When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Pencuri



"Karena kami menyukai tantangan. Dengan adanya 2 orang yang mencurigakan disini, itu cukup membuat kami merasa tertantang."


"Kita saksikan saja Calvin, apa yang akan mereka perbuat." ucap Flint.


"Sejauh ini mereka belum bisa melakukan apa-apa."


"Haihh.. kalian ini berbicara yang tidak tidak. Pikiran kalian itu terlalu jauh. Jelas saja mereka tidak melakukan apa apa, mereka di sini untuk bekerja. Sudah, aku ingin kembali ke ruanganku." sahut Julie.


"Julie." Flint memanggil Julie yang sedikit lagi akan menggapai pintu.


"Ya?"


"Hati-hati." ucap Flint.


"Tentu." ucap Julie dengan bibirnya yang melengkung lebar.


Julie pun meninggalkan ruangan Flint. Sebenarnya, Julie masih bingung dengan ucapan Flint barusan. Hati hati untuk apa? Toh aku hanya akan berjalan ke ruanganku. gumam Julie.


Julie pun akhirnya sampai di lantai yang dia tuju. Kini, dia sedang berjalan menuju ruangannya. Dari kejauhan, Julie melihat ada seseorang yang seperti sedang mencari cari sesuatu di laci mejanya. Karena pintu hanya terbuat dari kaca bening, sehingga dari kejauhan pun nampak jelaslah keberadaan orang tersebut.


Langkah kaki Julie pun membawanya dengan tempo yang agak cepat. Julie membuka pintu ruangannya.


"Arthur?" Julie bingung mengapa Arthur berada di ruangannya.


Mendengar ada yang menyebut namanya, sontak Arthur pun kaget.


"Sedang apa kamu di sini?" sambung Julie.


"Oh itu Miss. Aku itu. Mencari 6 tumpuk berkas yang Miss ambil waktu itu." jawan Arthur dengan terbata bata.


Julie pun segera mengambil 6 tumpuk berkas yang dia simpan. "Memangnya kamu tidak bisa menunggu sampai aku kembali? Lagi pula, apa kamu tidak memiliki etika, masuk ke ruangan orang dan mencari seenaknya. Walaupun aku menganggapmu seperti seorang teman, perbuatanmu barusan tidak menggambarkan seperti seorang teman. Melainkan seperti seorang pencuri. Ini 6 tumpuk berkas yang kamu cari. Pergilah." ucap Julie.


"Maafkan aku, Julie. Aku bersalah. Aku tidak tahu kapan kamu akan kembali, sedangkan 6 berkas ini sangat diperlukan sekarang." jawab Arthur.


"Pergilah." usir Julie.


Arthur pun pergi meninggalkan ruangan Julie. Julie duduk bersandar di kursinya itu. Apa benar dugaan Calvin dan Flint? Memang perbuatan Arthur barusan mencurigakan. Seperti seorang pencuri. Tapi apa yang dia cari di ruanganku? Apa aku bisa mempercayainya? Astaga! Kata "hati-hati" dari Flint tadi! Apa aku harus mengikuti kata Flint? Atau aku harus percaya dengan Arthur? Aaahhh! Aku seperti dipermainkan dengan keadaan ini. pikir Julie yang bersandar di kursi empuknya.


"Halo, selamat siang." jawab Julie.


"Aku sudah reserve tempat di sebuah restoran untuk nanti malam." jawab Flint.


"Ohh kamu rupanya. Bisakah nanti malam kita makan di ruanganmu saja?" jawab Julie.


"Ada apa? Aku sudah reserve. Ada masalah? Banyak pekerjaan?"


"Tidak. Ada yang ingin aku ceritakan kepadamu dan juga Calvin."


"Tentang?"


"Nanti malam saja."


"Baiklah 1 jam lagi."


"1 jam???? 1 jam lagi masih jam 5. Sedangkan kita makan malam paling cepat jam 6."


"Ya sudah. Buat rekor baru, makan malam kita jam 5."


"Hey memangnya kamu tidak ada kerjaan?"


"Tidak. Aku saja bingung tujuanku ke perusahaan, duduk di ruangan seperti ini untuk apa."


"Huhhh. Enak sekali ya dirimu."


"Mau juga? Ingat Julie, aku masih menyimpan perusahaan ayahmu. Kamu bisa dengan kapan saja mengambilnya kembali."


"Tidak tidak tidak. Sampai bertemu 1 jam lagi."


————————————————————


Halo semuanya! Maaf, belakangan ini Author jarang up episode karena Author saat ini dihadapkan dengan banyaknya ujian😭. Kalian tidak perlu khawatir, karena Author akan "crazy up" episode untuk menggantikan hari yang Author tidak up. Terima Kasih sudah membaca novel buatan Author🙏