
Kesha menurut dan tangannya mengambil gelas berisi kopi panas itu.
"Ahkk.." pekik Kesha ketika tangannya menyentuh gelas panas itu.
"Bukannya sudah kubilang kalau kopi itu panas?" kata Julie.
"Dan bukannya aku juga sudah bilang untuk melaporkanku atas tamparanku tadi? Kenapa kamu tidak melaporkanku? Kenapa malah membuat rencana murahan ini? Semurah dirimu hahahahaha ups." sambung Julie.
Kesha mengangkat tangannya hendak menampar Julie namun tangan Flint menahan tangan Kesha.
"Istriku tidak mudah terpengaruh dengan rencanamu. Menamparnya dengan tangan kotormu tidak akan membuatnya kesakitan. Berhenti saja dan kembalilah ke Paris." ucap Flint.
"Ah, sungguh! Aku harus membereskan rencana murahanmu. Pergilah dari hadapanku." ucap Julie.
"Kamu lihat saja Julie, kalau kamu tidak hancur sekarang, kamu akan hancur nanti." kata Kesha lalu keluar meninggalkan ruangan.
"Membereskan? Apa yang harus dibereskan? Apa maksudnya? Aku tidak mengerti." ucap Flint kepada Julie.
Julie tidak menjawab pertanyaan Flint. Tangannya mengutak-atik komputer, mencari letak CCTV yang memperlihatkan kameramen tadi lalu men-zoom dan mengeprint-nya.
"Perintahkan anak buahmu untuk mencari orang ini." ucap Julie sambil memberikan selembar kertas.
Flint kaget ketika melihat orang yang berada di kertas itu memegang kamera. Akhirnya dia mengerti.
"Tidak usah diapa-apakan orang itu, hancurkan saja kamera itu. Pastikan isinya tidak menyebar." ucap Julie kemudian.
Flint kemudian memerintahkan anak buahnya.
"Apa Calvin mengetahui semua ini?" tanya Flint.
"Tidak, kalau tidak ada yang memberitahukan. Oh ya, kalau sampai muncul artikel tentang kamu dan Kesha, saham empat perusahaanmu akan turun. Persiapkan dirimu untuk kemungkinan yang terjadi. Aku akan mengatasi Young Scarlette." kata Julie.
"Baiklah." jawab Flint.
"Itu kopimu, aku pulang." kata Julie.
Julie berjalan ke luar lalu disusul oleh Flint. "Calvin, kita ke Young Building sekarang." ucap Flint.
Flint dan Calvin pergi ke Young Building sedangkan Julie pulang ke rumah. Selama di mobil, Flint terus saja mengumpat tanpa tujuan yang jelas.
"Kesha ternyata wanita ular."
"B*rengsek!"
"Awas saja kamu, Kesha!"
"Wanita seperti dia tidak pantas untuk laki-laki manapun!"
"Lihat saja! Sebelum dia ingin menghancurkan aku, aku akan menghancurkan dia terlebih dahulu!"
"Dasar j*lang!"
Sesampainya di Young Building, di ruangan Flint, rupanya Flint masih saja mengumpat.
"Ada apa sih, Flint?" tanya Calvin.
"Kamu tahu? Kesha yang mengemis-ngemis jabatan kepadaku, dia malah memfitnahku kalau dia harus memuaskan nafsuku tiap malam jika aku memberikan jabatan untuknya. Untung saja Julie tidak percaya.
Dan kamu tahu? Tadi dia masuk ke ruanganku, lalu menjatuhkan tubuhnya di pangkuanku dengan menyewa kameramen. Kamu sudah tahu apa yang akan terjadi setelah itu." kata Flint dengan nada kesalnya.
"Lalu? Kamu diam saja? Tidak menghentikan kameramen itu?" tanya Calvin.
"Sudah. Aku sudah memerintahkan anak buahku untuk menghentikan kameramen itu. Lagi pula kenapa dia bisa masuk coba ke ruanganku!" ucap Flint.
"Aku. Aku yang membukakan pintu untuknya." kata Calvin.
"Hey! Kenapa kamu melakukan itu?!" ucap Flint.
"Julie yang menyuruhku." kata Calvin.
"Julie? Julie yang menyuruhmu?" tanya Flint.
"Iya." jawab Calvin.
Flint memutarkan bola matanya, memikirkan sesuatu. "Apa Julie sudah tahu tentang ini semua?" ucap Flint.
Flint kemudian mengingat-ngingat ucapan Julie tadi. Kenapa malah membuat rencana murahan ini?
Ah, sungguh! Aku harus membereskan rencana murahanmu.
"Tidak salah lagi. Julie memang sudah mengetahuinya. Tapi kenapa dia membiarkan ini semua terjadi? Kenapa dia tidak menghentikan Kesha? Apa rencana Julie sebenarnya?" ucap Flint.
"Perlu kuselidiki?" tanya Calvin.
"Tidak usah. Itu nanti biar aku tanyakan sendiri ke Julie. Oh ya, Julie menyuruhku untuk mengendalikan perusahaan nanti ketika artikel bisa saja keluar dan saham Young Building, Young Airlines turun. Mari kita bekerja untuk itu." ucap Flint.
Baru saja bekerja 1 jam, Flint sudah bergegas ingin pulang. "Aku akan melanjutkannya di rumah. Kamu juga, lanjutkan saja di rumah." ucap Flint kepada Calvin. Flint kemudian pulang ke rumahnya.
"Flint? Sudah pulang? Luke sudah bersama istrimu di kamar." ucap Sara.
"Oh.. iya. Terima kasih, ma." jawab Flint.
"Apa ada masalah?" tanya Sara.
"Ya begitulah. Aku sudah mengatasinya, tidak usah khawatir." jawab Flint.
Flint lalu berjalan menaiki tangga. Di tangga dia bertemu Audy. "Hey kak, ada apa dengan wajahmu?" tanya Audy.
"Tidak. Oh ya kakak sering melihatmu pulang diantar Edgar. Tapi Edgar bilang hanya pertemuan membahas Young Culinary, benarkah?" tanya Flint.
Pertanyaan Flint itu rupanya terdengar oleh Sara dan Key yang berada di ruang keluarga.
"Ah, iya. Kakak jadi kan merintis Young Culinary?" tanya Audy.
"Jadi, tapi belum tahu kapan. Kenapa kalian sudah mengadakan pertemuan segala? Hahahah" kata Flint.
"Ya.. tentu saja.. bukannya kakak yang menyuruh?" jawab Audy.
"Hahahah.. yakin hanya sebatas pertemuan saja?" tanya Flint.
"Iya.. tentu saja.. apalagi?" balas Audy.
"Berarti kamu kurang pandai memikat hati pria." kata Flint lalu melanjutkan menaiki tangga.
"Enak saja! Untuk apa juga aku memikat hati Edgar! Bukan tipeku tahu!" ucap Audy. Tentu saja setelah diremehkan oleh kakaknya sendiri, Audy merasa kesal.
"Ckckck.. Flint memang ahlinya untuk membuat kita malu." ucap Key
"Tapi aku tidak malu mempunyai anak seperti dia." balas Sara.
Sementara itu,
"Sudah pulang?" tanya Julie ketika Flint masuk ke dalam kamar.
"Heem." ucap Flint.
"Jul.. ada yang mengganggu pikiranku. Kamu sudah tahu tentang rencana Kesha tadi?" tanya Flint.
"Ya.. begitulah." jawab Julie.
"Lalu kenapa kamu tidak menghentikannya? Kenapa kamu membiarkan ini semua terjadi?" tanya Flint.
"Aku tidak tahu pasti. Saat aku berdiri mengambil blazer-ku, aku melihat ada seseorang dari atap gedung seberang tapi dia bersembunyi ketika aku melihatnya. Aku berusaha mencocok-cocokkannya dengan ekspresi Kesha ketika mendengar kalau aku pulang jam 4. Dan ternyata benar. Aku bisa saja menghentikannya dengan berlama-lama lagi di kantor atau meminta kamu untuk ikut pulang bersamaku." jawab Julie.
"Tapi?" tanya Flint.
"Tapi kalau aku melakukan itu, aku tidak mengetahui rencana apa yang akan dilakukan Kesha, bagaimana cara Kesha membuat rencana itu, taktik apa yang digunakan Kesha." jawab Julie.
"Lagi pula, tidak sulit untuk mengatasinya. Ribuan anak buahmu tidak mungkin gagal untuk mencari satu orang saja, bukan?" sambung Julie.
"Oh my God. Terdengar bagus tapi aku tidak kepikiran. Kamu memang cerdik, Julie." kata Flint.
"Yeah, aku rasa kecerdikanku yang mampu melindungi diriku sendiri." ucap Julie.
"Aku juga mampu melindungimu tahu?!" balas Flint.
"Iya iya. Bagaimana kalau kita saling melindungi saja? Hahahahah.." ucap Julie.
Julie mengatakan itu dengan bercanda tetapi terdengar seperti serius. Aku tahu Julie pasti saat ini sedang berusaha melindungiku. batin Flint.
"Tentu saja." balas Flint.
"Julie.." panggil Flint.
"Em?" sahut Julie.
"Teruslah percaya padaku. Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Kesha nanti kedepannya, tapi teruslah percaya padaku." kata Flint.
"Itulah sebabnya aku menyuruhmu untuk berhati-hati. Kalau kamu saja tidak berhati-hati, bagaimana kamu ingin melindungiku." balas Julie.
"Baiklah. Aku mengerti sekarang. Aku akan berhati-hati untuk melindungi dirimu." kata Flint.
Kita masih tidak tahu apa yang Kesha incar sebenarnya. Aku? Atau Julie? Tapi bisakah kita bertahan untuk menghadapi Kesha bersama-sama? Bisakah aku melindungimu disaat aku sendiri juga dalam bahaya?
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.