru 4 bulan berhenti karena kurang srek dengan majikan yang kemarin." jawab babysitter.


"Oh.. begini.. saya pikir awalnya ingin memakai babysitter untuk mengurusi anak saya selagi saya kerja. Tapi ternyata suami saya tidak mengizinkan saya kerja. Maaf ya, sus.. ini untuk menggantikan ongkos sus ke sini.." kata Julie.


"Oh iya.. iya tidak apa-apa, Nya. Bahkan ini uangnya kelebihan, Nya."


"Tidak apa-apa diambil saja. Mohon maaf ya sus sekali lagi." ucap Julie.


"Iya tidak apa-apa, Nya. Kalau begitu saya permisi ya, Nya."


"Iya hati-hati ya, sus." ucap Julie.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.