When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Tamu



Tinggg. Lift sudah sampai membawa mereka ke lantai 60. Kedatangan Edgar sudah disambut Flint di depan lift. "Heiii, Ed. Long time no see, how are you?" sapa Flint dengan memeluk Edgar.


"Baik, bro. How about you? By the way, you look good with that suit." (Kalau kamu? Ngomong-ngomong, kamu terlihat baik dengan setelan jas itu)


"Thanks, Ed. I'm fine. Ayo naik ke ruanganku." ajak Flint.


Aku baru melihat orang itu. ucap Calvin di dalam hati.


Edgar adalah seorang teman sekolah Flint saat mereka duduk di bangku SMA. Kemudian mereka berpisah karena Flint melanjutkan pendidikan di Amerika dan Edgar melanjutkan pendidikan di Indonesie. Saat masa sekolah dulu, Edgar memang sudah dikenal sebagai orang yang jago masak di kalangan teman temannya. Tak heran jika sekarang Edgar menjadi seorang chef yang sudah go international. Edgar sering mendapat undangan ke luar negeri untuk memasak atau menjadi juri dalam kompetisi masak.


"Jadi berapa penghargaan yang sudah kamu dapat, Ed? Hahahah.." tanya Flint.


"Tidak banyak. Hanya 6 dari dalam negeri dan 8 dari luar negeri."


"Hanya? Oh my God, itu banyak, Ed."


"Tapi masih jauh lebih hebat dirimu. Beberapa minggu memasuki perusahaan ini, kamu sudah membawa perusahaan ini ke peringkat 2 terbaik se benua."


"Ah tidak. Aku hanya melanjutkan."


"Tetap saja kamu sangat hebat. Jiwa kehebatanmu sudah terlihat sejak kita SMA."


"Benarkah? Bukankah kamu? Kamu saja dulu sering membuatkan kita makanan loh.."


"Hahhahah tidak. Aku hanya pandai masak, kamu pandai di semuanya."


"Jangan seperti itu. Ngomong-ngomong, kamu tidak tertarik untuk membuka restoran? Kalau kamu buka restoran, aku jamin akan laris manis tuh."


"Tidak bisa. Aku banyak tawaran untuk ke sana ke sini, memasak di sana di sini. Tidak sempat mengurus restoranku sendiri. Lagipula aku senang memasak bukan berbisnis."


"Hahahhah it's sounds good kalau kita melakukan apa yang kita suka."


"Hahahah iya sudah 5 tahun. Aku sendiri juga tidak menyangka tentang itu. Bagaimana denganmu? Sudah berapa wanita? Hahahah.."


"Berapa? Hahahhah 1 saja belum pernah."


"Oh my, sesulit itu kamu move on? It's been 5 years ago, Ed."


"Aku tahu. Tapi permasalahannya di sini bukanlah sulit move on. Aku hanya belum menemukan yang pas setelah dia.."


"Hmm, i'm sorry, Ed, tapi kamu putus dengan Kesha karena apa ya? Aku hampir tidak mengingatnya."


"Dia ingin melanjut melukis di Paris."


"Kamu belum menghubunginya lagi sejak saat itu?"


"Dia benar benar memutuskan kontaknya padaku. Sekarang saja sulit untukku menebak dimana dia berada."


"It's okay, Ed. Waktu akan menyembuhkan."


Edgar memiliki mantan kekasih yang bernama Kesha. Mereka berpisah saat lulus SMA. Kesha memilih Paris sebagai tempat meneruskan melukisnya. Flint bisa mengenal Kesha karena mereka semua 1 SMA dan bahkan 1 kelas.


Tiba tiba pintu ruangan Flint terbuka otomatis. Tentu hal itu mengejutkan 2 pria yang sedang bertukar kabar. Muncullah seorang gadis manis dibalik pintu itu, yaitu Audy.


"Sejak kapan pintu Kakak bisa terbuka otomatis???" oceh Audy. Dia belum menyadari bahwa Kakaknya sedang menerima tamu.


"Eh sedang ada tamu.." sambung Audy saat melihat Edgar dan Flint yang sedang menatapnya dengan mulut yang ternganga.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.