When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Memikirkan



"Ini lebih tepat disebut sebagai istana. Bukan rumah." ucap Julie.


"Karena penghuninya ratu sepertimu."


Flint dan Julie mulai merancang rumah baru mereka. Hingga timbul perdebatan perdebatan kecil.


"Mana cocok kalau taruh itu di situ. Itu cocoknya taruh di sini."


"Cocok dong sayang. Kan dekat dengan penglihatan kita."


"Tapi aku tidak mau. Lebih cocokkan taruh di sini."


"Aku maunya taruh di situ."


"Nanti aku pindahkan."


"Ya sudah nanti aku pindahkan lagi."


Banyak yang mereka persiapkan untuk rumah barunya itu. Mereka sudah mulai memikirkan apa saja yang harus diisi. Sampai langit pun berubah warna menjadi gelap. "Ayo kita pulang dari sini."


Flint mengantar Julie ke rumahnya. "Kita akan berpisah malam ini?" ucap Flint.


"Iya."


"Bagaimana kalau menginap semalam lagi saja?"


"Tidak."


"Memangnya orang tuamu sudah pulang? Kulihat rumahmu sepi sekali."


"Sudah. Itu lampu di dalam sudah menyala."


"Yah.."


"Sampai jumpa, Flint. Ingat besok aku mulai bekerja di Gold Company."


"Aku tetap mengantar jemputmu. Kita tetap makan siang dan malam bareng seperti biasa."


"Baiklah. Sampai bertemu besok. Persiapkan dirimu menghadapi media besok."


"Ok. Aku pulang."


Dengan berat hati, Flint pulang ke rumahnya tanpa membawa Julie. Sesampainya di rumah, pas sekali Sara, Key dan Audy sedang nonton televisi bersama di ruang keluarga. "Eh Flint. Sudah pulang?"


Sesuai ajakan mereka, Flint pun duduk di sofa bergabung dengan mereka. "Aku sama Julie sepakat menikah 2 minggu lagi."


"Oh ya? Baguslah lebih cepat lebih baik." ucap Sara.


"Kamu tetap tinggal di sini kan, Flint? tanya Key.


"Aku baru membeli rumah. Setelah menikah nanti aku dan Julie akan menempati rumah itu." jawab Flint.


"Loh kenapa tidak tinggal di sini saja? Kan dekat juga sama orang tua Julie. Kalau mereka mau main kan gampang."


Oh iya benar juga. gumam Flint.


"Tapi rumahku juga tidak jauh dari Young Building." jawab Flint.


"Tinggallah di rumah ini dulu. Lagipula Mamamu juga mana bisa melepasmu secepat ini." ujar Key.


"Bukannya kamu juga belum bisa melepas Flint? Kenapa harus bawa bawa namaku?!?!" kata Sara.


"Memangnya kamu sudah bisa melepas Flint?" ucap Key.


"Sudah sudah. Audy yang belum bisa melepas Kakak. Sudah kalian jangan bertengkar." sahut Audy.


"Hahahahahaha." Mereka semua tertawa lepas. Kehangatan kembali menyelimuti mereka di ruang keluarga itu.


"Baiklah. Akan kudiskusikan lagi dengan Julie nanti."


"Umurmu masih 24. Belum seperempat abad kita semua hidup bersamamu. Masih sangat sebentar, kita masih ingin serumah denganmu lebih lama lagi. Itu saja yang kamu ingat." ucap Key.


"Betul. Lagipula umur Julie juga masih 22. Memangnya orang tua Julie tidak berat melepasnya? Julie juga anak satu satunya." tambah Sara.


"Iya iya. Kita akan tinggal di sini nanti. Oh ya, sebaiknya kalian juga fitting ya. Aku sama Julie sudah fitting tadi dan sudah cocok dengan hasilnya. Nanti kuberitahu tempatku fitting."


"Baiklah."


"Flint kamu mandilah sekarang. Jangan mandi lebih malam lagi." ucap Sara.


"Ok, Ma. Aku naik dulu ya." Flint pun naik ke kamarnya. Dia tidak langsung mandi melainkan duduk termenung di tepi ranjang. Memikirkan yang diucapkan papanya tadi. Benar juga. Dari semua yang telah kupikirkan untuk ke depannya, kenapa aku tidak memikirkan orang tuaku saat aku pergi dari rumah ini?


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.