
Setelah 1 jam lebih, barulah Luke selesai menghabiskan susunya. "Akhirnya, Luke.. minum susu saja 1 jam, Luke Luke." ucap Flint sambil menggelengkan kepala.
Flint mencabut dot susu dari mulut Luke. Ternyata Luke menangis. "Eh kok menangis? Mau dot lagi?" ucap Flint.
Flint memberikan dot botol susu yang sudah habis itu ke mulut Luke. Tapi Luke tetapi menangis. "Eh kok masih menangis? Cup cup cup.." Flint mengangkat Luke dari box dan menggendongnya.
"Jangan kencang-kencang menangisnya, Luke. Nanti mama cantik bangun." ucap Flint. Kemudian Flint merasakan ada sesuatu yang basah di kain bedong Luke. "Apa ini?"
Rupanya Flint sudah memiliki pekerjaan baru.
"OK. Memang aku tidak dibiarkan menganggur sehari pun." ucap Flint sambil meletakkan Luke di box.
"Cup cup cup.. Jangan menangis ya.. ini papa bersihin nih.." Flint mengambil mainan untuk Luke agar tidak menangis. Setelah Luke memegang mainan tersebut, barulah mulutnya terdiam.
Lalu Flint kembali melanjutkan membuka kain bedongnya. "Oh. my. God." Bau menyengat keluar ketika semua pakaian Luke terbuka.
"Habis minum susu langsung keluar, Luke? Sudah keluar semuanya, Luke? Sudah lega sekarang?" ucap Flint kepada bayi yang tidak bisa menjawab itu.
Flint pun buru buru membuang popok yang berisi kotoran Luke lalu membersihkan area bok*ng mungil milik Luke. "Sudah bersih belum yah? Coba pakai tisu baru deh." ucap Flint.
Untuk memastikan sudah bersih atau belum, Flint menggunakan tisu baru berulang kali padahal itu sudah bersih. Pemborosan.
Setelah merasa sudah bersih, Flint memakaikan popok baru untuk Luke. "Benar tidak ya? Benar tidak Luke?" ucap Flint ketika sudah memasangkan popok baru.
"Eh kebalik." Flint melepaskan popoknya dan memasangkan lagi.
"Eh benar deh yang tadi." Flint melepaskan lagi lalu memasangkan lagi.
Flint menarik napas panjang. "Baru popok. Belum celana, belum membedongnya lagi." ucap Flint.
Dengan sabar, Flint memasang celana baru untuk Luke. Flint agak jengkel karena kaki Luke tidak mau diam sehingga Flint terus gagal untuk memasukkan lubang celana ke kaki Luke.
"Luke. Look at me. Jangan bergerak, OK?" ucap Flint.
Tapi tetap saja, kaki Luke tidak kunjung diam. "Apa tidak usah pakai celana ya?" ucap Flint.
"Tidak usah pakai celana ya, Luke? Kamu sudah seksi kok."
"Eh pakai. Nanti mama marah."
Flint pun menggendong Luke, mencoba untuk memasangkan celana dengan posisi yang berbeda. Bukannya berhasil, malah perut Flint yang kesakitan karena kaki Luke yang terus terusan menendang.
"Ya ampun anak ini.." eluh Flint.
"Kok tidak bisa diam sih? Kenapa, Luke?" ucap Flint.
"Eh ya ampun astaga!" pekik Flint. Rupanya setelah melepas kaos kaki Luke tadi, Flint lupa memasangkannya kembali.
"Ya ampun.. kedinginan ya, Luke ya? Pantesan saja tidak bisa diam." Flint kembali memasangkan kaos kaki Luke.
"Sekarang pakai celananya ya.." Flint memasangkan celana yang sedari tadi gagal. Brroottt...
"Astaga!! Bau sekali! Kecil-kecil kentutnya bau banget!!" ucap Flint sambil menutup hidung. Sedangkan Luke? Dia tertawa riang setelah melepas gas menyengat itu.
"Bener bener... mau keluar lagi? Baru papa bersihkan loh.. keluarnya nanti saja ya.. tunggu mama bangun.." ucap Flint.
Luke pun tersenyum seolah mengiyakan perkataan Flint. "OK, celana sudah. Mari kita bedong si kecil yang rusuh ini." Flint mulai membedong Luke.
"Ah anak seperti ini mana mau dibedong. Ya Luke ya? Tidak mau dibedong kan?" ucap Flint.
"Eh bedong deh. Nanti kedinginan. Dibedong ya Luke.. nanti kedinginan loh.." ucap Flint sambil memperagakan menggigil.
Luke pun tertawa ketika melihat tingkah bapaknya itu. Setelah selesai membedong, Flint menepuk nepuk bok*ng yang baru saja menyusahkan dirinya itu agar Luke tertidur.
15 menit kemudian, Luke berhasil tertidur. Akhirnya Flint bisa beristirahat. Parah.. merawat Luke lebih melelahkan dibanding bekerja seharian di kantor. batin Flint sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Mana bisa aku biarkan Julie kelelahan seperti ini.. Flint melihat ke arah Julie, mengusap kepalanya.
Lalu Flint teringat bahwa dia belum membuka ponselnya sejak persalinan Julie kemarin. Dia buru buru membuka ponselnya dan notif bermunculan dari Calvin.
YESTERDAY. (kemarin)
Calvin.
Di depan rumah sakitmu ada banyak wartawan. Sepertinya dia belum mendapat informasi apapun tentang kelahiran Luke.
Ngomong-ngomong, terima kasih sudah memberikan cuti untukku.
TODAY. (hari ini)
06.56
Calvin.
Hey, aku cuti kan hari ini?
Calvin.
Para media jurnalis masih standby di depan rumah sakitmu. Tim keamanan rumah sakitmu hebat juga.
09.33
Calvin.
Masih belum bangun kah? Ngomong-ngomong, konstruksi gedung perusahaan Young Scarlette akan selesai minggu depan. Sedangkan gedung pemasaran busananya 5 hari lagi. Keduanya sudah masuk tahap finishing.
10.14
Calvin.
Hey aku seperti seseorang yang sedang diabaikan oleh kekasihnya! Tidak bisakah kamu membaca pesan ini?
11.54
Calvin.
Barusan kenalan Edgar yang desainer itu meminta jadwal pertemuan untuk Young Scarlette. Aku belum menjawabnya dan apa yang harus kujawab?
14.36
Flint.
Maaf baru menyalakan ponselku. Terima kasih sebelumnya Calvin, buat artikel tentang kelahiran anakku, Lukestern Young, panjang 48 cm, berat 3,1 kg lahir pada 12.02 kemarin.
Kalau bisa bubarkan para media di depan rumah sakitku.
Jika harus mewawancaraiku, suruh mereka tunggu beberapa hari ke depan di gedung Young Building.
Peresmian Young Scarlette dan pertemuan dengan desainer, aku dan Julie tidak bisa dalam waktu dekat. Mungkin 2 atau 3 minggu lagi? Bagaimana?
14.36
Calvin.
Hey yang benar saja kamu baru membalas pesanku?!
Baiklah akan aku atur. Jaga dirimu dan keluargamu.
14.37
Flint.
Terima kasih. Selamat bekerja ^^
Sama juga bohong Flint memberikan cuti untuk Calvin tetapi dia juga memberikan tugas di hari cutinya.
Kalau tangan Julie belum pulih, dia pasti belum bisa menggambar. Seandainya bisa, tidak akan kubiarkan tangannya kelelahan karena menggambar. Ahh, aku memulai konstruksi gedung terlalu cepat, mencari desainer terlalu cepat. batin Flint.
"Flint? Kenapa melamun?" tanya Julie yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Eh? Sudah bangun? Tadi Luke sudah minum susu 1 botol dan aku sudsh membersihkan kotorannya." ucap Flint.
"Iyakah? Untung sekali aku tidur." kata Julie.
"Melelahkan sekali ternyata." ucap Flint.
"Lalu? Kamu melamun karena kelelahan?" tanya Julie.
"Ah tidak.." jawab Flint.
"Lalu?" Julie kembali bertanya.
"Konstruksi gedung perusahaan Young Scarlette akan selesai minggu depan." ucap Flint.
"Iyakah? Gedung perusahaan? Gedung tempat memasarkan busananya sudah?" tanya Julie.
"Itu 5 hari lagi. Kedua gedung sudah masuk tahap finishing." jawab Flint.
"Waahhh.. cepat sekali ya. Jadi tidak sabar." ucap Julie.
"Maaf bukan maksudku untuk meremehkanmu. Tapi tangan kananmu kan... apa bisa menggambar ?" tanya Flint.
"Kan aku ada stok gambar busana. Yang selama ini aku gambar. Tidak bisakah kita merancang busananya?" jawab Julie.
"Ah iya ya. Sepertinya aku berpikir terlalu jauh." ucap Flint.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.