
"Ternyata lebih manis jika dari bibirmu." sambung Flint. Kemudian Flint melanjutkan ciumannya itu dan tangannya memegang tangan Julie yang sedang menggenggam botol.
"Sepertinya kamu sudah mabuk. Pipimu merah." ucap Flint setelah mencium bibir Julie.
Julie menarik tengkuk Flint dan mencium bibirnya. Lalu dia mendorong tubuh Flint yang kini dia berada di atas pangkuan Flint, mencium kuat bibir yang selama ini memanjakan tubuhnya. "Nakal yaa." sahut Flint. Bibir Flint beralih ke bagian leher Julie, lalu turun ke dada. Bibirnya menyelinap masuk yang ditutupi baju.
Kepala Julie menengadah ke atas, merasakan nikmat yang diberikan kepada Julie. Lalu dia menarik kepala Flint untuk mencium bibirnya kembali. Ciuman mereka berakhir dengan Julie yang menyatukan 2 dahi mereka dan mengecup kening Flint. Julie kembali ke posisi duduk semulanya sambil mengatur nafas.
Flint kembali meneguk anggur merahnya dan membawa kepala Julie ke bahunya untuk bersender. Dia mencium kepala Julie berulang kali. "We must have fun tonight." ucap Flint. (kita harus bersenang senang malam ini.)
"Setiap malam aku juga sudah bersenang senang bersamamu." jawab Julie.
Flint tersenyum dan kembali mencium kepala Julie. Malam itu, mereka ditemani desiran ombak dan angin yang berterbangan. Suasana yang nyaman, tenang. Membuat Flint ingin memperlambat waktu. Namun apa daya, sehebat hebatnya Flint, dia tidak bisa memperlambat waktu.
Flint menghabiskan anggur merahnya yang tersisa sedikit. "We should go." ucap Flint. (kita harus pergi.)
Akhirnya Flint dan Julie meninggalkan tempat itu. Dengan sopir yang sudah standby untuk mengantar jemput mereka, mereka pulang dengan selamat dan aman.
Rupanya, Julie tertidur saat bersender di bahu Flint. Saat sudah sampai pun, Julie masih belum terbangun. Alhasil, Flint menggendongnya dan membawa masuk ke dalam losmen.
Sesampainya di kamar, Flint menaruh Julie dengan hati hati. Flint menyibakkan rambut yang menutupi wajah Julie. Walaupun sudah sering melihat wajah Julie saat tertidur, Flint tidak henti hentinya menyukai wajah itu. "Mimpi indah, cantik." ucap Flint dengan bibirnya yang melengkung sempurna alias tersenyum. Dia menarik selimut, menutupi tubuh istrinya yang sedang tertidur.
Tubuh Julie pun bergerak dan memeluk tubuh Flint. Mulut Flint ternganga ketika Julie memeluknya. Jantungnya berdetak kencang. Sudah sering dipeluk Julie kenapa aku tiba tiba seperti laki laki yang baru pertama kali dipeluk? gumam Flint.
Sinar matahari menyelinap masuk lewat tirai. Seperti biasa, Julie bangun lebih dulu dari Flint. Dia melihat tangannya melingkar di perut Flint. "Aku tidur di mobil tapi Flint tidak membangunkanku." Julie mengingat ngingat semalam.
"Sudah bangun? Mandi sana, bau tau." ucap Flint.
Julie membejek bejek tangan Flint. "Ih kamu bukannya bangunin aku semalam."
"Kamu tidurnya pulas gitu. Mana tega aku banguninnya. Udah sana mandi." ucap Flint lalu menutup hidungnya.
"Iiiiihhhh!!" Julie turun dari ranjang. "Pantes aja ga peluk peluk. Biasanya pagi pagi dah meluk sampe gamau lepasin, huh!" Julie ngedumel sepanjang perjalanan ke kamar mandi sampai sampai dia menutup pintu kamar mandi agak keras.
"Yaudah abis mandi aku peluk peluk yaa!." ucap Flint dengan keras agar terdengar Julie dari dalam kamar mandi.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.