When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Beralih



Sesampainya di kamar, Julie menutup pintunya rapat rapat. Kemudian menarik napas dan bersender di pintu. "Huh.. huh.. huh.. kepergok mama papa. Malu sekali!!! Awas aja kamu Flint." ucap Julie dengan menggertakkan gigi.


Julie mengambil ponselnya dan mengirim sebuah pesan kepada Flint.


Julie.


Mama papa sudah pulang. Dan dia melihat bekas gigitan di leherku!!!


Flint melihat pesan itu setelah dirinya sudah sampai di perusahaan. "BUAHAHAHAAH!!" Flint tertawa kencang saat membaca pesan itu. Padahal dia sedang berjalan menuju lift. Orang orang yang sedang melintas pun dibuat kaget olehnya.


Flint.


Untung aku sudah pergi. Jadi tidak kepergok bersama hahahahahah.


Kemudian ada seseorang merangkul Flint dari belakang. "Ada apa bro sampe bikin ketawa kenceng banget?"


"Edgar!! Hey, long time n**o see. Apa kabar?"


"Baik. Dan sepertinya kamu juga sangat baik."


Mereka memasuki lift khusus menuju lantai 60.


"Yaa dong. Aku selalu memposisikan diriku dalam keadaan baik."


"Bagaimana honeymoon kalian?"


"Wah.. mantep deh. Kamu harus cobain!"


"Walah.. boro boro cobain. Pacar aja belom punya."


"Masih belum? Astaga, Ed. Mau sampai kapan?"


"Hahaha aku juga tidak tahu. Mana oleh oleh untukku?"


"Besok kamu datang lagi ke sini. Aku tidak tahu kalau hari ini kamu datang. Jadi aku tidak membawanya."


Tingg.. Lift sudah sampai di lantai 60.


"Bos, Anda telat 1 jam 13 menit." ucap Calvin.


"Oh my, hari ini kan sedang tidak padat. Tidak apa apa lah kalau aku telat." Flint membela diri.


"Anda mencontohkan sikap yang tidak baik sebagai pemimpin."


"Oh Calvin. Why so serious? Edgar sedang main ke sini. Aku naik dulu." pamit Flint.


Flint pun membawa Edgar masuk ke ruangannya.


"Mungkin.. memangnya kenapa?"


"Julie sedang tidak bekerja hari ini. Dia mengisi waktu luangnya dengan menggambar gaun. Dan ketika kulihat gambarnya, itu sangat bagus sekali seperti seorang desainer."


"Tapi kan dia hanya iseng."


"Iya tapi isengnya itu terlalu bagus. Hasil gambarnya benar benar bagus, Ed."


"Coba nanti kamu foto dan kirim ke aku. Mungkin aku bisa mengenalkan hasil gambar Julie ke perancang busana kenalanku."


"Sepertinya Julie memang tertarik dengan fashion. Waktu kita di Maldives, dia menonton siaran tv peragaan busana di Paris. Dan ada Kesha di sana?"


"Kesha? Beralih ke fashion?"


"Bukannya dia memang berbakat dalam menggambar?"


"Setauku dia ingin menjadi pelukis."


"Bisa saja dia ingin merubah jalan hidupnya. Toh, sama sama menggambar."


"Kesha menjadi modelnya? Atau apa?"


"Tidak. Dia berada di backstage." (Backstage : belakang panggung.)


"Dia masih di Paris toh.."


"Hey untuk apa lagi kamu memikirkan dia. Lagipula aku dan Julie mengelilingi Paris tapi tidak bertemu dia."


"Untuk apa juga kamu menemuinya."


"Hanya untuk menyapa mantan kekasihnya temanku. Dan bilang bahwa Ed masih mencintai dirinya ahahahahah."


"Ya! Ingin kupenggal lehermu."


—————————————————


Julie pun kembali melanjutkan aktivitas menggambarnya. Karena menggambar, Julie jadi lupa dengan segalanya. Fokusnya hanya kepada pensil dan kertas saja. Tapi dia senang menggambar. Setiap gambar yang sudah jadi, ada kepuasan tersendiri bagi Julie.


Karena itu dia menjadi ketagihan menggambar. Kemudian terlintas di otaknya untuk mencoba menggambar setelan jas untuk pria. Dengan imajinasinya yang begitu tinggi, akhirnya dia berhasil membuat setelan jas pria dengan motif yang memperlihatkan karisma seorang pria saat memakainya. Sungguh, Julie memiliki tangan ajaib yang mampu membuat desain baju yang indah.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.