When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
CTS



"Hey.. Jul.. kamu lebih memilih makan yang berbentuk bulat daripada yang hati? Wah.. aku tidak mengerti.. hey.. donat yang berbentuk hati itu request sendiri dariku. Tahu tidak?" ucap Flint.


"Kalau aku makan donatnya (berbentuk hati) nanti hatinya rusak dong. Aku kunyah sampai hancur berkeping-keping, masuk ke dalam dan akan keluar menjadi yang biasa disebut feses. Mana bisa aku memakan hati darimu." kata Julie.


"Uuuu... gemesss...." ucap Flint sambil mencubit pipi Julie.


Tok tok tok.


"Perasaan aku tidak memesan lagi." ucap Flint.


Suster masuk membawakan box bayi yang berisi Luke di sana. "Sudah waktunya memberikan ASI untuk si bayi." ucap suster.


Flint dengan sigap merapikan makanan yang berada di ranjang Julie. "Heheheheh makannya banyak yaa..." ledek suster.


Kemudian suster meletakkan Luke di dalam gendongan Julie. "Ada yang bisa saya bantu ibu?" tanya suster.


Julie menggendong Luke dengan tangan kirinya. Tangan kanannya berusaha memasukkan put*ng ke dalam mulut Luke namun tidak berhasil. Flint yang mengamati percobaan Julie itu segera membantu Julie memasukkan put*ng ke dalam mulut Luke. Mata Flint mengisyaratkan suster untuk meninggalkan kamar.


"Sepertinya suster belum tahu tentang tangan kananmu." ucap Flint.


"Menyusui saja tidak bisa.." eluh Julie dengan napas panjang.


"Hey.. jangan berbicara begitu.." ucap Flint.


"Bagaimana nanti kalau aku ingin makan? Mandi dengan 1 tangan saja mana bisa. Mengurus Luke, menyusui, memandikan dia, mengganti popoknya." eluh Julie.


"Untuk sementara kita memakai jasa babysitter saja.. sampai tanganmu sembuh." ucap Flint.


Julie terdiam. Matanya mengamati Luke yang sedang asyik menghisap. Tangan kanannya meraba pipi Luke. "Tidak bisa merasakan apapun." ucap Julie.


Flint turut prihatin melihat kondisi Julie. Bagaimana kalau dia ingin makan, mandi, atau melakukan sesuatu yang lainnya? Bagaimana kalu tidak ada aku di sampingnya disaat dia membutuhkan pertolongan?


Setelah kira kira 30 menit lamanya, Luke berhenti mengisap, Julie berusaha melepaskan put*ng dari mulut Luke. "Bisa? Mau aku bantu?" tanya Flint.


"Tidak." jawab Julie. Julie berusaha melepaskan sendiri dengan tangan kanannya. Berhasil. Sekarang dia tau cara kerja tangan kanannya itu. Tangan kanannya itu hanya mati rasa, tidak bisa merasakan apapun, tetapi bukan berarti dia tidak bisa melakukannya sendiri. Memang sulit untuk melakukan sesuatu tanpa bisa merasakannya.


"Jangan dipaksa.." ucap Flint.


"Aku tidak memaksa. Aku hanya melakukan yang seharusnya kulakukan." kata Julie.


Flint mengambil Luke dari gendongan Julie. "Flint aku mau pompa ASI nya aja deh." ucap Julie.


"OK. Aku minta suster membawakan botol dan pemompanya." ucap Flint.


Flint memang peka sekali jika Julie sedang menginginkan sesuatu. Dia dengan ketangkasannya segera menuntaskan keinginan Julie.


Suster pun masuk membawakan pemompa dan beberapa botol susu. "Ini pak, barang yang dibutuhkan." ucap suster.


"Baiklah. Terima kasih." ucap Flint. Suster keluar dari ruangan dan Julie memompa ASI menggunakan breast pump.


"Praktis juga." ucap Julie.


Ternyata ASI yang keluar cukup banyak. Sampai sampai memenuhi 3 botol susu yang berukuran 160 ml.


"Wahhh banyak juga ya ASI yang keluar. Aku minta boleh dong." ucap Flint.


Julie melirik Flint dengan sinisnya. "Tidak boleh. Oh ya ini taruh dimana ya ASI nya." ucap Julie.


"Sebentar aku panggil suster." jawab Flint. Peka sekali bukan?


Julie hendak turun dari ranjang untuk membersihkan alat pemompa yang tadi dia gunakan. "Mau ke mana?" tanya Flint.


"Membersihkan ini." jawab Julie sambil menunjukkan alat pemompanya.


"Bisa? Mau aku bantu?" tanya Flint.


"Aku panggil kamu kalau aku butuh bantuan." jawab Julie.


"Baiklah. Hati hati." ucap Flint.


Julie segera berjalan menuju wastafel yang berada di pojok kiri kamarnya. Dia membersihkan alat pemompa dengan kedua tangannya. Sulit sekali.. kenapa tangan kananku harus mati rasa seperti ini? batin Julie.


"Sudah?" tanya Flint.


"Iya lah. Harus steril." ucap Flint.


Suster pun masuk mengambil alat pemompanya dan botol yang berisi susu. "Alat pemompanya baru saya bersihkan pakai air." ucap Julie.


"Oh.. iya.. Susunya saya taruh di kulkas ya, nanti saya bawakan lagi kalau sudah waktunya minum susu." ucap suster.


"Iya, sus. Terima kasih." ucap Julie.


"Iya sama-sama. Bayi nya mau ditaruh di ruang bayi atau tetap di sini?" tanya suster.


"Tetap di sini saja. Sebentar lagi akan ada tamu yang datang." jawab Flint.


"Baik, kalau begitu saya permisi." pamit suster.


Waktu sudah menunjukkan pukul 6 malam. Dokter Ertus beserta rekannya datang untuk membawakan hasil CT-scan tadi siang.


"Selamat malam, saya dan rekan saya akan menjelaskan hasil CT-scan yang dilakukan tadi siang. Berdasarkan hasil CT-scan, ibu Julie didiagnosa mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yang terjadi di pergelangan tangan kanan ibu. Hal ini sering terjadi pada ibu yang sedang hamil sampai pasca-melahirkan." ucap dokter Ertus.


"CTS?" tanya Julie.


"Iya, bu. Tetapi ibu tidak perlu khawatir. Umumnya CTS ini bisa hilang dan pulih dengan sendirinya jika ibu mengurangi aktivitas dengan menggunakan tangan kanan dan ada beberapa yang hilang setelah selesai memberikan ASI. CTS juga bisa dibantu dengan terapi di rumah sakit." jawab dokter Ertus.


"Hilangnya lama tidak ya, dok?" tanya Flint.


"Tergantung dengan perkembangan tangan ibu Julie. Biasanya 2-3 bulan. Gejala CTS seperti keram, kebas atau mati rasa, kesemutan ini biasa terjadi pada saat tangan terlalu banyak melakukan aktivitas. Jadi kalau tangan tidak melakukan aktivitas, itu tidak akan terasa. Ibu Julie masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa namun tidak boleh terlalu sering." ucap dokter Ertus.


"Jadwalkan terapi CTS." kata Flint.


"Baik, kalau begitu kami permisi." dokter Ertus.


Dokter Ertus dan rekannya hendak meninggalkan kamar. Baru saja mereka berbalik badan, pintu sudah terbuka, Sara, Key dan Audy datang.


"Kok ada banyak dokter? Perasaan dokter Julie tadi perempuan.." tanya Sara.


"Heheh.. iya.. itu.. mereka memberi ucapan selamat kepada pemimpinnya di rumah sakit ini." jawab Julie.


Flint melihat ke arah Julie dengan mengerutkan dahinya, mengisyaratkan kebingungan. "Hmm itu.. aku dan Flint pesan banyak makanan. Dimakan gih.." ucap Julie.


"Hah? Berbentuk love semua?" kata Audy ketika membuka dus donat.


Flint segera menutup dan mengambil dus donatnya. "Tidak boleh. Ini untuk Julie." ucap Flint.


"Benarkah kak? Aku tidak boleh memakannya?" tanya Audy kepada Julie.


"E-eh. Boleh kok!" jawab Julie.


"Berikan padaku!" ucap Audy kepada Flint.


"Julie?" panggil Flint.


"Berikan saja. Memangnya kamu tidak cinta dengan adikmu?" ucap Julie.


"Tapi 1 saja ya." ucap Flint kepada Audy.


"Ya ya baiklah." Audy berniat mengambil 2 donat tetapi tangan Flint dengan sigap mencekalnya. "Ets tidak bisa." ucap Flint.


Sara, Key dan Julie tertawa melihatnya. Seisi ruangan dipenuhi dengan canda tawa. Luke pun sesekali tersenyum saat berada di dalam gendongan kakek ataupun neneknya.


"Oh ya ma, mama bawa baju untuk aku kan?" tanya Flint.


"Iya bawa. Tuh. Memangnya kamu menginap di sini Flint?" tanya Sara.


"Iya lah. Di mana Julie dan anakku tidur, di situ aku akan tidur." jawab Flint.


"Omo." pekik Sara.


Audy yang sedang memakan donat pun tersedak mendengar ucapan Flint barusan.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.