
"Tapi untuk apa kamu melakukan ini? Kamu merasa aku tidak becus mengurus tenaga kerja di sini?" tanya Flint.
"Bukannya ini juga perusahaanku? Aku juga memiliki hak penuh atas perusahaanku. Dan juga aku.." ucap Julie terpotong ketika Calvin memasuki ruangan.
Calvin bekerja dengan cepat. Dia memberikan hasil pencarian tentang Kesha. "Berikan padaku. Kamu boleh keluar." ucap Flint.
Calvin menyadari ketegangan yang menyelimuti ruangan itu. Tanpa basa basi lagi, dia segera keluar meninggalkan ruangan.
Flint melihat beberapa lembar kertas yang dibawa Calvin. Dia begitu terkejut ketika membaca kertas itu.
"Ada apa? Berikan padaku." Julie segera merebut kertas yang berada di genggaman Flint.
Kemudian Julie membaca isi kertas itu. "See? Desainer utama tapi menyerahkan semua pekerjaannya ke bawahan." ucap Julie.
Julie segera mengangkat gagang teleponnya lagi dan menelepon Calvin. "Turunkan posisi Kesha sebagai desainer utama menjadi asisten desainer." ucap Julie lalu meletakkan kembali gagang teleponnya.
"Sia-sia sekali uangku selama ini dipakai untuk menggaji orang yang tidak bekerja apapun untukku." kata Julie.
"Dari desainer utama ke asisten desainer, tidakkah itu terlalu jauh?" tanya Flint.
"Tidak. Aku harap kamu tidak menentang keputusanku." jawab Julie.
Tidak lama kemudian, Calvin dan tim HRD (Human Research Development \= mengurus tenaga kerja) datang ke ruangan mereka.
Mereka memberikan sebuah dokumen yang memerlukan tanda tangan pemimpin. Dokumen itu berisi penurunan jabatan Kesha menjadi asisten desainer biasa. Julie menandatangi dokumen tersebut. "Oh ya berikan juga surat peringatan untuk orang ini karena tidak bekerja dengan baik." ucap Julie.
"Baik, Miss." jawab HRD.
"Pemberian upah juga akan berubah untuk orang yang mengalami penurunan jabatan." ucap Julie.
"Baik, Miss." jawab HRD.
Karena dokumen harus ditandatangani oleh 2 pemimpin, Julie memberikan dokumen yang baru dia tanda tangani itu kepada Flint. "Kedepannya mungkin pegawai yang harus diturunkan atau berubah jabatan akan bertambah. Bersiaplah." ucap Julie.
"Baik."
"Pastikan kamu menandatangani bukan paksaan dariku, tapi karena bukti nyata yang sudah ada." ucap Julie kepada Flint.
Flint lalu menandatangani dokumen itu lalu memberikannya kepada HRD.
"Calvin, tolong sambungkan CCTV ke komputerku." pinta Julie.
"Baiklah." Calvin dan tim HRD segera melangkahkan kaki keluar dari ruangan mereka.
"Apa perlu sampai seperti itu?" tanya Flint.
"Tentu saja. Aku tidak akan lengah terhadap pegawai seperti Kesha. Dan oh ya, aku tidak menyangka kamu membiarkan hal bodoh ini terjadi? Apa karena teman? Aku rasa Edgar tidak memintamu memberikan posisi tinggi untuk Kesha." kata Julie.
"Aku tidak ingin berdebat denganmu." ucap Flint.
"Menjawab pertanyaanku tidak membuat kita berdebat. Apa karena teman? Atau kamu memang seperti ini terhadap perusahaanmu yang lain?" kata Julie.
"Orang tuanya terlilit utang dalam jumlah yang besar di Paris." ucap Flint.
"Kamu mengasihaninya dengan memberikan jabatan itu agar dia mendapat gaji lebih? Kamu tahu Young Scarlette itu bukan hanya milikmu! Pendapatan di sini bukan hanya milikmu! Tapi juga milikku!" kata Julie.
"Aku tidak tahu kalau dia tidak bekerja dengan benar." ucap Flint.
"Dia mengemis-ngemis meminta jabatan atau kamu yang mencari tahu tentang utang itu?" tanya Julie.
"Oh my God, Flint. Kamu melakukan itu tanpa membicarakannya terlebih dahulu padaku. Aku ingin kamu melepaskan jabatanmu di sini. " ucap Julie.
"Toh, Young Scarlette berdiri karena hasil gambarku. Soal gedung perusahaan dan gedung pemasaran yang dibangun dengan uangmu tidak usah khawatir. Aku akan menggantinya, beritahu saja rincian biayanya." sambung Julie.
"Maafkan aku. Aku pikir kamu tidak akan tertarik dengan masalah ini." ucap Flint.
"Bahkan disaat orangtuaku jatuh bangkrut, aku tidak meminta atau mengemis-ngemis denganmu yang kaya itu. Padahal aku pacarmu sedangkan dia? Dia pikir dia siapa bisa mengemis-ngemis denganmu." kata Julie.
"Aku minta maaf. Aku tahu kamu kecewa denganku, tapi bukannya kita sudah sepakat Young Scarlette milik kita berdua. Di namanya saja terdapat nama kita berdua." ucap Flint.
"Kamu yang melanggar terlebih dahulu. Jangan pikir pekerjaanku hanya menggambar saja jadi kamu tidak membicarakan kepadaku tentang Kesha. Dan lagi, aku tidak suka melibatkan urusan pribadi di dalam pekerjaan. Walaupun Kesha teman lamamu atau kamu pernah menyukainya atau kalian pernah berpacaran, aku tidak peduli." ucap Julie.
"Begitukah? Kamu tidak melibatkan urusan pribadi dalam pekerjaan? Tidak melibatkan urusan pribadi dalam menurunkan jabatan Kesha? Jelas kamu curiga padanya, apa itu bukan urusan pribadi? Perasaan curigamu itu termasuk urusan pribadi." ucap Flint.
"Aku curiga bukan karena urusan pribadi. Tapi karena tulisan nyata di CV." ucap Julie.
"Lepaskan saja jabatanmu jika kamu merasa bersalah." sambung Julie. Julie segera melanjutkan pekerjaannya.
"Lalu untuk apa kamu membutuhkan tanda tanganku tadi kalau akhirnya kamu menyuruhku keluar dari Young Scarlette?" tanya Flint.
"Aku belum tahu bahwa kamu selaku pemimpin 4 perusahaan, kamu bisa dengan mudahnya luluh dengan teman yang mengemis jabatan padamu. Itu boleh saja terjadi dengan 3 perusahaanmu yang lain, tapi tidak dengan Young Scarlette." ucap Julie.
"Setiap orang pernah melakukan kesalahan dan berhak mendapatkan kesempatan kedua. Begitu juga denganku." kata Flint.
"Kenapa kamu ingin sekali tetap menjadi pemimpin di perusahaan ini? Tenang saja, aku tidak mengubah nama perusahaan ini selepas kamu keluar dari sini. Oh.. atau jangan jangan.. ini spekulasiku saja loh ya... kamu masih ingin membantu Kesha secara diam-diam?" tanya Julie.
"Terserahmu saja. Aku sedang mengajukan kesempatan keduaku." jawab Flint.
"Kamu yakin ingin memakainya? Tidak akan ada kesempatan ketiga apalagi keempat dan seterusnya." kata Julie.
"Iya." jawab Flint.
"Baiklah. Kesempatan keduamu sudah terpakai." ucap Julie.
Kenapa ini? Kenapa Julie tiba tiba mendadak bersifat tegas dan keras padaku? Memang dia terlihat sebagai pemimpin yang berkompeten bahkan dia ingin aku melepaskan jabatanku. Bukannya itu terlalu keras? Aku belum pernah melihat sisi Julie yang ini. Apa karena kecurigaan dia padaku yang membuat dia keras padaku? Atau memang Julie memiliki sifat keras? batin Flint.
Tidak lama kemudian, pintu ruangan mereka berbunyi, ada seseorang yang ingin masuk. Pintu ruangan mereka hanya bisa dimasuki oleh Flint, Julie, dan Calvin. Selain 3 orang itu, butuh izin Julie atau Flint untuk bisa menerobos pintu masuk ke dalam ruangan.
Lalu telepon Julie berdering. "Halo Julie, Kesha ingin masuk ke ruanganmu." ucap Calvin.
"Baiklah." balas Julie lalu memberikan izin masuk.
"Apa kalian baru saja menurunkan jabatanku?" ucap Kesha dengan lantang sambil memegang kertas yang diduga kertas penurunan jabatannya.
"Apa kamu tidak diajari sopan santun terhadap atasan?" balas Julie.
"Ini tentang kesepakatan aku dan suamimu." ucap Kesha.
"Baiklah, kalau begitu aku tidak peduli. Aku di sini berjabat sebagai pemimpin, aku berhak menurunkan jabatan siapapun." balas Julie.
"Kamu tidak bertanya kesepakatan apa? Jika suamimu memberikan aku jabatan yang tinggi di sini, aku mendapat gaji lebih, aku harus memuaskan nafsu suamimu." ucap Kesha.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.