
"Aku mencintaimu." ucap Flint setelah mencium bibir kekasihnya itu.
—————————————————————
Kini mereka sedang berjalan di pinggiran taman. Tidak, hanya Flint saja yang berjalan. Julie berada di punggung Flint selama perjalanan karena tumitnya yang perih. Mereka berdua sangat menikmati malam itu. Beruntungnya, jalanan di taman itu sangat panjang sehingga mereka bisa menghabiskan waktu lebih lama.
"Setelah gajian nanti, belilah sepasang sepatu yang membuatmu lebih nyaman. Aku tidak bisa membelikanmu karena mitos kalau membelikan sepatu untuk pasangan, pasangan kita nanti akan pergi berlari dari kita." ucap Flint.
"Senyaman apapun sepatu wanita, jika ber-hak tetap saja akan terluka."
"Ya sudah, beli yang tidak ada haknya."
"Mana bisa??!!"
"Kenapa tidak?"
"Rasanya aneh jika ke kantor tidak memakai sepatu hak."
"Benarkah?"
"Iya."
"Bukan karena ingin meraih bibirku, agar saat kamu menciumku di kantor, tidak perlu jinjit lagi?"
"Ya!! Turunkan aku." Julie memukul mukul Flint. "Turunkan aku. Sekarang."
"Ahahaha tidak, sebentar lagi sampai ke mobil."
—————————————————————
Keesokan harinya,
Pagi yang cerah layaknya menandakan matahari sedang gembira. Julie berdiri menghadap gedung yang tinggi menjulang. Banyak orang berlalu lalang. Dia menghela nafas. Setiap orang pasti punya masalah bukan? Termasuk aku. Dimanapun aku bekerja, pasti akan ada masalah dalam pekerjaanku. Aku pasti bisa menghadapinya kedepannya. gumam Julie.
"Ayo masuk." ajak Flint.
Sudah tiada lagi yang tidak tahu bahwa Julie dan Flint kini sudah berpacaran. Sesaat mereka berjalan bersama, tidak sedikit dari karyawan membungkukkan badannya untuk memberi hormat kepada Flint. Hal itu masih asing untuk Julie.
"Kamu harus terbiasa, karena kamu pacarku." begitulah yang diucapkan Flint.
Hari ini merupakan hari yang pertama kali bagi Young Corporation membuka lowongan pekerjaan. Lowongan pekerjaan terbuka hanya untuk profesi sebagai sekretaris. Bukan berarti Calvin akan dilengserkan, namun Flint mencari sekretaris agar Calvin tidak terbebank dengan banyak pekerjaan.
Tidak penting jenis kelaminnya, perempuan atau laki laki, Flint pasti akan menerima dengan standar kualifikasi. Dari ratusan bahkan ribuan orang yang mendaftar, hanya akan ada 1 orang yang berhasil menjadi sekretaris di perusahaan ternama itu.
Seleksi masuk kali ini sangat berbeda. Flint tidak campur tangan sedikit pun dalam tes seleksi. Semua diserahkan oleh Calvin. Bahkan, dalam tes wawancara, Calvin lah yang menggantikan ketidakhadiran Flint. Bukan karena ada rapat atau apa, melainkan ingin "berpacaran" dengan kekasih tercintanya itu.
"Aku tidak butuh. Yang aku butuhkan hanya Calvin."
"Hahahaha lama lama Calvin bisa gila direpotkan olehmu."
"Oleh karena itu aku mencari 1 sekretaris. Agar kerepotan Calvin bisa berkurang."
"Bagaimana kalau sekretarisnya perempuan? Siapa tahu, jika Calvin bekerja sama dengan sekretaris perempuan, dia bisa membuka hatinya."
"Aku tidak ingin Calvin memiliki kekasih seorang sekretaris."
"Kenapa? Bukankah sekretaris itu bagus? Apalagi bekerja di perusahaan ini."
"Calvin lebih menyukai perempuan yang tidak bekerja. Seandainya bekerja, itu seperti pemilik kafe, pemilik toko buku, atau yang lainnya. Yang tidak mengharuskan perempuan itu bangun pagi untuk bekerja dan pulang malam karena bekerja. Dan aku rasa, perempuan seperti itu cocok dengan Calvin."
"Bagaimana jika sekretaris barunya laki laki, kamu tidak takut Calvin akan menjadi ..."
"Gay? Tidak. Calvin tidak boleh menyukai laki laki lain selain diriku."
"Ishhh.. kamu cocok dengannya, pacaran saja kalian."
"Ohh tidakk, aku lebih cocok denganmu."
"Tidak, aku tidak mau mempunyai pacar seperti kamu."
"Kenapa tidak mau? Aku ganteng, aku kaya, aku romantis, aku punya segalanya."
"Tidak tidak tidak."
Tiba tiba pintu ruangan Flint terbuka. Calvin masuk. Flint sesaat kaget bahwa pintu terbuka otomatis untuk Calvin, namun sesaat dia ingat bahwa dia sudah mengatur.
"Hei, ada apa dengan wajahmu?" tanya Flint.
Wajah Calvin memang tampak lesu. Bukankah seharusnya dia senang bahwa bosnya mencarikan sekretaris yang akan membantu dia?
"Mencari sekretaris untuk membantuku? Ini sama sekali tidak membantu. Aku capek sekali harus mewawancara ratusan orang."
"Wahhh.. Sudah selesai kah? Laki laki atau perempuan?" tanya Julie.
"Kamu seperti menanyakan kelahiran seorang anak saja." cetus Flint.
Perempuan atau laki laki ya sekretaris pembantu Calvin?