
"Aaargghhh..." erang Flint. Flint duduk di bangku kerjanya. Otaknya kembali bekerja untuk memikirkan solusi yang tepat dalam masalah ini. Tidak mungkin aku melepas tanah itu. Tapi kalau beli sekarang? Hmm... Otak... berpikirlah..
Oh my God.. otakku memang pintar.
Flint segera berlari kekuar dari ruangannya dan menghampiri Calvin. "Beli tanah itu sekarang juga." perintah Flint.
"Baik." ucap Calvin. Hanya dengan sekali pencet, tanah itu sudah menjadi milik Flint sekarang.
"Keputusan yang cepat, Mr. Flintstern Young. Boleh kutanya, apa yang membuatmu memutuskan untuk membeli tanah itu?" tanya Calvin.
"Keputusanku bukan hanya cepat tapi juga tepat. Setelah aku membeli tanah itu, bukan berarti perusahaan langsung beroperasi bukan? Pembangunan gedung perusahaan membutuhkan waktu paling cepat 8 bulan, dan paling lama 3 tahun. Untuk menunggu gedung perusahaan jadi, anak pertamaku keburu brojol duluan." jelas Flint.
"Heol." ucap Calvin.
"Sstt.. tidak usah memujiku. Aku tahu aku memang pintar. Langsung mulai pembangunan saja sesuai rencana. Desain gedung nanti malam aku kirim ke email mu." ucap Flint.
"Baiklah."
"Prediksiku 1 tahun lah jadi. Oh ya, jadwalku hari ini hanya diruangan saja kan?" tanya Flint. Belum sempat Calvin menjawab, "Baiklah aku pulang. Julie sedang hamil. Kalau ada apa apa jangan sungkan untuk menelponku." sambung Flint lalu berjalan menuju lift.
"Hey hey tunggu. Aku belum menjawabnya. Hey. Jangan jadikan Julie hamil sebagai alasan kamu malas malasan, hey!" seru Calvin.
Flint pun membalikkan badannya. "Kamu ingin bermalas malasan juga seperti aku? Hamililah istrimu." ucap Flint.
"Hey! Hamil hamil, kekasih saja tidak punya!" ucap Calvin seraya mengambil file. Calvin ingin sekali menimpuk Flint dengan file yang berarti ditangannya. Namun apa daya, dirinya dikaruniai hati yang baik hati dan tidak pendendam.
"Enyahlah dari pandanganku." ucap Calvin seraya meletakkan kembali file nya.
"Sebelum kamu suruh." ucap Flint sambil lanjut berjalan ke lift. Pintu lift terbuka, sebelum Flint memasuki lift tersebut, Flint mengedipkan sebelah matanya alias wink.
"Hey! Ya! masih sempat sempatnya dia nge-wink padaku?" umpat Calvin.
Disamping itu, ada Flint yang sedang berbahagia karena ini rekor tercepatnya dalam bekerja di kantor. Mungkin hanya 15 menit saja. Hari ini dia hanya bekerja memikirkan tanah, lalu membeli tanah dan kembali ke rumah.
"Julie, i'm home, honey. Where are you??? Ah pasti di kamarnya." ucap Flint. Dia bersorak sorak bergembira saat kakinya menyentuh lantai rumah. Langkah kakinya membawa dia ke kamar.
"Hah? Flint? Kamu sudah pulang?" tanya Julie ketika melihat Flint masuk ke kamar.
"Iya sayang.. tidak banyak yang harus kukerjakan." jawab Flint.
"Kamu pulang?" ulang Julie.
"Iya sayangggg..."
"Dengan tangan kosong? Tanpa membawa apapun? Untukku? Untuk si bayi?" tanya Julie.
Glekkk. Flint menelan ludahnya, tenggorokannya seperti tersekat, tidak mampu mengeluarkan 1 kata pun.
"Ka.. kamu kan tidak nitip apa apa kepadaku say.. sayang..." jawab Flint dengan gagapnya.
"Memangnya harus aku nitip dulu baru kamu membelikannya? Kamu ini bagaimana sih.. tidak bisa menjadi suami dan ayah yang perhatian kepadaku dan anak kita?" oceh Julie.
Glekkk. Flint menelan ludah untuk yang kedua kalinya. "Oh my, sepertinya aku salah bekerja hanya 15 menit saja.." umpat Flint.
"O..ok ok.. aku akan pergi lagi sekarang, belikan sesuatu untukmu.." ucap Flint lalu keluar dari kamarnya. Dia memegangi dadanya, takut kalau jantungnya akan copot.
Di dalam kamar sana ada Julie yang tertawa tawa. "Setidaknya kamu menyesal sudah bekerja hanya 15 menit." ucap Julie.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.