
Tinggg. Lift sudah sampai di lantai yang mereka tuju. "Bersiaplah dengan aksi pertama kita." ucap Flint dengan suara yang pelan.
"Beri hormat kepada Mr. Flint." ucap salah satu penjaga.
"One... Two... Three.. Action!" ucap Flint dengan pelan kepada Julie.
Semua karyawan dan karyawati yang berada di sana pun berdiri semua. Termasuk Arthur. "Jadi, tujuan kunjungan Sir Flint ke sini tidak lain ialah untuk mengontrol kalian semua. Bekerjalah seperti biasa. Kami tidak akan menganggu." ucap Julie.
Para karyawan dan karyawati pun kembali duduk dan bekerja. Sementara itu, Flint dan Julie berjalan mengelilingi mereka satu persatu. "Selama beberapa minggi terakhir ini, kita memang bekerja dengan anggota yang sedikit. Tapi semuanya sangat produktif. Tidak ada pekerjaan yang kami lewatkan." ucap Julie berpura pura.
"Apakah ada kesulitan dengan anggota yang sedikit, Nona Julie?"
Sontak karyawan dan karyawati yang mendengar kata "nona" dibuat kaget oleh Flint. Mereka mengarahkan pandangan kepada Flint dan Julie.
"Hmm saat ini belum ada kesulitan yang kami alami. Semuanya dapat diajak kerja sama dengan baik." jawab Julie.
"Jadi, tidak perlu melakukan penambahan karyawan lagi? Atau harus melakukan pengurangan?" tanya Flint.
"Untuk saat ini penambahan maupun pengurangan tidak diperlukan. Dengan jumlah yang sekarang, itu sudah sangat pas sekali untuk tim keuangan ini." jawab Julie.
Setelah berjalan mengelilingi para pekerja, sampailah mereka di meja Arthur. Tidak jarang mereka melirik layar komputer Arthur.
"Ini karyawan yang baru masuk, sekitar 2 minggu yang lalu. Barangkali kamu lupa." kata Julie.
Kata "kamu" yang baru saja diucapkan Julie membuat Flint menjadi lebih bersemangat melanjutkan aksinya. "Oohh, hampir saja aku lupa. Siapa namanya?"
"Namanya Arthur." jawab Julie.
"Oh Arthur. Hei Arthur, bagaimana dengan 2 minggumu selama bekerja di sini?"
Mendengar Flint mengajaknya berbicara, Arthur pun berdiri dari kursinya. "Sangat baik. Senang sekali bisa bekerja di perusahaan ini." jawab Arthur.
"Begitu rupanya. Apa saja yang sudah kamu kerjakan selama bekerja di sini?"
"Tidak banyak, tetapi dalam urusan membantu Miss Julie, itu cukup banyak."
"Baik, Sir. Saya akan bekerja lebih banyak lagi."
"Apakah kamu mengalami perundungan oleh karyawan yang sudah lebih dulu bekerja?" tanya Flint untuk mengulur waktu.
"Tidak sama sekali. Semuanya baik dan ramah kepadaku. Mau membantuku yang masih baru sekali bekerja di sini. Aku senang karena itu."
"Ohhh begitu. Bagaimana dengan pacar saya? Apa dia memberimu banyak pekerjaan?" tanya Flint yang membuat sebagian karyawan yang mendengar tersenyum.
"Ahah tidak kok. Tidak sama sekali. Miss Julie sangat baik kepadaku, dia bahkan menganggapku sebagai teman." jawab Arthur.
"Ohh begitu. Baiklah, lanjutkan pekerjaanmu." kata Flint kepada Arthur.
"Sayang, mungkin sudah waktunya aku kembali ke ruanganku. Berkatmu, aku sudah mengenal tim keuangan lebih dalam." kata Flint kepada Julie.
Karyawan maupun karyawati kembali dikejutkan dengan panggilan Flint kepada Julie itu. Tidak sedikit dari mereka tersenyum. Mereka sepertinya ke sini untuk memamerkan kemesraan. ujar salah satu pekerja.
"Baiklah, perlu ku temani?" tanya Julie.
"Tidak perlu kalau itu merepotkanmu."
"Tidak merepotkan, aku temani saja ya?"
*Kya*aaa romantis sekaliiii..
Aku ingin lebih banyak adegan seperti tadi di perusahaan ini!!!
Tidak kusangka atasanku dan bosku sangat romantis..
Suasana seperti tadi sangat menyegarkan otakku yang hampir meledak...
Begitulah perkataan perkataan yang timbul setelah Flint dan Julie pergi meninggalkan tim keuangan. Mereka berhasil mengalihkan perhatian Arthur dengan aktingnya, bahkan seluruh isi tim keuangan. Bahkan target mereka hanya Arthur seorang. Aksi pertama berjalan... lancar!